Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Social Butterfly: Mudah Akrab,  kerap Jadi Pusat Perhatian

R
Penulis: Redaksi❯
ilustrasi, salah satu ciri orang yang social butterfly adalah gemar bersosialisasi. (freepik.com)
ilustrasi, salah satu ciri orang yang social butterfly adalah gemar bersosialisasi. (freepik.com)

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Social butterfly, istilah ini bagi sebagian orang masih asing namun sadar atau tidak sadar ditemui.

Ya, social butterfly adalah istilah psikologi bagi orang yang gemar bersosialisasi, mudah akrab dengan siapa saja, dan kerap jadi pusat perhatian di berbagai kesempatan.

Advertisement

Melansir Mind Body and Green, Senin (4/5/2026), psikolog keluarga Nicole Beurkens, mengatakan bahwa orang dengan kepribadian social butterfly menempatkan interaksi sosial sebagai prioritas. 

Artinya, mereka aktif mencari kesempatan untuk berbincang dan bertemu orang baru.

Mereka pun tahu cara membuat orang lain merasa nyaman, diterima, bahkan terhibur. Tak heran jika mereka sering disebut sebagai "life of the party."

Advertisement

Menjadi social butterfly bisa dibilang anugerah dalam dunia sosial. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjebak pada rasa lelah atau kehilangan jati diri. 

Dengan batasan yang sehat, kepribadian ini bisa menjadi kekuatan yang membantu membangun hubungan, memperluas wawasan, dan memberi warna dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa karakteristik yang membuat seseorang digolongkan sebagai social butterfly:

1. Pandai berbicara
Para social butterfly tak pernah kehabisan bahan obrolan. Bagi mereka, percakapan dengan orang baru bukan hal yang menegangkan, justru terasa menyenangkan.

Advertisement

Artikel Terkait

Studi 300 Ribu Orang Ungkap Rahasia Kebahagiaan Kaum Single

Studi 300 Ribu Orang Ungkap Rahasia Kebahagiaan Kaum Single

Studi terhadap 300 ribu orang di 32 negara Eropa mengungkap faktor kebahagiaan kaum single, mulai dari pertemanan hingga penerimaan diri.

Ketika Hati Patah Terasa Sakit, Ternyata Otak Memprosesnya Mirip Nyeri Fisik

Ketika Hati Patah Terasa Sakit, Ternyata Otak Memprosesnya Mirip Nyeri Fisik

Rasa patah hati ternyata berkaitan dengan area otak yang memproses nyeri. Tapi parasetamol bukan obat untuk mengatasi luka emosional.

Akses Layanan Healing 119 Meningkat, Ratusan Penelepon Antre Dapatkan Konseling

Akses Layanan Healing 119 Meningkat, Ratusan Penelepon Antre Dapatkan Konseling

Healing 119 Kemenkes menghadapi lonjakan akses hingga ratusan penelepon per shift. Kapasitas layanan kesehatan jiwa terus diperkuat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer