Jangan Sepelekan Tidur! Aturan 7:1 Disebut Mampu Menambah Harapan Hidup hingga 4 Tahun

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi, kebiasaan orang tidur memakai bantal tapi kadang tidur tanpa bantal justru bisa membantu tubuh. (pexels.com).
Ilustrasi, kebiasaan orang tidur memakai bantal tapi kadang tidur tanpa bantal justru bisa membantu tubuh. (pexels.com).

 

Sumutpos.jawapos.com– Tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan di tengah kesibukan sehari-hari. Padahal, kurang tidur secara kronis bukan sekadar membuat tubuh lelah, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan jantung hingga demensia.

Kabar baiknya, para ilmuwan mengungkap bahwa kebiasaan tidur yang sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Bahkan, pola tidur yang dikenal sebagai aturan 7:1 disebut berpotensi menambah harapan hidup hingga empat tahun jika diterapkan secara konsisten.

Dilansir dari Daily Mail, metode ini merupakan rekomendasi para peneliti dari London School of Economics (LSE) bersama perusahaan asuransi kesehatan Vitality untuk membantu menjaga kualitas tidur sekaligus kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Jangan Asal Makan Telur, Padukan dengan 4 Makanan Ini agar Nutrisinya Lebih Maksimal

Tidur, Sistem Pemulihan Terpenting bagi Tubuh

Saat tidur, tubuh tidak benar-benar beristirahat sepenuhnya. Justru pada malam hari berbagai proses penting berlangsung, mulai dari penurunan tekanan darah, perbaikan jaringan tubuh, hingga otak yang memproses informasi dan memperkuat memori.

Karena itu, kualitas tidur sama pentingnya dengan pola makan sehat maupun olahraga dalam menjaga kesehatan.

Apa Itu Aturan Tidur 7:1?

Aturan 7:1 merupakan pola tidur sederhana yang berfokus pada durasi dan konsistensi waktu tidur.

Baca Juga: Enam Fraksi DPRD Batu Bara Setujui Ranperda APBD 2025 dan Perubahan Status PT Pembangunan Batra Berjaya Menjadi Perseroda

Metode ini memiliki tiga prinsip utama:

Tidur tepat tujuh jam setiap malam.
Tidur dalam rentang waktu yang sama setiap hari, misalnya selalu antara pukul 22.30 hingga 23.30.
Menjalankan kebiasaan tersebut setidaknya lima malam dalam seminggu.

Menurut peneliti, target lima malam dipilih agar pola ini lebih realistis dan mudah dipertahankan. Dengan begitu, seseorang masih memiliki sedikit fleksibilitas pada akhir pekan tanpa mengganggu ritme tidur secara keseluruhan.

Manfaatnya Tidak Main-Main

Hasil analisis berskala besar menunjukkan bahwa orang yang menerapkan pola tidur 7:1 mengalami penurunan risiko kematian hingga 24 persen.

Selain itu, risiko menjalani perawatan di rumah sakit juga turun sekitar 7 persen dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur tidak teratur.

Baca Juga: Sule Angkat Bicara soal Putusan PTA Bandung, Tegaskan Tak Lagi Punya Hak atas Warisan Lina Jubaedah

Peneliti juga memperkirakan bahwa kebiasaan tidur berkualitas yang dijalankan secara konsisten dapat meningkatkan harapan hidup hingga empat tahun. Semakin dini kebiasaan ini dibangun, semakin besar pula manfaat kesehatan yang dirasakan dalam jangka panjang.

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Di sisi lain, para ilmuwan mengingatkan bahaya kurang tidur yang terjadi terus-menerus.

Orang yang hanya tidur kurang dari enam jam setiap malam memiliki risiko sekitar 20 persen lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang rutin tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Kurang tidur kronis juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, demensia, hingga gangguan metabolisme yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Konsisten Lebih Penting daripada Sesekali Tidur Lama

Banyak orang mencoba "membayar utang tidur" dengan tidur lebih lama saat akhir pekan. Namun, para ahli menilai konsistensi jadwal tidur jauh lebih penting dibandingkan sesekali tidur dalam durasi panjang.

Menjaga jam tidur yang teratur membantu ritme sirkadian tubuh bekerja optimal, sehingga proses pemulihan berlangsung lebih efektif dan kesehatan tetap terjaga.

Dengan menerapkan aturan 7:1 secara konsisten, Anda tidak hanya bangun dengan tubuh yang lebih segar, tetapi juga berpeluang menjaga kesehatan dan memperpanjang usia secara alami. (han)

Editor : Johan Panjaitan
aturan tidur kematian kronis jantung harapan hidup