Jangan Asal Sarapan! Ternyata Waktu Makan Pagi Berpengaruh pada Kesehatan Jantung

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:00 WIB
ILUSTRASI: Sarapan dengan ubi diyakini dapat memberikan energi yang tahan lama. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Sarapan dengan ubi diyakini dapat memberikan energi yang tahan lama. (FREEPIK)

 

Sumutpos.jawapos.com – Selama ini, para ahli gizi menekankan pentingnya sarapan yang kaya protein dan serat untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya menu sarapan yang penting, tetapi juga waktu mengonsumsinya.

Dilansir dari RBC. Ukraina, para dokter dan pakar nutrisi, sarapan yang dilakukan lebih awal setelah bangun tidur dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sarapan Bukan Sekadar Mengenyangkan

Sarapan menjadi "bahan bakar" pertama bagi tubuh setelah berpuasa semalaman. Mengawali hari dengan makanan bergizi membantu mengendalikan rasa lapar sehingga mengurangi keinginan mengonsumsi camilan tinggi gula, garam, dan lemak sepanjang hari.

Baca Juga: Keberatan Putusan Harta Bersama, Linda Siapkan Banding dan Laporkan Hakim PA

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan berkaitan dengan meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dan profil lemak darah yang kurang sehat.

Dalam jangka panjang, kolesterol yang berlebihan dapat menumpuk di dinding pembuluh darah sehingga mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.

Waktu Terbaik untuk Sarapan

Ahli gizi Deborah Murphy menyarankan agar sarapan dilakukan sedini mungkin setelah memulai aktivitas pagi.

Sementara itu, pakar nutrisi Veronica Rose merekomendasikan sarapan dalam waktu maksimal dua jam setelah bangun tidur.

Baca Juga: Ayah Kandung di Langkat Ditangkap, Diduga Berkali-kali Setubuhi Anak hingga Hamil

Menurutnya, kebiasaan tersebut membantu tubuh mengatur rasa lapar dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko makan berlebihan saat siang maupun malam hari.

Sarapan lebih awal juga dikaitkan dengan pengendalian gula darah yang lebih baik, peningkatan konsentrasi saat bekerja, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Pilih Menu Kaya Serat

Selain waktu makan, kualitas menu sarapan juga memegang peranan penting.

Para ahli merekomendasikan memperbanyak makanan berbasis nabati, seperti:

Buah-buahan segar.
Oat gandum utuh.
Kacang-kacangan.
Biji-bijian.
Roti gandum utuh.

Makanan tersebut kaya akan serat larut, yang mampu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga mengurangi penyerapannya ke dalam aliran darah.

Buah segar juga menyediakan vitamin dan mineral penting, sedangkan roti gandum utuh mengandung vitamin B yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca Juga: Zainuddin Lubis Jadi Calon Ketua Perbati Sumut Gantikan Ondim

Sebaliknya, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi donat, pastry, dan makanan manis kemasan karena umumnya mengandung lemak jenuh dan gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Bukti dari Ribuan Orang

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 37.000 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang rutin melewatkan sarapan memiliki kadar lemak darah sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan secara teratur.

Kelompok yang tidak sarapan juga menunjukkan profil kolesterol yang lebih buruk, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

Lengkapi dengan Olahraga

Selain menjaga pola makan, dokter juga menyarankan untuk mengawali hari dengan aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal, orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang atau 75 menit olahraga intensitas tinggi setiap minggu.

Dengan mengombinasikan sarapan bergizi, waktu makan yang tepat, dan olahraga rutin, risiko penyakit jantung dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.(net/han)

Editor : Johan Panjaitan
dkter makan pagi jantung kolesterol sarapan