Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pisang Berkulit Retak, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Johan Panjaitan • Jumat, 30 Januari 2026 | 08:30 WIB
Buah pisang. (FREEPIK)
Buah pisang. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Pernah mau makan pisang, tapi begitu dilihat kulitnya retak? Banyak orang langsung ragu dan memilih membuangnya. Padahal, pisang dengan kulit retak belum tentu rusak, lho.

Dilansir dari rbc.ukraine,  retakan pada kulit pisang bisa terjadi karena proses alami, bukan karena buahnya sudah busuk. Supaya tidak salah ambil keputusan, yuk kenali penjelasannya.

Kenapa Kulit Pisang Bisa Retak?

Ada beberapa alasan kenapa kulit pisang bisa pecah atau retak:

1. Tanda Pisang Sedang Matang
Saat pisang matang, pati di dalamnya berubah menjadi gula. Proses ini bikin pisang makin manis. Tapi kadang, kulitnya tidak kuat menahan perubahan tersebut, akhirnya retak.

2. Cuaca Panas dan Lembap
Pisang yang disimpan di tempat panas atau lembap akan matang lebih cepat. Tekanan dari dalam buah meningkat dan bisa membuat kulitnya pecah.

3. Terlalu Lama di Pohon
Pisang yang dipanen terlambat cenderung lebih matang alami, sehingga kulitnya lebih rentan retak.

4. Tertekan Saat Dibawa
Pisang yang terhimpit di tas atau terkena guncangan juga bisa mengalami keretakan pada kulitnya.

Jadi, Aman Dimakan atau Tidak? Jawabannya: tergantung kondisinya.

Pisang tidak aman dimakan jika:

- Muncul jamur putih atau hitam

- Baunya asam atau seperti tape

- Ada lalat buah atau belatung

- Teksturnya sangat lembek dan berlendir

Sebaliknya, pisang masih aman dikonsumsi jika:

- Tidak berjamur

- Baunya masih segar

- Daging buahnya tampak normal

Kalau ragu, Anda bisa memotong bagian yang retak dan mengonsumsi sisanya.

Pisang Retak Justru Cocok Diolah

Pisang yang matang dan manis malah enak dijadikan: Roti pisang, Muffin, Pancake, Smoothie.

Rasanya lebih legit tanpa perlu banyak tambahan gula.

Tips Agar Pisang Tidak Cepat Retak

Supaya pisang lebih awet dan tidak cepat rusak:

- Simpan di tempat sejuk dan kering

- Gantung pisang agar tidak tertekan

- Jauhkan dari apel atau bawang (karena gas etilen)

- Jangan masukkan pisang ke tas yang terlalu penuh

Kulit pisang yang retak bukan tanda bahaya, selama tidak ada jamur dan bau menyengat. Jadi, jangan buru-buru dibuang. Cek dulu kondisinya, baru putuskan.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#pisang #kulit #retak