Sumutpos.jawapos.com-Bau mulut atau halitosis sering kali muncul tanpa disadari. Masalah yang terlihat sepele ini bisa mengganggu kenyamanan saat berbicara, bahkan membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri ketika harus berinteraksi dengan orang lain.
Penyebabnya pun beragam. Kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, sisa makanan, mulut kering, kebiasaan merokok hingga konsumsi makanan tertentu dapat memicu munculnya aroma tidak sedap.
Kabar baiknya, menjaga napas tetap segar tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Selain rutin membersihkan gigi dan mulut, sejumlah kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi bau mulut.
Baca Juga: Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Magis Wirtz untuk Balas Kekalahan
Dilansir dari Halodoc dan Alodokter, berikut enam cara yang bisa dicoba untuk membantu menjaga napas tetap segar.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Jangan sepelekan kebiasaan minum air putih. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga kelembapan rongga mulut sekaligus mendukung produksi air liur.
Mulut yang terlalu kering dapat membuat bakteri dan sisa makanan lebih mudah menumpuk. Kondisi tersebut berpotensi membuat napas menjadi tidak sedap.
Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, terutama setelah beraktivitas atau ketika banyak mengeluarkan keringat.
2. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan larutan air garam merupakan salah satu cara sederhana yang sejak lama digunakan untuk membantu menjaga kebersihan mulut.
Larutan tersebut dapat membantu membersihkan sisa makanan dan kotoran yang menempel di rongga mulut. Jahe juga kerap digunakan dalam perawatan tradisional karena memiliki senyawa yang dikaitkan dengan aktivitas antimikroba.
Baca Juga: Kasus Influenza A Meningkat di Medan, DPRD Desak Langkah Preventif Strategis
Namun, cara ini sebaiknya hanya menjadi pelengkap. Kebersihan gigi dan mulut tetap harus menjadi prioritas utama.
3. Berhenti Merokok
Rokok bukan hanya meninggalkan aroma tidak sedap di mulut. Kebiasaan merokok juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.
Asap rokok dapat membuat napas berbau dan menyebabkan lingkungan mulut menjadi kurang sehat. Mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesegaran napas sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi kesehatan.
4. Coba Teh Hijau
Teh hijau bisa menjadi pilihan minuman untuk membantu menjaga kesehatan secara umum. Minuman ini mengandung antioksidan serta memiliki aktivitas antibakteri yang telah banyak diteliti.
Untuk pilihan yang lebih sehat, konsumsi teh hijau tanpa gula berlebihan. Daun mint juga dapat ditambahkan jika ingin memberikan sensasi lebih segar.
Baca Juga: Belanda vs Serbia: De Oranje Diunggulkan Menang, Misi Kejar Puncak Klasemen
Meski demikian, teh hijau bukan pengganti kebiasaan utama seperti menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi.
5. Daun Sirih
Daun sirih telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional dan kerap dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebersihan mulut.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa senyawa dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri dan antiradang. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan perawatan gigi yang sudah terbukti efektif.
6. Kurangi Makanan Pemicu Bau Mulut
Apa yang dikonsumsi juga bisa memengaruhi aroma napas. Bawang putih dan bawang bombay, misalnya, mengandung senyawa yang dapat membuat napas beraroma lebih kuat setelah dikonsumsi.
Sebagian senyawa tersebut dapat masuk ke aliran darah dan kemudian memengaruhi aroma napas. Jika ingin menjaga napas tetap segar, konsumsi makanan pemicu tersebut dapat dikurangi, terutama sebelum menghadiri pertemuan atau berinteraksi dekat dengan orang lain.
Jangan Abaikan Jika Bau Mulut Tak Kunjung Hilang
Menjaga napas tetap segar bukan sekadar menggunakan permen atau produk penyegar napas. Kebersihan mulut yang konsisten tetap menjadi kunci.
Sikat gigi secara teratur, bersihkan lidah dan sela-sela gigi, serta lakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Jika bau mulut berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
Sebab, bau mulut yang menetap tidak selalu hanya berkaitan dengan makanan atau kebersihan mulut. Menemukan penyebabnya menjadi langkah penting agar penanganannya tepat.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan