sumutpos.jawapos.com - Ketika terserang gatal, terutama karena alergi, sebaiknya hindari makanan tertentu agar tidak tambah runyam.
Maksudnya, makanan turut berkontribusi pada rasa gatal yang semakin parah.
Melansir dari Very Well Health, Rabu (22/7/2026) gatal terjadi ketika tubuh keliru mengenali makanan tertentu sebagai zat berbahaya dan memicu respons imun.
Dan, beberapa orang bisa langsung menghindari makanan pemicu alergi atau mengandung alergen ketika sudah memahami kondisi alerginya.
Namun, beberapa lainnya mungkin belum memahami penuh kondisi alerginya.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Tinjau Sekolah Rusak di Tebing Tinggi, Renovasi Didorong Masuk Program Nasional
Akibatnya, konsumsi makanan bisa sembarangan padahal bisa saja makanan yang dikonsumsi dapat membuat gatal semakin parah.
Berikut beberapa makanan yang perlu dihindari saat kulit masih gatal-gatal:
1. Tomat dan jeruk
Selain alergi makanan, beberapa bahan pangan dapat menyebabkan iritasi kulit atau sindrom alergi oral.
Makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal antara lain, tomat dan buah jeruk. Pada beberapa orang, keduanya dapat memicu rasa gatal di mulut, bibir, dan kulit.
2. Gandum
Gandum merupakan bahan yang banyak ditemukan dalam roti, pasta, dan makanan olahan.
Alergi gandum dapat menyebabkan gatal, biduran, dan gangguan pernapasan.
Baca Juga: Kesal Jalan Rusak 25 Tahun Tak Diperbaiki, Warga Pati Ubah Lubang Jalan Jadi Kolam Lele
Kondisi ini berbeda dengan penyakit celiac atau sensitivitas gluten, meski gejalanya bisa mirip.
Orang dengan riwayat asma atau eksim diketahui lebih rentan mengalami alergi gandum.
3. Kedelai
Kedelai dan produk turunannya seperti tahu, tempe, susu kedelai, serta makanan olahan berbasis kedelai kerap memicu gatal, terutama di area wajah dan mulut.
Alergi kedelai lebih sering terjadi pada anak-anak dan sebagian dapat menghilang saat dewasa.
Namun, pada kondisi gatal-gatal aktif, kedelai tetap disarankan untuk dihindari.
4. Kacang-kacangan
Kacang tanah dan kacang pohon seperti almond, mete, kenari, dan pistachio termasuk pemicu alergi yang paling umum.
Reaksi alergi akibat kacang dapat menyebabkan gatal di kulit, mulut, hingga tenggorokan.
Baca Juga: Dipimpin Putra Daerah, RSUD Djoelham Siap Buka Layanan Pasang Ring Jantung
Alergi pada kacang juga dapat memicu reaksi berat seperti anafilaksis yang berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.
Oleh karena itu, penderita alergi kacang dianjurkan benar-benar menghindari produk yang mengandung atau berpotensi terkontaminasi kacang.
5. Makanan laut
Kerang, udang, kepiting, lobster, hingga cumi-cumi kerap menjadi penyebab gatal-gatal akibat alergi makanan.
Reaksi alergi makanan laut sering kali bersifat berat dan cenderung menetap seumur hidup, terutama jika muncul pertama kali saat dewasa.
Baca Juga: Pegadaian Jalin Kesepakatan dengan Kejari Medan
Gejala yang dapat muncul antara lain gatal, ruam, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan.
Risiko kontaminasi silang di restoran juga cukup tinggi, sehingga penderita alergi perlu ekstra waspada saat makan di luar.
6. Ikan
Alergi ikan berbeda dengan alergi makanan laut bercangkang. Beberapa jenis ikan seperti tuna, salmon, belut dan kakap diketahui dapat memicu gatal dan ruam kulit pada orang yang sensitif.
Biasanya alergi ini baru muncul saat dewasa. Selain ikan segar, produk yang berasal dari ikan seperti saus ikan, suplemen omega-3, atau gelatin juga dapat memicu reaksi gatal-gatal.
7. Telur
Bagian putih telur merupakan salah satu penyebab alergi paling umum pada anak-anak.
Baca Juga: Mantan Kadis DLH Tebingtinggi Didakwa Korupsi Anggaran BBM Sampah, Rugikan Negara Rp863 Juta
Reaksi alergi telur dapat menimbulkan gatal, biduran, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan.
Sebagian besar anak memang dapat terbebas dari alergi telur seiring bertambahnya usia.
Namun, pada sebagian orang, telur juga dapat memperparah kondisi kulit seperti eksim yang disertai rasa gatal.
8. Susu dan produk olahannya
Susu dan produk turunannya jadi salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal.
Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Pada alergi susu, tubuh bereaksi terhadap protein dalam susu dan dapat memicu gatal-gatal, ruam, hingga gangguan pencernaan.
Produk olahan susu seperti keju, mentega, yogurt, dan es krim juga perlu dihindari oleh penderita alergi, karena protein susu tetap ada di dalamnya. (lin)
Editor : Redaksi