Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tangan Berkeringat tapi Tidak Sedang Berolahraga, Ini Penyebabnya

Redaksi • Rabu, 10 Juni 2026 | 22:15 WIB
ilustrasi, tangan berkeringat kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. (pexels.com)
ilustrasi, tangan berkeringat kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Anda tidak sedang berolahraga fan udara sedang normal, tapi tangan berkeringat dan basah, mengapa?

Pertanyaan di atas tentu sangat wajar, pasalnya tangan berkeringat memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melansir Very Well Health, Rabu (10/6/2026), tangan berkeringat sebenarnya hal biasa. Namun saat keringat terus muncul bisa jadi itu tanda palmar hyperhidrosis. 

Nah, penyebab palmar hyperhidrosis dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Faktor emosional dan psikologis
Stres, kecemasan, rasa takut, dan gugup menjadi penyebab paling umum tangan berkeringat.

Dalam kondisi emosional tertentu, tubuh melepaskan zat bernama asetilkolin yang merangsang saraf postganglionik menyebabkan keluarnya keringat secara spontan. 

Baca Juga: Guru Bahasa Bali Viral karena Coretan Lucu di Tugas Siswa, Bikin Anak Semangat Belajar

Keringat dapat berlanjut hingga stres mereda.Pada sebagian orang, respons ini terjadi secara berlebihan. 

Bahkan, hanya dengan membayangkan situasi yang menegangkan, keringat dapat langsung keluar dari telapak tangan.

2. Gangguan hormon dan metabolisme
Ketidakseimbangan hormon jadi salah satu penyebab tangan berkeringat berlebihan. 

Kondisi seperti hipertiroid, diabetes, hipoglikemia, kehamilan, hingga menopause dapat memengaruhi kerja sistem saraf dan kelenjar keringat.

Baca Juga: Visa AS Hambat Wasit Terbaik Afrika, FIFA Dikecam soal Penugasan Piala Dunia 2026

Perubahan hormon ini membuat tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan, sehingga produksi keringat meningkat, termasuk di area tangan.

3. Masalah saraf dan penyakit tertentu
Gangguan pada sistem saraf turut berperan dalam palmar hyperhidrosis. 

Penyakit seperti parkinson, cedera sumsum tulang belakang, stroke, hingga gangguan nyeri kronis karena cedera dapat mengganggu sinyal saraf yang mengatur keringat.

Dalam beberapa kasus, tumor jinak maupun ganas yang memengaruhi sistem saraf atau hormon juga bisa menyebabkan telapak tangan terus berkeringat.

4. Infeksi atau kondisi serius
Infeksi tertentu dapat mengganggu pusat pengatur suhu tubuh di otak. 

Tuberkulosis dan sepsis, misalnya, diketahui dapat menyebabkan keringat berlebih, termasuk pada tangan, akibat perubahan kadar zat kimia dalam tubuh.

Baca Juga: Medan Sudah Saatnya Memiliki BRT, untuk Mengurangi Kemacetan

Meski jarang, tapi kondisi ini perlu diwaspadai bila keringat berlebihan disertai demam, penurunan berat badan, atau keluhan lain yang tidak biasa.

5. Pengaruh obat dan alkohol
Sejumlah obat diketahui memiliki efek samping berupa keringat berlebih. 

Antidepresan, obat nyeri jenis opioid, insulin, hingga obat antiinflamasi nonsteroid dapat memicu respons tersebut.

Konsumsi alkohol, termasuk saat fase putus alkohol, juga sering dikaitkan dengan tangan berkeringat berlebihan pada sistem saraf.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #Hyperhidrosis #tips kesehatan #tangan berkeringat #info sehat