Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Biarkan Luka Berair Terus Basah, Lakukan Cara Ini Biar Cepat Kering

Redaksi • Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB
 ilustrasi, luka berair biasanya muncul setelah luka gores diperban. (freepik.com)
ilustrasi, luka berair biasanya muncul setelah luka gores diperban. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pernah mengalami luka berair? Ya, cairan yang muncul setelah luka diperban.

Melansir Cleveland Clinic, Minggu (24/5/2026), meski keluarnya cairan ini normal, luka berair yang terus-menerus dan berlebihan bisa menjadi tanda infeksi.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengobati luka berair agar cepat kering dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Sebagai informasi, kondisi luka barair ini disebut sebagai serous drainage, yakni cairan bening atau kekuningan keluar dari luka. Cairan serum darah ini menandakan proses penyembuhan.

Baca Juga: Tak Mau Demensia ketika Usia Lanjut? Segera Lakukan Senam Otak Ini

Berikut beberapa cara mengeringkan luka berair dengan cepat dan agar luka sembuh tanpa bekas parut:

1. Bersihkan luka dengan air mengalir
Langkah pertama mengobati luka berair agar cepat kering, yaitu dengan membersihkan luka secara menyeluruh. 

Bilas luka dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi risiko infeksi.

Hindari penggunaan sabun langsung pada luka, karena dapat menyebabkan iritasi. 

Baca Juga: Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan

Jika terdapat kotoran yang sulit dibersihkan, gunakan pinset yang sudah disterilkan dengan alkohol untuk mengangkatnya.

Selain itu, jangan gunakan hydrogen peroxide atau iodine karena kedua bahan ini dapat merusak jaringan kulit dan memperlambat penyembuhan.

2. Oleskan antibiotik atau petroleum jelly
Setelah luka bersih, oleskan lapisan tipis salep antibiotik atau petroleum jelly pada permukaan luka. 

Baca Juga: Siapa Bilang Kucing Tidak Boleh Makan Nasi? Ini Cara Amannya

Cara ini bisa membantu menjaga kelembapan luka, sehingga proses penyembuhan berjalan optimal dan mencegah pembentukan jaringan parut berlebih.

Namun, kalau Anda mengalami reaksi alergi seperti ruam setelah pemakaian salep, hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter.

3. Gunakan gel aloe vera
Gel dari daun lidah buaya atau aloe vera sudah lama dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk luka berair.

Aloe vera memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang dapat mempercepat regenerasi jaringan kulit.

Baca Juga: PDM Medan Gelar Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah, Guru Besar UIN Sumatera Utara Sampaikan Tausyiah

Anda bisa mengoleskan gel secara langsung pada luka beberapa kali dalam sehari. Hal ini untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

4. Oleskan madu tipis-tipis
Bahan alami yang satu ini paling banyak diteliti untuk pengobatan luka. Dengan sifat antibakterinya, madu bisa digunakan sebagai alternatif pembalut luka.

Oleskan madu murni tipis-tipis pada luka, lalu tutup dengan perban steril. Madu bisa membantu mencegah infeksi sekaligus menjaga kelembapan luka agar cepat kering.

5. Pasta kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, zat anti-inflamasi dan antimikroba yang bisa mempercepat penyembuhan luka.

Anda bisa membuat pasta kunyit dengan mencampurkan bubuk kunyit dan sedikit air, lalu oleskan pada luka.

Baca Juga: Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD, Ketahui Persyaratannya

Meski penelitian pada manusia masih terbatas, penggunaan kunyit secara topikal dipercaya dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

6. Minyak kelapa
Penggunaan minyak kelapa pada luka dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan menjaga kelembapan kulit.

Hal ini karena minyak kelapa mengandung monolaurin, asam lemak yang memiliki sifat antimikroba.

Oleskan minyak kelapa secara lembut pada area luka beberapa kali sehari untuk mendukung proses penyembuhan.(lin)

Editor : Redaksi
#Luka Berair #Perawatan Luka #Aloe Vera #kesehatan kulit #tips kesehatan