Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tidak Tidur Bisa Mengancam Nyawa,  Ini Bahayanya Sesuai Hitungan Jam

Redaksi • Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB
ilustrasi, kurang tidur sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, bahkan bisa mengancam nyawa. (pexels.com)
ilustrasi, kurang tidur sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, bahkan bisa mengancam nyawa. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Jangan sepelekan kurang tidur atau malah tidak tidur sama sekali, pasalnya hal ini bisa mengancam nyawa.

Bahkan, risiko kurang tidur bisa dihitung dalam hitungan jam. Maksudnya, durasi tidak tidur memiliki bahaya tersendiri.

Melansir Healthline, Selasa (9/6/2026),  memang tidak tidur tak secara langsung membunuh tapi dapat secara signifikan meningkatkan risiko penyakit serius.

Kurang tidur selama 1-2 malam saja bisa menyebabkan tubuh lemas dan tidak produktif, bagaimana jika lebih?

Berikut risiko tidak tidur sesuai durasinya:

1. Sehari (24 jam)
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), begadang selama 20-25 jam memengaruhi fokus dan kinerja, sama seperti memiliki kadar alkohol dalam darah sebesar 0,10 persen.

Kondisi ini bisa dianggap mabuk dan sebaiknya hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang berpotensi tidak aman.

Baca Juga: Cindy Warga Medan Area Diduga Gelapkan Dana Perusahaan Rp2 Miliar

Selain itu, efek lainnya adalah mengantuk di siang hari, pikiran kabur, perubahan suasana hati, sulit fokus, gemetar, otot tegang, dan kesulitan melihat atau mendengar.

2. Satu setengah hari (36 jam)
Setelah 36 jam tanpa tidur, seseorang akan merasakan dampak yang jauh lebih besar pada kesehatan dan fungsi tubuh. Tubuh akan meningkatkan produksi kortisol (hormon stres).

Anda mungkin akan merasakan perubahan suasana hati dan nafsu makan, peningkatan stres, atau menggigil dan perubahan lain pada suhu tubuh.

Asupan oksigen tubuh juga dapat menurun saat terjaga selama jangka waktu ini. 

Baca Juga: Polda Sumut Perketat Pengawalan ASEAN U-19 2026 hingga Akhir Pertandingan

Lalu berdampak pada memori, penurunan energi dan motivasi, rentang perhatian yang pendek atau ketidakmampuan untuk memperhatikan.

Kemudian mengalami kesulitan kognitif, termasuk kesulitan dalam penalaran atau pengambilan keputusan, kelelahan dan kantuk yang hebat, dan kesulitan berbicara dengan jelas atau menemukan kata yang tepat.

3. Dua hari (48 jam)
Ketika tidak tidur selama 48 jam, tubuh terasa lesu, sulit untuk berkonsentrasi atau mengingat sesuatu. Efek kurang tidur selama 2 hari juga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.

Hal ini meningkatkan peluang seseorang untuk sakit, karena sistem kekebalan tubuh mungkin tidak dapat melawan penyakit seefektif biasanya.

Baca Juga: Bapenda Kota Medan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pojok PBB di MPP Roadshow Medan Amplas

Setelah dua hari penuh tanpa tidur, orang sering mulai mengalami microsleep, yakni kehilangan kesadaran sebentar, mulai dari beberapa detik hingga setengah menit.

Anda tidak menyadari apa yang terjadi sampai sadar kembali dan terbangun dengan sedikit kebingungan dan rasa kantuk.

4. Tiga hari (72 jam)
Jika Anda telah 72 jam tanpa tidur, mungkin akan kesulitan untuk fokus pada percakapan, pekerjaan, dan bahkan pikiran sendiri. 

Aktivitas sederhana, seperti bangun untuk mencari sesuatu, mungkin tampak terlalu sulit untuk dipikirkan.

Baca Juga: Anggota Satpol PP Dairi Diduga Coba Akhiri Hidup di Ladang, Kini Dirawat Intensif di Medan

Bersamaan dengan kelelahan ekstrem ini, detak jantung juga akan jauh lebih cepat dari biasanya. Tidak jarang mengalami perasaan depresi, kecemasan, atau paranoia setelah tidak tidur selama beberapa hari.

Tidak tidur selama jangka waktu ini juga dapat memengaruhi persepsi terhadap realitas, yang dapat menyebabkan ilusi dan halusinasi.

5. Empat hari (96 jam)
Jika sudah lebih dari 36 jam dan seseorang masih tidak bisa tidur, sebaiknya segera temui profesional untuk mendapatkan penanganan.

Jika Anda tidak tidur selama 96 jam, efek samping yang yang muncul akan memburuk. 

Baca Juga: 80 Tahun SPS: Momentum Inovasi dan Penguatan Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat

Anda mungkin akan mulai mengalami halusinasi yang lebih sering dan peningkatan paranoia. Pada akhirnya, gejala psikosis dapat memicu pemutusan hubungan dengan realitas.

Risiko mengalami kecelakaan saat mengemudi atau melakukan tugas yang berisiko akan meningkat pesat seiring dengan semakin kurangnya tidur.

6. Lebih dari empat hari (96 jam lebih)
Mencapai batas 96 jam tanpa tidur dapat berdampak besar pada otak dan kesehatan secara keseluruhan. Untuk sebagian orang, hal ini bisa mengancam jiwa.

Tanpa tidur, otak akan mulai berhenti berfungsi dengan baik dan hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ. (lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #Bahaya Begadang #Tidur sehat #gangguan tidur #kurang tidur