Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Posisi Tidur yang Bisa Bikin Nyaman Penderita GERD

Redaksi • Rabu, 6 Mei 2026 | 23:05 WIB
ilustrasi, salah posisi tidur bisa bikin penderita GERD makin tidak nyaman. (freepik.com)
ilustrasi, salah posisi tidur bisa bikin penderita GERD makin tidak nyaman. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Posisi tidur bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung ternyata penting, terutama saat makam.

Pasalnya, jika salah posisi tidur, penderita GERD akan mengalami ketidaknyamanan karena penyakit itu memang sering kambuh saat malam.

Melansir Sleep Foundation, Rabu (6/5/2026), itulah sebab memperbaiki posisi tidur jadi salah satu solusi tidur nyenyak untuk pengidap asam lambung atau GERD.

Ini karena hampir 60 persen pengidap GERD mengaku memiliki masalah tidur.

Gejala GERD yang kambuh setelah berbaring biasanya akan membuat seseorang sulit untuk tertidur. 

Beberapa gejala itu di antaranya sensasi panas di dada, nyeri dada, sensasi ada yang mengganjal di tenggorokan, hingga sesak napas.

Untuk itu, setiap pengidap asam lambung perlu memperhatikan posisi tidur yang tepat.

Beberapa penelitian menemukan, miring ke kiri menjadi posisi tidur terbaik untuk asam lambung. 

Tidur dengan menghadap ke kiri dapat mengurangi episode refluks dan paparan esofagus terhadap asam lambung.

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menggunakan bantal tebal atau dua bantal sekaligus. 

Posisi kepala yang lebih tinggi baik untuk aliran asam lambung. Setidaknya kepala berada pada 15 sentimeter (cm) di atas dada.

Seperti diketahui, GERD merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan melemahnya katup esofagus. Lemahnya katup membuat cairan asam yang diproduksi di lambung dengan mudah kembali naik ke kerongkongan.

Kondisi tersebut bisa memicu sejumlah gejala. Mulai dari sensasi mengganjal di tenggorokan hingga sesak napas sering kali bikin proses tidur di malam hari jadi terganggu.

Banyak pengidap GERD mengalami kekambuhan di malam hari, utamanya jelang tidur. Mengapa demikian?

Jawabnya, makan terlalu malam bisa jadi salah satu penyebabnya. Dengan makan terlalu malam, jarak antara makan dan tidur semakin tipis.

Posisi berbaring terlentang saat tidur sendiri tidak membantu makanan dan asam masuk ke dalam kerongkongan dan sistem pencernaan. Akibatnya, cairan asam akan terkumpul di lokasi yang salah.

Oleh karena itu, pengidap asam lambung selalu dianjurkan untuk memberi jeda waktu setidaknya dua jam dari waktu makan menuju waktu tidur. Dua jam dianggap cukup untuk proses pencernaan yang optimal.

Selain itu, menu makan malam yang terlalu berat juga bisa memicu kekambuhan asam lambung di malam hari. Hal ini membuat proses pencernaan jadi membutuhkan waktu lebih lama.(lin)

Editor : Redaksi
#Tips Tidur Sehat #gerd #Gaya Hidup Sehat #kesehatan pencernaan #asam lambung