Jangan Biarkan Botol Minuman Jadi Sarang Bakteri dan Jamur, Perhatikan Cirinya

sumutpos.jawapos.com - Botol minuman kini bukan sekadar kebutuhan, dia telah menjadi gaya hidup. Terbukti, harganya pun kini sudah gila-gilaan.
Ya, selain lebih ramah lingkungan, botol minum juga memudahkan untuk tetap terhidrasi sepanjang hari tanpa harus membeli air kemasan.
Namun ada satu hal yang sering diabaikan, yakni kebersihan botol minum. Jika jarang dibersihkan, botol minum bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
Melansir Cleveland Clinic, Senin (20/7/2026), salah satu tanda yang sering muncul terkait kehadiran bakteri dan jsmur adalah bintik hitam di bagian dalam botol minuman atau tutupnya.
Sebagai informasi, jamur dan bakteri sangat bergantung pada air untuk berkembang biak. Jika botol minum tidak dibersihkan secara rutin, bagian dalamnya dapat berubah menjadi ekosistem kecil bagi mikroorganisme.
Awalnya, jamur mungkin hanya terlihat seperti titik-titik kecil yang hampir tidak terlihat. Jika dibiarkan, jamur tersebut bisa berkembang menjadi koloni yang lebih besar dan mencemari air minum di dalam botol.
Selain itu, setiap kali seseorang minum langsung dari botol, bakteri dari mulut juga dapat berpindah ke bagian tutup, sedotan, atau mulut botol.
Jamur juga dapat berkembang ketika air dibiarkan berada di dalam botol dalam waktu lama. Spora jamur dari udara atau lingkungan sekitar dapat masuk dan berkembang di dalam botol yang lembap.
Mengonsumsi air dari botol yang berjamur memang tidak selalu langsung menyebabkan penyakit serius. Tapi tak dapat dihindari, kondisi ini tetap dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan.



