Sumutpos.jawapos.com– Rambut rontok sering kali dikaitkan dengan stres, perubahan hormon, atau penggunaan produk perawatan yang kurang tepat. Namun, para ahli trikologi dan nutrisi mengingatkan bahwa penyebabnya juga bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Tanpa disadari, sejumlah makanan populer dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala, melemahkan akar rambut, hingga mempercepat kerontokan. Pola makan yang tinggi gula, lemak trans, garam, maupun karbohidrat olahan dapat menghambat pertumbuhan rambut sehat dan membuat helaian rambut tampak kusam.
Dilansir dari RBC. Ukraina, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya mulai dibatasi demi menjaga kesehatan rambut.
1. Makanan dan Minuman Manis
Kue, permen, minuman bersoda, hingga makanan penutup dengan kandungan gula tinggi ternyata menjadi salah satu musuh terbesar kesehatan rambut.
Kelebihan gula memicu proses glikasi, yakni ketika glukosa berikatan dengan protein penting seperti keratin dan kolagen yang menjadi struktur utama rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih rapuh, kehilangan elastisitas, dan tampak kusam.
Baca Juga: Franco Baresi Tutup Usia, Nomor 6 AC Milan Kini Menjadi Simbol Keabadian
Tak hanya itu, lonjakan gula darah juga meningkatkan kadar insulin yang dapat memicu produksi hormon androgen. Pada perempuan, kondisi ini kerap dikaitkan dengan penipisan rambut yang terjadi lebih cepat.
2. Fast Food dan Lemak Trans
Kentang goreng, burger, ayam goreng, hingga berbagai makanan cepat saji mengandung lemak trans yang berdampak buruk bagi kesehatan kulit kepala.
Lemak trans dapat mengganggu keseimbangan produksi minyak alami sehingga kulit kepala menjadi lebih berminyak. Kondisi tersebut berpotensi menyumbat pori-pori dan menghambat pertumbuhan rambut baru.
Selain itu, konsumsi lemak trans secara berlebihan juga meningkatkan peradangan dalam tubuh. Dampaknya, aliran darah menuju folikel rambut menjadi kurang optimal sehingga suplai oksigen dan nutrisi penting ikut berkurang.
3. Minuman Beralkohol
Konsumsi alkohol juga dapat memengaruhi kualitas rambut. Alkohol bersifat diuretik sehingga mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Saat tubuh kekurangan cairan, rambut menjadi lebih kering, kasar, mudah bercabang, dan gampang patah.
Tak hanya itu, alkohol turut mengurangi kadar mineral penting seperti zinc yang berperan besar dalam proses pertumbuhan rambut. Kekurangan zinc sering dikaitkan dengan meningkatnya kerontokan.
Baca Juga: Ingin Tubuh Tetap Sehat? Cukup Konsumsi 5 Makanan Kaya Vitamin Ini
4. Makanan Tinggi Garam
Keripik, kacang asin, makanan kaleng, hingga daging olahan dengan kadar garam tinggi juga perlu dibatasi.
Asupan garam berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Meski menyebabkan retensi cairan pada jaringan, sel-sel tubuh dan folikel rambut justru dapat mengalami dehidrasi.
Akibatnya, rambut kehilangan kilau alaminya, menjadi lebih mudah patah, bahkan kulit kepala berisiko mengalami ketombe kering dan rasa gatal.
5. Karbohidrat Olahan
Roti putih, mi instan, pasta berbahan tepung putih, serta aneka kue dari tepung terigu olahan memiliki efek yang hampir sama dengan gula.
Karbohidrat olahan cepat dipecah menjadi glukosa sehingga memicu lonjakan gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme sekaligus menghambat penyerapan vitamin B kompleks yang berperan penting dalam menjaga kekuatan dan ketebalan rambut.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, para ahli menyarankan mengganti karbohidrat olahan dengan produk gandum utuh atau whole grain yang lebih kaya serat, vitamin, dan mineral.
Kesehatan Rambut Berawal dari Pola Makan
Perawatan dari luar memang penting, tetapi kesehatan rambut sejatinya dimulai dari apa yang dikonsumsi setiap hari. Mengurangi makanan tinggi gula, lemak trans, garam, serta karbohidrat olahan, lalu memperbanyak makanan bernutrisi seimbang, dapat membantu menjaga kekuatan akar rambut dan mengurangi risiko kerontokan dalam jangka panjang.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan