Sumutpos.jawapos.com– Air minum merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kejernihan air tidak selalu menjadi jaminan bahwa air tersebut benar-benar aman dikonsumsi.
Air yang terlihat bersih bisa saja mengandung bakteri, logam berat, pestisida, nitrat, atau zat pencemar lain yang tidak dapat dikenali hanya dengan melihat, mencium, maupun mencicipinya.
Karena itu, memastikan keamanan air minum di rumah membutuhkan perhatian lebih dari sekadar memasang alat penyaring. Sumber air, kondisi filter, cara penyimpanan hingga pemeriksaan berkala menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: DPRD SU : Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan
Dilansir English jagran, berikut lima hal yang perlu diperhatikan setiap rumah tangga untuk menjaga kualitas air minum.
1. Kenali Sumber Air yang Digunakan
Langkah pertama adalah mengetahui dari mana air rumah tangga berasal. Air jaringan perpipaan, sumur maupun sumber air lainnya memiliki karakteristik dan potensi risiko yang berbeda.
Kebocoran pipa, saluran yang sudah tua, hingga kemungkinan terjadinya kontaminasi di sepanjang jaringan dapat memengaruhi kualitas air sebelum sampai ke keran rumah.
Perubahan warna, bau atau rasa yang terjadi secara tiba-tiba patut menjadi perhatian. Jangan menganggap perubahan tersebut sebagai hal biasa. Jika terjadi, masyarakat sebaiknya melaporkannya kepada pihak berwenang atau penyedia layanan air setempat.
Sistem penyaringan juga sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi dan sumber air yang digunakan, bukan semata-mata mengikuti rekomendasi umum.
2. Jangan Lupa Merawat Filter
Memasang alat pemurni air bukan berarti persoalan selesai. Filter memiliki masa pakai dan kemampuan penyaringan yang dapat menurun seiring waktu.
Masalahnya, filter yang sudah melewati masa pemakaian tidak selalu menunjukkan tanda yang mudah dikenali. Air tetap terlihat jernih, tetapi kemampuan menyaring kontaminan bisa saja sudah berkurang.
Baca Juga: Belum Pulih, Ayah Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Meninggal Dunia
Karena itu, penggantian filter harus dilakukan sesuai jadwal perawatan yang direkomendasikan. Kebiasaan memasang filter lalu melupakannya justru dapat membuat sistem penyaringan tidak bekerja optimal.
3. Perhatikan Cara Menyimpan Air
Air yang sudah dimurnikan tetap dapat terkontaminasi jika disimpan dalam wadah yang kotor atau tidak dirawat dengan baik.
Gunakan wadah bersih dan tertutup untuk menyimpan air minum. Kebersihan tempat penyimpanan perlu dijaga secara rutin agar air yang sebelumnya sudah melalui proses pemurnian tidak kembali tercemar.
Dengan kata lain, menjaga kualitas air merupakan proses berkelanjutan. Pemurnian dan penyimpanan sama-sama penting.
4. Jangan Mudah Percaya Klaim Produk
Berbagai produk pemurni air menawarkan beragam klaim mengenai kemampuan menghilangkan kontaminan. Konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan materi promosi ketika memilih produk.
Pemeriksaan melalui laboratorium independen dengan metode yang diakui secara ilmiah dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk menilai klaim mengenai kualitas air maupun kemampuan teknologi penyaringan.
Baca Juga: Sambut Maulid Nabi 1448 H, SDN 0910 Tobing Jae Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah
Alat pengukur TDS juga dapat digunakan sebagai salah satu indikator kondisi air. Namun, angka TDS tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan apakah air aman diminum.
5. Uji Air Secara Berkala
Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga keamanan air adalah banyak kontaminan berbahaya tidak memiliki warna, bau maupun rasa.
Logam berat, pestisida dan sejumlah zat pencemar lainnya bisa berada di dalam air tanpa memberikan tanda yang terlihat oleh mata.
Karena itu, pemeriksaan laboratorium menjadi penting, terutama bagi rumah tangga yang menggunakan air tanah atau berada di wilayah yang memiliki persoalan kualitas air.
Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi berbagai parameter penting, termasuk bakteri, nitrat, pH dan zat pencemar tertentu. Pengujian juga layak dipertimbangkan setelah terjadi banjir, perubahan kondisi sumber air atau munculnya perubahan kualitas air secara tiba-tiba.
Air Jernih Belum Tentu Aman
Menjaga keamanan air minum pada akhirnya bukan perkara memilih alat penyaring paling mahal. Yang lebih penting adalah memahami sumber air, merawat sistem pemurnian, menjaga kebersihan wadah penyimpanan serta melakukan pemeriksaan ketika diperlukan.
Bahkan air yang tampak jernih sekalipun belum tentu bebas dari kontaminan yang membahayakan.
Baca Juga: DPRD SU : Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan
Karena itu, kebiasaan sederhana seperti memperhatikan perubahan warna, bau dan rasa, mengganti filter tepat waktu, menyimpan air dalam wadah bersih, serta melakukan pengujian berkala dapat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.
Intinya, jangan menunggu air berubah keruh untuk mulai peduli. Kualitas air yang aman justru perlu dijaga sebelum masalah terlihat.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan