Cuma Ada di Dapur! 3 Bahan Sederhana Ini Bisa Bantu Atasi Bau Kaki

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Cara menghilangkan bau kaki secara alami. (ilustrasi/Freepik)
Cara menghilangkan bau kaki secara alami. (ilustrasi/Freepik)

 

Sumutpos.jawapos.com-Bau kaki mungkin terdengar sepele, tetapi bagi sebagian orang masalah ini bisa cukup mengganggu. Terlebih ketika sepatu harus dilepas di tempat umum atau saat berkumpul bersama orang lain.

Aroma tidak sedap pada kaki umumnya berkaitan dengan keringat dan kondisi lembap yang membuat bakteri lebih mudah berkembang. Karena itu, menjaga kaki tetap bersih dan kering menjadi langkah utama untuk membantu mengendalikan bau.

Selain menggunakan produk perawatan yang tersedia di pasaran, beberapa bahan sederhana di dapur juga kerap dimanfaatkan sebagai perawatan rumahan.

Baca Juga: Kejutan HUT TNI ke-81, Forkopimda Karo Sambangi Markas TNI

Dilansir dari Hello Sehat dan Halodoc, berikut tiga bahan yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau kaki.

1. Cuka

Cuka menjadi salah satu bahan rumahan yang dapat digunakan sebagai pilihan perawatan kaki. Sifat asamnya dapat membantu menghambat pertumbuhan sejumlah mikroorganisme.

Caranya cukup sederhana. Campurkan satu bagian cuka dengan dua bagian air, kemudian gunakan untuk merendam kaki selama sekitar 15–30 menit.

Setelah selesai, bilas kaki dengan air bersih dan keringkan hingga benar-benar tidak lembap, terutama pada bagian sela-sela jari.

Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan pada kulit yang sedang terluka, iritasi, atau mengalami masalah kulit tertentu. Jika muncul rasa perih atau iritasi, segera hentikan penggunaannya.

2. Air Garam

Garam juga bisa menjadi pilihan sederhana untuk perawatan kaki di rumah.

Campurkan garam ke dalam wadah berisi air hangat, lalu rendam kaki selama sekitar 15–20 menit. Setelah itu, bilas bila diperlukan dan keringkan kaki secara menyeluruh.

Perawatan dengan air garam dapat menjadi bagian dari rutinitas menjaga kebersihan kaki sekaligus membantu mengurangi kelembapan.

Baca Juga: Inggris vs Ceko: The Three Lions Berpeluang Pesta Gol Lagi di Wembley

Meski sederhana, penggunaannya tetap perlu diperhatikan. Jika kulit menjadi terlalu kering, terasa perih, atau mengalami iritasi, sebaiknya hentikan perawatan tersebut.

3. Rendaman Teh Hitam

Bahan berikutnya mungkin sedikit tidak terduga: teh hitam.

Teh hitam mengandung tanin yang memiliki sifat astringen. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi kelembapan pada kulit untuk sementara, sehingga sering dimanfaatkan sebagai perawatan rumahan bagi kaki yang mudah berkeringat.

Untuk membuat rendaman, seduh atau rebus dua kantong teh hitam dalam sekitar satu liter air selama beberapa menit. Setelah suhunya lebih nyaman, tambahkan air biasa agar tidak terlalu panas.

Rendam kaki selama 15–30 menit, kemudian keringkan dengan baik. Perawatan ini dapat dilakukan secara berkala sebagai pelengkap, bukan pengganti kebersihan kaki sehari-hari.

Kebersihan Tetap Jadi Kunci

Bahan rumahan mungkin bisa menjadi pilihan tambahan, tetapi kebiasaan sehari-hari tetap menjadi pertahanan utama untuk mencegah bau kaki.

Cuci kaki secara rutin dan pastikan bagian sela-sela jari benar-benar kering sebelum menggunakan kaus kaki atau sepatu. Ganti kaus kaki secara teratur dan jangan langsung menggunakan sepatu yang masih lembap.

Baca Juga: Barcode Pertalite Diduga Dipakai Tanpa Izin, Warga Sergai Adukan SPBU Limbong ke Polisi

Sepatu juga perlu diberi waktu untuk mengering dan mendapatkan sirkulasi udara sebelum kembali digunakan.

Jika bau kaki sangat kuat, terus berulang meski kebersihan sudah dijaga, atau disertai gatal, kulit mengelupas, luka, maupun perubahan pada kulit, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan.

Kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
aroma garam bakteri cuka bau kaki