Jangan Asal Keluar Sore Saat Musim Hujan, 6 Cara Ini Bantu Hindari Gigitan Nyamuk

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB
Beberapa cara dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk saat berada di luar rumah pada musim hujan.(Ilustrasi/Freepik)
Beberapa cara dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk saat berada di luar rumah pada musim hujan.(Ilustrasi/Freepik)

 

Sumutpos.jawapos.com-Musim hujan membawa udara yang lebih sejuk setelah cuaca panas. Namun, di balik suasana nyaman itu, ada satu ancaman kecil yang kerap muncul tanpa disadari: nyamuk.

Genangan air, lingkungan lembap, dan banyaknya tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biak membuat nyamuk lebih mudah ditemukan. Aktivitas serangga ini juga perlu diwaspadai saat sore hingga malam hari, terutama ketika masyarakat mulai beraktivitas di luar rumah.

Gigitan nyamuk bukan sekadar menimbulkan rasa gatal. Sejumlah penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk tertentu.

Karena itu, perlindungan sebaiknya tidak hanya dilakukan setelah digigit. Beberapa langkah sederhana dapat diterapkan sebelum keluar rumah, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat musim hujan.

Baca Juga: Pansus Plasma DPRD Batu Bara Dalami Kewajiban 20 Persen, Perusahaan Perkebunan Bakal Dipanggil

Dilansir dari englihs Jagran,  ada enam cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk saat berada di luar rumah pada musim hujan.

1. Pilih Pakaian yang Menutup Kulit

Cara paling sederhana untuk mengurangi area kulit yang dapat digigit adalah mengenakan pakaian tertutup.

Gunakan atasan berlengan panjang, celana panjang, serta kaus kaki ketika berada di luar rumah. Pilih pakaian yang tetap nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik agar tidak terasa gerah.

Pakaian berwarna terang juga dapat menjadi pilihan. Selain lebih nyaman saat sore hari, warna tersebut disebut cenderung tidak menarik perhatian nyamuk sebanyak warna gelap.

2. Gunakan Repelan yang Aman untuk Kulit

Pakaian tertutup dapat memberikan perlindungan tambahan, tetapi bagian tubuh yang masih terbuka tetap perlu diperhatikan.

Gunakan repelan atau obat antinyamuk yang sesuai untuk kulit pada area seperti tangan, kaki, leher, dan pergelangan kaki. Pilih produk berdasarkan petunjuk penggunaan dan pastikan penggunaannya sesuai dengan jenis kulit.

Bagi anak-anak, penggunaan repelan sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan dan pengawasan orang dewasa.

3. Hindari Lokasi yang Menjadi Favorit Nyamuk

Sore menjelang malam merupakan waktu yang perlu diwaspadai. Risiko gigitan dapat meningkat ketika seseorang beraktivitas di sekitar tempat yang lembap atau memiliki banyak genangan.

Baca Juga: Tubuh Mulai Cepat Lelah di Usia 60-an? Jangan Abaikan 5 Kebiasaan Ini

Area dekat saluran air, taman yang lembap, tumpukan barang, serta lingkungan dengan kebersihan kurang terjaga sebaiknya dihindari jika memungkinkan.

Ketika harus duduk atau makan di luar rumah, pilih lokasi yang bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Kipas angin juga dapat membantu karena aliran udara membuat nyamuk lebih sulit terbang mendekati tubuh.

4. Jangan Beraktivitas Dekat Genangan Air

Genangan air merupakan salah satu kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian selama musim hujan. Wadah terbuka seperti ember, botol, gelas, pot, atau benda lain yang dapat menampung air sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.

Sebelum duduk di teras, balkon, kafe luar ruangan, atau halaman rumah, periksa lingkungan sekitar dan pastikan tidak terdapat genangan air.

Menjaga lingkungan tetap bersih bukan hanya membantu mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, tetapi juga membuat aktivitas di luar rumah lebih nyaman.

5. Bahan Alami Bisa Menjadi Pelengkap

Sejumlah bahan alami seperti serai wangi, neem, minyak lemon eucalyptus, dan kamper kerap digunakan sebagai bagian dari upaya mengusir nyamuk.

Namun, penggunaannya sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya perlindungan. Efektivitas bahan alami dapat berbeda-beda, sehingga langkah utama seperti mengenakan pakaian tertutup, menggunakan repelan yang sesuai, dan menghindari lokasi berisiko tetap penting.

6. Siapkan Perlengkapan Antinyamuk Saat Bepergian

Jika harus beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam hari, tidak ada salahnya menyiapkan perlengkapan perlindungan sederhana.

Repelan dalam kemasan praktis, pakaian tambahan seperti jaket tipis, serta perlengkapan pribadi lainnya dapat dimasukkan ke dalam tas.

Baca Juga: BI Kucurkan Rp440 Triliun ke Perbankan, Likuiditas Didorong Masuk ke Sektor Riil

Perhatian ekstra juga perlu diberikan ketika bepergian bersama anak-anak dan orang lanjut usia. Pastikan area tempat beraktivitas tidak memiliki banyak genangan dan lakukan perlindungan sejak sebelum keluar rumah.

Sesampainya di rumah, mengganti pakaian dan membersihkan tubuh setelah beraktivitas di luar juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan diri. (net/han)

Editor : Johan Panjaitan
nyamuk efektif musim hujan Melindungi Perempuan dan Anak