Sumutpos.jawapos.com– Saat menjalani pengobatan, perhatian biasanya tertuju pada dosis dan jadwal minum obat. Namun, ada satu hal lain yang tak kalah penting: apa yang dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut.
Makanan dan minuman tertentu dapat memengaruhi cara tubuh menyerap, memetabolisme, atau merespons obat. Dalam kondisi tertentu, interaksi tersebut bahkan dapat mengubah efektivitas obat maupun meningkatkan risiko efek samping.
Masalahnya, beberapa makanan dan minuman tersebut merupakan konsumsi sehari-hari sehingga sering kali tidak dianggap memiliki kaitan dengan obat yang sedang digunakan.
Baca Juga: Jangan Asal Minum! 10 Minuman Ini Punya Peran untuk Menjaga Kesehatan Usus
Dilansir dari English Jagran, berikut lima makanan dan minuman yang perlu diperhatikan karena dapat berinteraksi dengan obat tertentu.
1. Jus Buah Tertentu
Tidak semua jus buah aman dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu. Beberapa jenis jus dapat memengaruhi proses penyerapan maupun metabolisme obat di dalam tubuh.
Jus grapefruit, misalnya, diketahui dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, termasuk beberapa jenis statin dan obat penghambat saluran kalsium. Jenis jus buah tertentu lainnya juga dapat memengaruhi metabolisme obat melalui kerja enzim di dalam tubuh.
Karena itu, sebelum mengonsumsi jus tertentu saat menjalani pengobatan, sebaiknya periksa petunjuk penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
2. Jus Cranberry
Jus cranberry juga perlu mendapat perhatian, khususnya bagi orang yang mengonsumsi warfarin, obat pengencer darah yang digunakan untuk membantu mencegah terbentuknya gumpalan darah.
Konsumsi cranberry dalam jumlah tertentu disebut dapat memengaruhi kerja warfarin dan berpotensi mengubah efek obat tersebut. Perubahan pola makan secara tiba-tiba juga sebaiknya dihindari selama menjalani terapi.
Baca Juga: Nama Shin Tae Yong Bergema, Kevin Diks: Tidak Baik untuk Pemain
Bagi pengguna warfarin, pola makan sebaiknya dijaga tetap konsisten. Jika ingin meningkatkan atau mengurangi konsumsi makanan maupun minuman tertentu, langkah tersebut sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
3. Keju
Keju dan sejumlah makanan lain yang mengandung tiramin cukup tinggi perlu diperhatikan oleh orang yang mengonsumsi obat golongan MAOI.
Dalam kondisi tertentu, kombinasi MAOI dengan makanan tinggi tiramin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara signifikan. Karena itu, pasien yang mendapatkan obat golongan tersebut biasanya perlu memperoleh panduan mengenai jenis makanan yang sebaiknya dibatasi selama pengobatan.
Bukan berarti semua orang yang mengonsumsi obat harus menghindari keju. Perhatian khusus diperlukan pada mereka yang menggunakan jenis obat tertentu, seperti MAOI.
4. Sayuran Hijau dan Sayuran Silangan
Sayuran berdaun hijau serta beberapa jenis sayuran lainnya mengandung vitamin K yang berperan dalam proses pembekuan darah.
Baca Juga: Leo Rolly Carnando: Medali Ini untuk Semua Atlet
Bagi pengguna warfarin, perubahan konsumsi makanan tinggi vitamin K secara tiba-tiba dapat memengaruhi efektivitas terapi. Karena itu, makanan tersebut tidak selalu harus dihindari, tetapi jumlah konsumsinya perlu diperhatikan dan dijaga konsistensinya.
Jika sedang menjalani terapi warfarin, perubahan pola makan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
5. Kopi
Kopi juga perlu diperhatikan oleh orang yang mengonsumsi teofilin, obat yang antara lain digunakan untuk membantu menangani gangguan pernapasan tertentu.
Kafein dan teofilin sama-sama memiliki efek stimulasi. Konsumsi keduanya secara bersamaan dapat meningkatkan efek samping pada sebagian orang.
Keluhan yang mungkin muncul antara lain mual, sakit kepala, gelisah, atau lebih mudah mengalami iritasi.
Karena respons setiap orang terhadap obat dapat berbeda, konsumsi kopi sebaiknya disesuaikan dengan jenis obat dan kondisi masing-masing.
Tidak Semua Harus Dihindari
Penting dipahami bahwa lima makanan dan minuman tersebut tidak otomatis harus dihindari setiap kali seseorang mengonsumsi obat.
Interaksi antara makanan dan obat sangat bergantung pada jenis obat, dosis, kondisi kesehatan, serta jumlah makanan atau minuman yang dikonsumsi. Karena itu, jangan menghentikan atau mengubah konsumsi obat hanya berdasarkan informasi umum.
Baca Juga: Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel akan Menikah, Tegaskan Acara di Bali
Jika ragu mengenai makanan atau minuman yang aman selama masa pengobatan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker. Langkah sederhana tersebut dapat membantu memastikan obat bekerja sesuai tujuan sekaligus mengurangi risiko interaksi yang tidak diinginkan.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan