Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Penderita Penyakit Saraf Sebaiknya Tidak Konsumsi Jenis Makanan Ini

Redaksi • Jumat, 19 Juni 2026 | 07:00 WIB
ilustrasi, gorengan menjadi salah satu jenis makanan yang baiknya dihindari oleh penderita penyakir saraf. (pexels.com)
ilustrasi, gorengan menjadi salah satu jenis makanan yang baiknya dihindari oleh penderita penyakir saraf. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pola makan atau makanan apa yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada kesehatan, termasuk, tentunya, penderita penyakit saraf.

Maksudnya, penderita penyakit saraf tidak bisa makan sembarang, ada pantangannya. Jika dilanggar maka sistem saraf akan mengalami gangguan.

Melansir Cleveland Clinic, Kamis (18/6/2026), penyakit saraf itu sendiri ada ratusan jenis. Ketika terganggu, bisa memengaruhi saraf di otak, sumsum tulang belakang, hingga saraf di seluruh tubuh.

Baca Juga: Riwayat Bullying Jadi Penghalang Masuk Kampus, 162 Calon Mahasiswa Ditolak Universitas Top Korea Selatan

Nah, berikut beberapa pantangan makanan bagi penderita penyakit saraf agar gejala tidak bertambah parah:

1. Gorengan
Gorengan tidak hanya sulit dicerna, tetapi juga dapat memperparah gejala penyakit saraf, terutama neuropati. 

Kandungan lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan peradangan dan merusak pembuluh darah, sehingga memperburuk kerusakan saraf.

Baca Juga: Pemkab Langkat Perkuat Sinergi dengan Kejati Sumut, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Lemak trans juga bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL), menurunkan kolesterol baik (HDL), dan mengganggu sirkulasi darah.

2. Makanan olahan
Makanan olahan sering mengandung lemak tidak sehat, pengawet, bahan tambahan, hingga gula tersembunyi yang dapat memicu peradangan kronis. 

Peradangan ini merupakan salah satu penyebab utama nyeri saraf dan gangguan fungsi saraf.

Baca Juga: Empat ABK KMN Teratai Kembali ke Indonesia

Selain itu, makanan olahan biasanya rendah vitamin penting, seperti B12, B6, dan folat yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan saraf. 

Contoh makanan jenis ini, antara lain keripik, biskuit, makanan beku siap saji, serta daging olahan seperti kornet dan sosis.

3. Makanan manis
Konsumsi gula berlebih juga dapat merusak saraf secara langsung ataupun tidak langsung, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes.

Gula meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat. Hal ini memicu stres oksidatif dan merusak serabut saraf kecil.

Baca Juga: Mentan Amran Sebut 90% Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS di Tingkat Petani

Selain itu, gula juga mengganggu kontrol metabolisme tubuh, menyebabkan kenaikan berat badan dan resistansi insulin yang memperburuk kondisi saraf.

4. Makanan tinggi garam
Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi sirkulasi darah. Dua faktor ini bisa memperburuk kerusakan saraf.

Makanan kalengan, daging olahan, serta makanan cepat saji biasanya mengandung natrium tinggi. 

Sebaiknya, pilih menu versi rendah garam atau ganti dengan rempah-rempah alami untuk memberi rasa pada makanan.

5. Makanan mengandung gluten
Gluten yang terdapat dalam jenis gandum tertentu, dapat memperburuk reaksi negatif pada penderita neuropati, terutama yang sensitif terhadap gluten.

Konsumsi gluten terus-menerus dapat memperparah gejala, seperti kelelahan dan gangguan saraf. 

Oleh karena itu, hindari produk roti, kue, cokelat, sereal, pasta, dan saus yang mengandung gluten.

6. Makanan yang terkontaminasi arsenik
Penderita penyakit saraf harus membatasi konsumsi makanan yang berpotensi mengandung arsenik. Biasanya, arsenik terdapat dalam beras putih ataupun merah.

Arsenik merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pestisida untuk membunuh hama tanaman. 

Jika kadar arsenik dalam makanan melebihi batas aman, zat ini dapat merusak saraf tubuh.(lin)

Editor : Redaksi
#Kesehatan Saraf #Neuropati #Pantangan Makanan #pola makan sehat #hidup sehat