Jaga Lutut untuk Usia Lanjut, Tetap Gagah di Masa Tua

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 21:02 WIB
ilustrasi, lutut adalah salah satu sendi terbesar dan paling kompleks di tubuh manusia. (freepik.com)
ilustrasi, lutut adalah salah satu sendi terbesar dan paling kompleks di tubuh manusia. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Lutut, bagian tubuh ini sepertinya sepele dan kadang terbiarkan saja.

Padahal, lutut merupakan salah satu sendi terbesar dan paling kompleks di tubuh manusia. Karenanya manusia berjalan, duduk, berdiri dan sebagainya.

Namun, karena perannya yang vital, lutut juga sangat rentan terhadap cedera dan penyakit seperti osteoartritis.

Melansir laman Arthritis Foundation, Selasa (31/3/2026) adalah nyata usia  bisa mengubah kondisi tubuh. Tetapi, bukan berarti Anda tidak bisa menjaganya.

Nah, jika tidak dijaga, masalah lutut bisa menjadi penghalang besar dalam menjalani aktivitas harian.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Mentan Amran :  Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan 

Berikut beberapa cara memperkuat lutut pada usia 50 tahunan:

1. Rutin bergerak
Sendi lutut dirancang untuk bergerak. Aktivitas fisik rutin tidak hanya mengurangi kekakuan, tetapi juga memperkuat otot-otot di sekitar lutut yang memberikan penyangga alami.

Pilih latihan berdampak rendah seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau bersepeda statis. 

Aktivitas ini menjaga fleksibilitas, meningkatkan sirkulasi darah, dan menjaga berat badan tetap ideal.

2. Jaga berat badan
Setiap kilogram berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi lutut. 

Baca Juga: Bank Sumut Gelar Manasik Haji Akbar, Jadi Bekal 1.661 Calon Jamaah Menuju Baitullah 

Tak hanya beban mekanis, lemak tubuh juga memicu peradangan yang bisa memperparah nyeri lutut.

Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar 5-10 persen saja dapat mengurangi gejala nyeri secara signifikan.

3. Hindari cedera
Aktivitas berat atau olahraga dengan tekanan berulang seperti lari atau lompat bisa memperparah kondisi lutut.

4. Segera atasi cedera
Jika mengalami cedera lutut, terapkan prinsip RICE: rest (istirahat), ice (kompres es), compression (balut dengan perban elastis), dan elevation (angkat lutut lebih tinggi dari jantung).

Baca Juga: Ranperda Ketenagakerjaan Siantar Jadi Senjata Baru Tekan Pengangguran

5. Jangan abaikan rasa nyeri
Nyeri yang terus-menerus bukan hal normal. Bisa jadi itu tanda adanya radang sendi atau kerusakan pada jaringan lutut.

Penanganan dini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi fisik, obat pereda nyeri, suplemen sendi, hingga teknik relaksasi bisa membantu mengatasi nyeri.

6. Konsumsi makanan yang menyehatkan sendi
Pola makan bergaya mediterania yakni kaya sayuran, ikan, buah, dan kacang-kacangan terbukti menurunkan peradangan dan mendukung kesehatan sendi. 

7. Perhatikan postur tubuh
Postur tubuh yang buruk bisa menyebabkan tekanan tidak merata pada sendi, termasuk lutut. 

Baca Juga: LKPJ Langkat 2025, Akuntabilitas dan Capaian Pembangunan

Saat berdiri, tegakkan badan, tarik bahu ke belakang, dan sejajarkan kepala dengan tubuh.

Saat duduk, jaga punggung tetap lurus dan kaki menyentuh lantai. Postur yang baik membantu kerja otot menopang sendi lebih optimal.

8. Pilih sepatu yang nyaman
Hindari sepatu hak tinggi atau sepatu yang solnya keras. Gunakan sepatu dengan sol empuk dan mendukung lengkung telapak kaki.

Bila perlu, tambahkan orthotic atau insole khusus untuk membantu distribusi beban ke seluruh kaki.

9. Jaga kesehatan tulang
Sendi yang sehat memerlukan tulang yang kuat. Pastikan asupan kalsium dan vitamin D Anda tercukupi.

Konsumsi ikan seperti salmon atau tuna, serta produk susu atau sereal yang difortifikasi. Kurangi minuman bersoda dan kopi berlebihan yang bisa mengurangi penyerapan kalsium.(lin)

Editor : Redaksi
Kesehatan Lutut Usia Lanjut Aktif Jaga Sendi tips kesehatan hidup sehat