Sumutpos.jawapos.com-Makan malam kerap dianggap sekadar rutinitas untuk mengisi perut sebelum beristirahat. Padahal, pilihan menu dan waktu makan bisa ikut menentukan nyaman atau tidaknya tidur pada malam hari.
Makanan tertentu dapat membuat tubuh terasa terlalu kenyang, memicu gangguan pencernaan, hingga meningkatkan kewaspadaan ketika tubuh seharusnya mulai bersiap untuk tidur.
Tak hanya soal jenis makanan, porsi dan waktu makan juga tak kalah penting. Makan dalam jumlah besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur membuat sistem pencernaan masih bekerja ketika tubuh mulai memasuki fase istirahat.
Karena itu, memilih menu makan malam yang lebih ringan dan memperhatikan jarak waktu sebelum tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kualitas istirahat.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Pedagang UMKM di Lapangan Merdeka Binjai Tewas Ditimpa Dahan Pohon
Dilansir dari English Jagran, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi saat makan malam, terutama bagi orang yang sensitif terhadap jenis makanan tertentu.
1. Makanan dan Minuman Berkafein
Kafein menjadi salah satu zat yang perlu diperhatikan ketika dikonsumsi menjelang tidur. Kandungan ini dapat meningkatkan kewaspadaan sehingga membuat tubuh lebih sulit merasa mengantuk.
Kopi memang menjadi sumber kafein yang paling populer. Namun, kandungan serupa juga terdapat dalam teh, cokelat, minuman energi, serta sejumlah produk lainnya.
Efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam setelah dikonsumsi. Karena itu, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, minum kopi atau mengonsumsi produk berkafein pada sore hingga malam hari berpotensi membuat waktu tidur lebih sulit dan kualitas istirahat menurun.
2. Karbohidrat Olahan dalam Jumlah Berlebihan
Roti putih, pasta, nasi putih, serta berbagai makanan berbahan tepung bukan berarti pantangan saat makan malam. Persoalannya terletak pada porsi dan komposisi makanan secara keseluruhan.
Mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar dapat membuat sebagian orang merasa terlalu kenyang atau tidak nyaman. Menu makan malam juga sebaiknya tidak hanya bertumpu pada karbohidrat.
Baca Juga: 5 Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, PFI Medan dan Jurnalis Medan Gelar Doa Bersama
Menambahkan sumber protein, sayuran, dan serat dapat membuat makanan lebih seimbang sekaligus membantu memberikan rasa kenyang yang lebih proporsional.
3. Makanan yang Digoreng
Ayam goreng, kentang goreng, donat, dan berbagai makanan berminyak lainnya memang menggoda untuk disantap pada malam hari. Namun, kandungan lemak yang tinggi dapat membuat makanan lebih lama dicerna.
Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur, makanan berlemak dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. Pada sebagian orang, makanan tersebut juga dapat memperburuk keluhan refluks asam.
Sebagai alternatif, pilih makanan yang dimasak dengan cara lebih ringan, seperti dikukus, direbus, atau dipanggang.
4. Buah Citrus
Buah seperti jeruk, lemon, dan grapefruit dikenal kaya nutrisi. Namun, kandungan asamnya perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki kecenderungan mengalami refluks asam.
Mengonsumsi buah citrus menjelang tidur pada sebagian orang dapat memicu rasa perih atau sensasi asam yang naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut tentu dapat membuat waktu istirahat menjadi tidak nyaman.
Baca Juga: Tak Perlu Sok dan Gaya-gayaan, Sebaiknya Jangan Minum Kopi di Pesawat!
Meski demikian, buah citrus tidak otomatis mengganggu tidur setiap orang. Bagi mereka yang tidak memiliki masalah dengan makanan asam, buah-buahan tersebut tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
5. Keju dan Produk Susu Tinggi Lemak
Keju seperti cheddar, brie, dan parmesan memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan pada malam hari, makanan tersebut dapat membuat perut terasa terlalu penuh atau memicu ketidaknyamanan pada sebagian orang.
Terlebih bagi mereka yang sensitif terhadap produk susu, konsumsi keju atau produk susu tertentu dapat menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.
Jika keju kerap membuat tidur terasa kurang nyaman, membatasi porsinya dan menghindari konsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur bisa menjadi pilihan.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan