Sumutpos.jawapos.com-Gigi bersih bukan sekadar soal penampilan. Kondisi rongga mulut juga menjadi bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika masalah mulai muncul.
Menyikat gigi dengan teknik yang tepat, membersihkan sela-sela gigi, serta menjaga kebersihan rongga mulut merupakan langkah dasar untuk membantu mengendalikan penumpukan plak.
Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari bakteri dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara optimal, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi.
Selain perawatan dasar, sejumlah bahan alami juga kerap digunakan sebagai pelengkap untuk menjaga kebersihan mulut.
Baca Juga: Ini Daftar Nama-nama 44 Siswa SMKN 1 Merdeka Diduga Keracunan MBG, 39 Dirawat di Rumah Sakit
Dilansir dari NDTV, berikut sejumlah bahan yang disebut dapat membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut.
1. Soda Kue
Soda kue atau baking soda cukup populer digunakan dalam perawatan gigi rumahan. Bahan ini dapat membantu membersihkan permukaan gigi sekaligus membantu mengurangi plak.
Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Menggosok gigi terlalu kuat atau menggunakan soda kue secara berlebihan dapat mengiritasi gusi dan berpotensi menimbulkan masalah pada permukaan gigi.
Karena itu, soda kue sebaiknya tidak menggantikan perawatan utama. Menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride dan sikat berbulu lembut tetap menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi.
2. Jambu Biji
Jambu biji, termasuk daunnya, telah lama dikenal dalam berbagai praktik tradisional untuk membantu menjaga kebersihan rongga mulut.
Buah jambu biji mengandung vitamin C, sedangkan daunnya secara tradisional kerap dimanfaatkan dalam perawatan mulut.
Baca Juga: Pengembalian PNS Erwin Saleh Masih Proses, BKPSDM: Jabatan Eselon II Wajib Manajemen Talenta Kembali
Meski demikian, mengonsumsi jambu biji ataupun menggunakan daunnya tidak dapat menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi.
3. Cuka Putih
Cuka putih mengandung asam asetat yang memiliki sifat antimikroba. Hal inilah yang membuat cuka terkadang digunakan dalam berbagai metode pembersihan rumahan.
Namun, untuk gigi, penggunaannya perlu mendapat perhatian khusus. Kandungan asam pada cuka dapat mengikis enamel jika gigi terlalu sering terpapar atau menggunakan konsentrasi yang terlalu tinggi.
Karena itu, cuka putih bukan pilihan untuk menggantikan obat kumur maupun produk perawatan gigi yang direkomendasikan dokter gigi.
4. Kulit Jeruk
Kulit jeruk juga kerap digunakan dalam perawatan gigi rumahan. Sensasi segar dan kandungan senyawa tertentu membuatnya dipercaya dapat membantu menjaga kebersihan permukaan gigi.
Sebagian metode tradisional bahkan menyarankan menggosokkan bagian dalam kulit jeruk pada gigi.
Baca Juga: Dinas BMBKCK Sumut Optimalkan Kinerja Perbaiki Jalan Amblas di STM Hulu
Namun, buah sitrus juga mengandung asam. Paparan asam yang berlebihan dapat berdampak pada enamel gigi. Karena itu, penggunaan bahan asam pada gigi perlu dilakukan dengan hati-hati.
Setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam, berkumur menggunakan air dapat membantu membersihkan sisa asam dari rongga mulut.
5. Makanan Kaya Vitamin C
Stroberi, tomat dan sejumlah buah serta sayuran lainnya merupakan sumber vitamin C yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kesehatan secara umum, termasuk kesehatan rongga mulut.
Namun, ada perbedaan antara mengonsumsi buah dan mengoleskannya langsung ke gigi. Buah yang bersifat asam tidak seharusnya dijadikan metode utama untuk menghilangkan plak atau karang gigi.
Konsumsi buah tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi secara rutin.
6. Makanan Pedas
Makanan pedas memiliki efek yang cukup menarik terhadap kondisi mulut. Rasa pedas dapat merangsang produksi air liur.
Air liur berperan dalam membantu membersihkan sisa makanan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di dalam rongga mulut.
Baca Juga: Perkuat Kolaborasi, GM PLN UID Sumut Kunker Kerja ke Kantor Gubsu
Namun, bukan berarti mengonsumsi cabai atau makanan pedas dapat menghilangkan karang gigi. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi masing-masing orang.
Jangan Anggap Pengganti Sikat Gigi
Berbagai bahan alami tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola hidup yang mendukung kebersihan mulut, bukan sebagai pengganti perawatan gigi yang terbukti efektif.
Terlebih jika karang gigi sudah terbentuk dan mengeras. Menyikat gigi tidak cukup untuk mengangkat endapan tersebut.
Dalam kondisi seperti itu, pembersihan profesional oleh dokter gigi, termasuk scaling bila diperlukan, dapat dilakukan untuk menghilangkan karang gigi.
Pada akhirnya, cara paling sederhana tetap menjadi fondasi utama: menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, menjaga pola makan, serta memeriksakan kondisi gigi secara berkala.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan