Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lebih kenal dengan Aritmia Atrial Fibrilasi, Gangguan Jantung yang Banyak Diderita Orang Indonesia

Redaksi • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:15 WIB
ilustrasi, aritmia tepatnya atrial fibrilasi adalah jenis gangguan jantung yang paling banyak diderita orang Indonesia. (freepik.com)
ilustrasi, aritmia tepatnya atrial fibrilasi adalah jenis gangguan jantung yang paling banyak diderita orang Indonesia. (freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Detak jantung Anda tidak teratur atau sering berdebar? Bisa jadi itu atrial fibrilasi.

Atrial fibrilasi merupakan salah satu jenis aritmia. Dan aritmia, jumlah kasusnya banyak dijumpai di Indonesia dan dunia.

Melansir situs Kemenkes, Selasa (17/2/2026), atrial fibrilasi merupakan salah satu jenis aritmia jantung yang jumlah kasusnya paling tinggi di dunia.

Pada 2025, prevalansi atrial fibrilasi terus meningkat hingga mencapai 6-16 juta kasus di Amerika Serikat (AS) dan diperkirakan mencapai 3 juta kasus di Indonesia.

Sebagai informasi, atrial fibrilasi atau disebut fibrilasi atrium merupakan kelainan irama di bagian serambi jantung.

Pada kondisi normal, umumnya denyut jantung berjumlah 60-100 per menit. Sedangkan pada penderita atrial fibrilasi, denyut jantung bisa sampai 600 per menit.

Umumnya, atrial fibrilasi diderita oleh lansia berusia 60-70 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa berusia 20 tahun ke atas juga mengalami penyakit ini.

Berikut gejala atrial fibrilasi yang perlu diketahui:

1. Detak jantung tidak teratur
Pada penderita, denyut jantung bisa menjadi sangat tidak teratur, bisa cepat ataupun lambat.

Dalam beberapa kasus, detak jantung tidak terkoordinasi sama sekali.

2. Mudah lelah
Penderita juga akan lebih cepat merasa lelah. Hal tersebut terjadi karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

3. Sering berdebar dan tidak nyaman
Penderita akan sering merasa berdebar dan perasaan tidak nyaman, misalnya sesak napas.

Gejala ini disebabkan adanya gangguan hantaran sinyal listrik di otot jantung yang menyebabkan denyut jantung menjadi tidak normal.(lin)

Editor : Redaksi
#penyakit jantung #kesehatan jantung #hidup sehat #info sehat