Jangan Anggap Sama, Ini Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2, Kenali Tandanya

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 22:19 WIB
Ilustrasi, diabetes hingga kini masih menjadi salah satu penyakit yang mematikan. (pexels.com)
Ilustrasi, diabetes hingga kini masih menjadi salah satu penyakit yang mematikan. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Secara umum diabetes adalah penyakit kronis terkait kadar gula darah yang tinggi. Namun, sejatinya ada perbedaan tiap tipenya.

Contohnya diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, meski sama-sama ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda.

Melansir Diabetes, Senin (31/8/2026), hingga saat ini, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah diabetes tipe 1. Sementara, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau setidaknya risikonya dikurangi melalui pola hidup sehat.

Baca Juga: Maulid Nabi 1448 H di Polres Labusel, Kapolres Tekankan Akhlak dan Integritas dalam Pengabdian

Karena itu, memahami perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 penting agar masyarakat dapat lebih waspada dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Berikut perbedaan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2:

1. Penyebab
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. 

Akibatnya, tubuh tidak mampu memproduksi insulin sama sekali.

Sementara itu, diabetes tipe 2 bukan penyakit autoimun. Pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi jumlahnya tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja secara efektif. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin.

2. Faktor risiko
Penyebab pasti diabetes tipe 1 hingga kini belum diketahui. Namun, faktor genetik dan riwayat keluarga diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

Baca Juga: Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan, 51 Jadwal dari dan Menuju Kualanamu Batal

Berbeda dengan tipe 1, diabetes tipe 2 memiliki lebih banyak faktor risiko yang sudah diketahui. 

Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, adanya riwayat keluarga, lingkar pinggang berlebih, obesitas, kelebihan berat badan, serta kurangnya aktivitas fisik.

3. Usia saat diagnosis
Diabetes tipe 1 sering kali didiagnosis pada anak-anak dan remaja, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat muncul pada usia berapa pun. 

Namun, sebagian besar kasus ditemukan sebelum usia 40 tahun.

Sebaliknya, diabetes tipe 2 lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan risikonya meningkat seiring pertambahan usia. 

Baca Juga: Oknum Kadus Gunung Meriah Dilaporkan ke Polres Dairi, Diduga Ancam Warga dengan Parang

Meski demikian, kasus diabetes tipe 2 pada anak dan remaja juga semakin banyak ditemukan akibat meningkatnya angka obesitas.

4. Kemunculan gejala
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah kecepatan munculnya gejala.

Pada diabetes tipe 1, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan berkembang dalam hitungan hari atau minggu. Karena berlangsung cepat, penderita sering kali segera menyadari ada yang tidak beres.

Sementara itu, diabetes tipe 2 berkembang lebih lambat. Gejalanya dapat muncul secara bertahap selama bertahun-tahun sehingga sering tidak disadari. 

Bahkan, sebagian orang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika komplikasi sudah muncul.

5. Penanganan
Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan terapi insulin seumur hidup karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon tersebut. 

Selain itu, mereka perlu memantau asupan karbohidrat, rutin memeriksa kadar gula darah, menerapkan pola makan sehat, dan aktif bergerak.

Baca Juga: PKB Deliserdang Perkuat Mesin Partai, 22 DPAC Disiapkan Hadapi Agenda Politik

Pada diabetes tipe 2, pengobatan tidak selalu membutuhkan insulin. 

Pada sebagian kasus, perubahan gaya hidup seperti menjaga pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan menurunkan berat badan sudah dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.

Namun, beberapa pasien tetap memerlukan obat-obatan atau terapi insulin sesuai kondisi masing-masing.(lin)

Editor : Redaksi
kesehatan Diabetes Tipe1 Diabetes Tipe2 diabetes gula darah