Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Aluminum Foil Baik untuk Mengolah Makanan, tapi Tidak Semua Cocok: Ini Contohnya

Redaksi • Rabu, 1 Juli 2026 | 15:21 WIB
ilustrasi, aluminium foil jadi alat praktis dan serbaguna untuk mengolah makanan. (pexels.com)
ilustrasi, aluminium foil jadi alat praktis dan serbaguna untuk mengolah makanan. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Sebagian rumah tangga mengandalkan aluminium foil untuk memasak. Ini karena praktis dan serbaguna.

Ya, lembaran logam aluminium tipis dan lentur ini dapat menjaga suhu makanan dan membuat proses memasak jadi lebih cepat.

Namun, nyatanya, ahli kesehatan menyebut ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya dimasak tanpa memakai aluminium foil.

Melansir Real Simple, Rabu (1/7/2026), ada efek samping penggunaan aluminium foil, yakni saat proses memasak, aluminium bisa berpindah ke makanan dan ikut masuk ke tubuh ketika dikonsumsi.

Baca Juga: Ronny Tanuwijaya: Adu Penalti Tak Lagi Soal Teknik, tapi Pertarungan Mental

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dimasak menggunakan aluminium foil:

1. Tomat, jeruk, dan bumbu asam
Segala makanan yang masuk kategori asam seperti tomat, jeruk, juga bumbu asam tidak aman untuk dimasak memakai aluminium foil.

Pasalnya, makanan asam dapat menyebabkan lebih banyak aluminium larut ke dalam makanan, meningkatkan asupan aluminium, yang berpotensi menyebabkan masalah jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama.

2. Masakan asin
Selain masakan asam, masakan asin dapat membuat aluminium larut ke dalam makanan. 

Baca Juga: 10 Hari Hilang di Sei Bilah, Jasad Habib Zuhri Ditemukan 10 Kilometer dari Lokasi Tenggelam

Hidangan yang mengandung banyak garam sebaiknya tidak dimasak dalam aluminium foil. Hal ini untuk mencegah natrium klorida (garam) berinteraksi denagn ion aluminium.

3. Ikan
Riset menunjukkan aluminium foil dapat meresap lebih dalam pada ikan ketimbang potongan daging mamalia atau unggas. 

Hal ini berarti, ikan merupakan sumber protein yang sebaiknya tidak dipertemukan dengan aluminium foil. 

4. Kue kering
Jenis kue-kue kering biasanya matang lebih cepat pada suhu relatif rendah. 

Secara teknis, kue kering bisa dipanggang menggunakan aluminium foil. 

Baca Juga: Sumut Sabet Juara Umum II Kejurnas ITFun 2026, Borong 18 Medali Emas

Namun, bahan kue kering biasanya gampang menempel pada aluminium sehingga kue bisa hancur saat dikeluarkan.

5. Apa pun yang dipanaskan dengan microwave
Aluminium foil dan microwave sebaiknya tidak disatukan. 

Lembar aluminium yang terpapar sinar microwave dapat memicu percikan api, bahkan kebakaran.

Sisa makanan pun sebaiknya tidak disimpan dalam aluminium foil karena tidak kedap udara. 

Baca Juga: Peringatan HUT ke-436 Kota Medan, Hadi Suhendra : Pemko Medan Harus Mampu Wujudkan 'Maju untuk Semua'

Sisa makanan disarankan disimpan di wadah tahan microwave yang tertutup sehingga bisa langsung dipanaskan tanpa harus dibuka lagi.

6. Makanan yang dipanggang dalam waktu lama
Memasak menu dalam waktu berjam-jam menggunakan aluminium foil bukan ide bagus. 

Pasalnya, ini dapat menyebabkan lebih banyak aluminium terlepas ke dalam makanan Anda.

Riset yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health membuktikan hidangan panggang yang dimasak memakai aluminium foil mengandung aluminium jauh lebih tinggi ketimbang yang dimasak memakai wadah tahan oven.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Pangkas Harga BBM Non-Subsidi hingga 15 Persen

7. Makanan yang dimasak dengan suhu tinggi
Aluminium foil memang tahan suhu panas melebihi 1.000 derajat Fahrenheit (sekitar 537 derajat Celcius). 

Namun, Anda tetap perlu menghindari memasak dengan aluminium foil dalam suhu di atas 400 derajat.

Di atas suhu tersebut, logam bisa meresap ke dalam makanan.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #Aluminium Foil #Gaya Hidup Sehat #tips memasak