Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tak Perlu Implan? Ilmuwan Jepang Kembangkan Obat agar Gigi Bisa Tumbuh Kembali

Redaksi • Rabu, 13 Mei 2026 | 21:01 WIB
Ilustrasi. Obat penumbuh gigi baru sedang diuji coba oleh Jepang. (Freepik.com)
Ilustrasi. Obat penumbuh gigi baru sedang diuji coba oleh Jepang. (Freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com – Kehilangan gigi selama ini identik dengan dua pilihan: memasang implan atau menggunakan gigi palsu. Namun, perkembangan terbaru dari Jepang membuka kemungkinan yang selama ini terdengar seperti fiksi ilmiah, gigi manusia dewasa dapat tumbuh kembali secara alami.

Melansir Instagram @lambegosiip, Rabu (13/5/2026), para peneliti di Jepang tengah menguji obat eksperimental bernama TRG-035, terapi regeneratif yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan gigi baru pada manusia. Jika seluruh tahapan uji klinis berjalan sesuai rencana, obat ini berpotensi menjadi salah satu terobosan terbesar dalam dunia kedokteran gigi modern.

TRG-035 bekerja dengan menargetkan protein bernama USAG-1, protein yang selama ini berperan menghambat pertumbuhan gigi baru. Dengan memblokir protein tersebut, para peneliti berharap dapat “membangunkan” tunas gigi dorman yang secara alami masih tersimpan di rahang manusia.

Baca Juga: KAI Divre I Sumut Perkuat Keselamatan Operasional Jelang Libur Panjang Lewat Apel Safety Awareness

Tunas gigi ini selama bertahun-tahun dianggap tidak aktif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa potensi biologis tersebut masih ada dan dapat dirangsang agar berkembang menjadi gigi utuh.

Penelitian ini dipimpin oleh tim ilmuwan Jepang yang telah mengembangkan teknologi regenerasi gigi selama hampir tiga dekade. Dalam uji praklinis pada hewan, terapi ini dilaporkan berhasil menumbuhkan gigi baru yang fungsional.

Saat ini, uji klinis fase awal dilakukan pada sejumlah pria dewasa untuk memastikan keamanan penggunaan obat pada manusia. Target awal terapi ini adalah penderita kelainan bawaan yang menyebabkan sebagian gigi tidak tumbuh sejak lahir.

Baca Juga: MK Tolak Uji Materi UU IKN, Netizen: “Berarti Secara Hukum Ibu Kota Masih Jakarta”

Meski demikian, para peneliti optimistis teknologi ini di masa depan dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk untuk mereka yang kehilangan gigi akibat kerusakan, kecelakaan, maupun pertambahan usia.

Jika semua tahapan penelitian berjalan sesuai harapan, obat ini diperkirakan bisa tersedia secara terbatas sekitar tahun 2030.

Terobosan ini disambut antusias oleh banyak orang. Bagi jutaan pasien yang selama ini mengandalkan implan dan gigi palsu, teknologi ini menghadirkan harapan bahwa kehilangan gigi tak lagi bersifat permanen.

Di media sosial, kabar ini langsung memancing beragam komentar dari warganet.

Baca Juga: Dua Pelaku Begal Sadis di Binjai Terancam 12 Tahun Penjara, Pelajar Dibacok saat Pertahankan Motor

“Kalau ini benar berhasil, dokter gigi bakal masuk era baru.”

“Semoga nanti biayanya lebih murah daripada pasang implan.”

“Jepang memang selalu bikin inovasi yang di luar dugaan.”

“Kalau gigi bisa tumbuh lagi, nggak perlu takut kehilangan gigi di usia tua.”

“Ini kabar terbaik buat yang trauma ke dokter gigi.”

Baca Juga: Kapolres Labuhanbatu Cek RTP, Bangun Harapan dan Motivasi bagi Para Tahanan

Meski terdengar menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa TRG-035 masih berada dalam tahap penelitian. Keamanan dan efektivitas jangka panjang tetap harus dibuktikan sebelum terapi ini dapat digunakan secara luas.

Namun, satu hal yang pasti, dunia kedokteran gigi sedang memasuki babak baru. Apa yang selama ini hanya menjadi angan-angan menumbuhkan kembali gigi yang hilang, perlahan mulai mendekati kenyataan.(lin)

Editor : Redaksi
#inovasi kesehatan #Penumbuh Gigi #Obat Gigi #Teknologi Medis #kesehatan gigi