sumutpos.jawapos.com - Ketika ada yang ragu untuk donor darah, maka sebaiknya buang pikiran itu. Pasalnya, tindakan mulia itu terbukti menyehatkan fisik dan mental.
Adalah setiap dua detik, ada seseorang yang membutuhkan darah. Bahkan disebutkan, satu kali seseorang donor darah, maka ada hingga tiga nyawa yang terselamatkan.
Melansir Healthline, Kamis (2/4/2026), sebuah laporan dari Mental Health Foundation mengungkap bahwa membantu orang lain dapat mengurangi stres, meredam perasaan negatif, dan menumbuhkan rasa memiliki.
Pun darah tidak habis karena donor. Tubuh manusia dewasa memiliki sekitar 10 pint atau sekitar 5 liter darah.
Dalam sekali donor darah utuh (whole blood), Anda hanya menyumbangkan sekitar satu pint. Jumlah ini relatif kecil dan aman.
Baca Juga: Pedagang Menjerit, Netizen Ikut Bersuara: Harga Plastik Tinggi Jadi Sorotan Publik
Memang, setelah mendonorkan darah, mungkin merasa sedikit lelah. Jangan buru-buru panik atau khawatir, karena ini adalah proses yang normal.
Lelah dan letih disebabkan oleh turunnya sementara jumlah sel darah merah, komponen penting yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika jumlahnya berkurang, pasokan oksigen juga sedikit menurun, sehingga membuat tubuh terasa lemah.
Namun jangan khawatir, pasalnya tubuh akan langsung bekerja menggantikan apa yang hilang. Setelah donor darah, tubuh mulai bereaksi dan memulihkan diri secara otomatis.
Pertama adalah usai sel darah merah menurun. Dalam kondisi ini, tubuh akan memproduksi hormon erythropoietin yang memberi sinyal ke sumsum tulang untuk membuat sel darah merah baru.
Baca Juga: Terbukti Terima Suap Proyek Jalan, Mantan PPK BBPJN Sumut Heliyanto Divonis 5 Tahun Penjara
Proses ini dimulai dalam hitungan hari, dan membutuhkan waktu sekitar 4-8 minggu untuk benar-benar menggantikan seluruh sel darah merah yang hilang.
Untuk membantu proses ini, pendonor dianjurkan mengonsumsi suplemen zat besi dosis rendah (sekitar 18 miligram) selama 60 hari setelah donor.
Tubuh juga mulai mengganti trombosit yang hilang dengan memproduksi hormon thrombopoietin.
Hormon ini bertugas untuk merangsang sumsum tulang agar memproduksi megakariosit, sel besar yang akan pecah menjadi trombosit baru.
Dalam waktu sekitar satu pekan, kadar trombosit akan kembali normal.
Baca Juga: Jaga Lutut untuk Usia Lanjut, Tetap Gagah di Masa Tua
Dan yang terakhir adalah plasma, komponen darah cair yang sebagian besar terdiri dari air. Penting bagi setiap orang untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup setelah donor.
Setelah donor, otak dan ginjal akan merespons penurunan volume air dengan mempertahankan cairan dan merangsang rasa haus.
Dalam beberapa hari, plasma dan protein penting di dalamnya seperti antibodi dan faktor pembekuan akan pulih.
Proses pemulihan ini adalah bagian dari kerja rutin tubuh. Bagi orang sehat, mendonorkan darah tidak membahayakan karena tubuh memiliki sistem pemulihan yang canggih. (lin)
Editor : Redaksi