Stop Begadang! 5 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Tubuh Lebih Cepat Siap Tidur

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:00 WIB
ilustrasi, tidur lelap kadang menimbulkan suara ngorok bagi sebagian orang. (pexels.com)
ilustrasi, tidur lelap kadang menimbulkan suara ngorok bagi sebagian orang. (pexels.com)

 

 Sumutpos.jawapos.com-Tidur sering menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika kesibukan menumpuk. Pekerjaan yang belum selesai, terlalu lama menatap layar, makan malam terlalu larut hingga pikiran yang terus aktif membuat waktu istirahat semakin berantakan.

Padahal, tidur yang berkualitas bukan sekadar soal berapa lama seseorang memejamkan mata. Tubuh dan pikiran juga membutuhkan kondisi yang tepat agar benar-benar dapat beristirahat.

Karena itu, membangun kebiasaan sebelum tidur bisa menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki pola istirahat. Tidak harus dengan perubahan drastis. Beberapa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu tubuh mengenali kapan waktunya beristirahat.

Baca Juga: Punya Wajah Berjerawat? Kenali 5 Manfaat Lidah Buaya yang Bisa Jadi Perawatan Pendamping

Dilansir dari the Daily Jagran,  Ayurvedacharya Dr Partap Chauhan mengatakan, tidur atau nidra merupakan salah satu unsur penting yang mendukung kesehatan, selain pola makan dan gaya hidup.

Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa dicoba untuk mendapatkan tidur yang lebih nyaman?

1. Tidur dan Bangun pada Waktu yang Konsisten

Tubuh menyukai ritme yang teratur.

Membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu membangun pola tidur yang lebih konsisten. Kebiasaan ini juga membuat tubuh lebih mudah mengenali kapan waktunya beristirahat dan kapan harus kembali aktif.

Jika selama ini terbiasa tidur larut malam, jangan memaksakan perubahan secara mendadak. Memajukan waktu tidur secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih realistis.

Kuncinya bukan mengejar perubahan dalam satu malam, melainkan membangun rutinitas yang bisa dipertahankan.

2. Kurangi Paparan Layar Sebelum Tidur

Ponsel, laptop, dan televisi sering menjadi teman terakhir sebelum mata terpejam.

Namun, kebiasaan terus menatap layar hingga menjelang tidur dapat membuat tubuh sulit beralih dari kondisi aktif menuju suasana yang lebih tenang.

Baca Juga: Jangan Tunggu Motor Mogok! 8 Tanda CVT Motor Matic Mulai Bermasalah

Cobalah menghentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Waktu tersebut dapat dialihkan untuk membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, melakukan latihan pernapasan ringan, atau sekadar duduk tenang.

Mandi atau berendam dengan air hangat juga bisa menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat.

3. Bangun Rutinitas yang Menenangkan

Tidur yang berkualitas tidak selalu dimulai ketika kepala sudah berada di atas bantal.

Rutinitas sebelum tidur dapat menjadi sinyal bagi tubuh bahwa aktivitas hari itu telah selesai.

Salah satu praktik yang disarankan Dr Partap Chauhan adalah abhyanga, yakni pijat dengan minyak, termasuk memberikan pijatan lembut pada kaki menggunakan sedikit minyak hangat sebelum tidur.

Baca Juga: Kulit Kering Bikin Kusam? 7 Bahan Alami Ini Patut Dicoba

Bagi sebagian orang, ritual sederhana seperti ini dapat menjadi cara untuk memperlambat aktivitas dan menciptakan suasana yang lebih rileks.

Namun, penggunaan minyak tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Jika memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu, sebaiknya hindari produk yang berpotensi menimbulkan reaksi.

4. Hindari Makan Berat dan Kafein Terlalu Larut

Apa yang dikonsumsi menjelang tidur juga dapat memengaruhi kenyamanan saat beristirahat.

Makan malam dalam porsi besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur membuat sistem pencernaan tetap bekerja ketika tubuh seharusnya mulai memasuki fase istirahat.

Karena itu, pilih makanan yang lebih ringan dan beri jarak sekitar tiga jam antara waktu makan dan waktu tidur.

Makanan yang baru dimasak dan lebih mudah dicerna dapat menjadi pilihan dibandingkan makanan berat, berminyak, atau sangat diproses.

Baca Juga: Bukan Soal Wajah, 4 Sifat Pria Ini Diam-Diam Bikin Wanita Terpikat

Konsumsi kafein juga sebaiknya diperhatikan, terutama jika seseorang sensitif terhadap efek stimulasinya.

5. Ciptakan Kamar yang Mendukung Tidur

Kamar tidur bukan sekadar tempat untuk meletakkan kasur. Lingkungan di dalamnya ikut menentukan seberapa mudah tubuh memasuki kondisi istirahat.

Usahakan kamar tetap nyaman, gelap, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Gunakan seprai dan selimut yang bersih serta nyaman sehingga suasana kamar benar-benar mendukung waktu tidur.

Sebaliknya, hindari menjadikan kamar sebagai tempat untuk membawa persoalan pekerjaan atau percakapan yang memicu stres.

Jika memungkinkan, jauhkan layar yang terang dan aktivitas yang terlalu merangsang dari lingkungan tidur.

Tak Perlu Perubahan Drastis

Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

Serangkaian kebiasaan sederhana—mulai dari menjaga jadwal tidur, mengurangi penggunaan layar, menciptakan rutinitas yang menenangkan, memperhatikan waktu makan hingga membuat kamar lebih nyaman—dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola tidur yang lebih baik.

Yang terpenting adalah konsistensi. Kebiasaan baik yang dilakukan berulang kali akan lebih berarti daripada perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari.(net/han)

Editor : Johan Panjaitan
istirahat kebiasaan kualitas tidur tubuh