Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Penyiksaan Hewan di Masa Kecil Bisa Jadi Sinyal Risiko Perilaku Kekerasan di Masa Depan

Redaksi • Senin, 13 Juli 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi . Adanya hubungan antara tindakan menyiksa hewan dengan perilaku kekerasan ekstrem pada sebagian pelaku kejahatan di masa dewasa. (Instagram @lambegosiip)
Ilustrasi . Adanya hubungan antara tindakan menyiksa hewan dengan perilaku kekerasan ekstrem pada sebagian pelaku kejahatan di masa dewasa. (Instagram @lambegosiip)

 

sumutpos.jawapos.com - Sejumlah penelitian dalam psikologi forensik menemukan adanya hubungan antara tindakan menyiksa hewan dengan perilaku kekerasan ekstrem pada sebagian pelaku kejahatan di masa dewasa. Perilaku ini sering dianggap sebagai tanda peringatan karena dapat menunjukkan masalah serius terkait empati dan pengendalian emosi.

Melansir Instagram @lambegosiip, Minggu (12/7/2026), studi yang dikaji oleh lembaga penegak hukum seperti FBI Behavioral Science Unit menemukan bahwa banyak pelaku kejahatan dengan kekerasan berat memiliki riwayat kekerasan terhadap hewan saat masa kanak-kanak atau remaja. Meski tidak semua anak yang menyakiti hewan akan tumbuh menjadi pelaku kriminal, pola tersebut tetap menjadi indikator yang perlu diperhatikan.

Dalam psikologi, tindakan menyakiti hewan dengan sengaja dan berulang dapat menunjukkan rendahnya rasa empati, ketidakmampuan memahami penderitaan makhluk lain, serta kecenderungan mencari kepuasan dari penderitaan. Jika perilaku ini tidak ditangani, risiko munculnya pola agresi yang lebih serius dapat meningkat.

Baca Juga: Tinggalkan Kebiasaan Ini kalau Tak Mau Asam Lambung Naik

Karena itu, para ahli menekankan pentingnya perhatian sejak dini. Perilaku kekerasan terhadap hewan bukan sekadar kenakalan, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah emosional atau perilaku yang membutuhkan pendampingan dan intervensi.

Banyak netizen menilai bahwa perilaku menyakiti hewan sejak kecil perlu menjadi perhatian serius, bukan sekadar dianggap sebagai kenakalan biasa. Mereka menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan empati, kasih sayang, dan menghargai kehidupan makhluk lain sejak dini.

Sebagian juga mengingatkan bahwa tidak semua anak yang pernah menyakiti hewan akan tumbuh menjadi pelaku kekerasan, namun perilaku tersebut tetap perlu diarahkan agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang lebih berbahaya di masa depan.(lin)

Editor : Redaksi
Psikologi Forensik Perilaku Manusia psikologi Kesehatan Mental empati