Empat Cara Mengurangi Lapar Tengah Malam, Nomor 3 Sering Terabaikan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:24 WIB
Makan malam bisa menganggu kualitas tidur. (mymealcatering)
Makan malam bisa menganggu kualitas tidur. (mymealcatering)

 

 Sumutpos.jawapos.com-Rasa lapar yang datang ketika malam semakin larut kerap menjadi godaan tersendiri. Saat tubuh seharusnya bersiap untuk beristirahat, keinginan menyantap keripik, biskuit, kue, hingga mi instan justru muncul dan sulit diabaikan.

Kebiasaan ngemil pada malam hari tidak selalu berarti seseorang kurang mampu mengendalikan nafsu makan. Ada sejumlah faktor yang dapat memicunya, mulai dari pola makan yang tidak teratur, asupan nutrisi yang kurang mencukupi, hingga kebiasaan tidur terlalu larut.

Jika berlangsung berulang kali, kebiasaan makan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh dapat membuat pola makan sehari-hari menjadi kurang teratur. Terlebih jika camilan yang dipilih tinggi gula, garam, atau lemak, tetapi rendah zat gizi penting.

Karena itu, mengatasi rasa lapar tengah malam tidak cukup hanya dengan menahan keinginan makan. Memperbaiki pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, dan menjaga kualitas tidur juga perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Babak Baru Percintaan Dimulai! 3 Zodiak Ini Berpeluang Merasakan Cinta yang Lebih Dewasa

Dilansir dari English Jagran, ada empat langkah sederhana yang dapat dicoba untuk membantu mengendalikan rasa lapar pada malam hari.

1. Cukupi Kebutuhan Cairan, Jangan Langsung Mencari Camilan

Ketika perut mulai terasa kosong pada malam hari, sebagian orang langsung menganggap tubuh membutuhkan makanan. Padahal, rasa haus terkadang dapat disalahartikan sebagai rasa lapar.

Untuk itu, penting memastikan kebutuhan cairan terpenuhi sepanjang hari. Jika keinginan ngemil muncul, cobalah minum air putih apabila merasa haus, kemudian perhatikan kembali apakah tubuh memang membutuhkan makanan.

Meski demikian, air putih bukan pengganti makanan ketika tubuh benar-benar lapar. Kebutuhan cairan setiap orang juga berbeda, bergantung pada aktivitas, kondisi tubuh, dan lingkungan.

Kuncinya adalah menjaga hidrasi secara konsisten, bukan menunggu hingga rasa haus muncul atau memaksakan diri minum berlebihan menjelang tidur.

2. Atur Pola Makan agar Rasa Lapar Tidak Menumpuk

Melewatkan waktu makan atau mengurangi porsi secara berlebihan dapat membuat rasa lapar semakin kuat ketika malam tiba. Akibatnya, seseorang lebih mudah tergoda mengonsumsi camilan dalam jumlah besar sebelum tidur.

Untuk menghindarinya, usahakan memiliki jadwal makan yang teratur dengan porsi sesuai kebutuhan tubuh. Menu harian juga perlu beragam, mencakup sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta lemak sehat.

Baca Juga: Menyiapkan Dana Pensiun untuk Memutus Siklus Sandwich Generation

Selain jenis makanan, jarak antarwaktu makan patut diperhatikan. Jika jedanya terlalu panjang hingga memicu rasa lapar berlebihan, menyesuaikan jadwal makan dapat membantu menjaga kenyamanan sepanjang hari.

Pola makan seimbang bukan berarti harus menghindari makanan tertentu secara ekstrem. Justru, mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi membantu tubuh menjalankan aktivitas tanpa terus-menerus dihantui keinginan untuk ngemil.

3. Perbanyak Perhatian pada Asupan Protein

Protein menjadi salah satu nutrisi penting yang tidak boleh diabaikan ketika mengatur pola makan. Selain berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, protein dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sumber protein bisa diperoleh dari bahan makanan yang mudah ditemukan, seperti telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Mengombinasikan protein dengan makanan berserat, seperti sayuran, buah, dan biji-bijian utuh, juga dapat membantu membuat makanan lebih mengenyangkan. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi terpenuhi sekaligus membantu mengurangi keinginan mencari camilan secara berulang.

Namun, memenuhi kebutuhan protein tidak berarti harus mengonsumsi satu jenis makanan secara berlebihan. Jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan dikombinasikan dengan nutrisi lainnya.

Baca Juga: Kebijakan Tidak Naik Kelas Berpeluang Diterapkan Lagi Mulai 2027

Jika rasa lapar tengah malam kerap muncul, coba evaluasi kembali menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Bisa jadi, persoalannya bukan terletak pada keinginan ngemil, melainkan asupan makanan sepanjang hari yang belum mencukupi.

4. Kurangi Begadang dan Perbaiki Jadwal Tidur

Kebiasaan tidur larut malam juga dapat membuat seseorang lebih sering mencari makanan. Semakin lama terjaga, semakin panjang pula waktu yang tersedia untuk ngemil, terutama ketika aktivitas dilakukan di depan televisi, komputer, atau ponsel.

Kurang tidur juga berkaitan dengan perubahan mekanisme pengaturan nafsu makan. Kondisi ini dapat membuat sebagian orang lebih mudah merasa lapar atau tertarik pada makanan tinggi kalori.

Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi bagian penting dalam memperbaiki kebiasaan makan. Usahakan mendapatkan waktu tidur yang cukup dan mengurangi aktivitas yang membuat waktu istirahat terus tertunda.

Jika harus terjaga hingga dini hari karena pekerjaan atau kebutuhan tertentu, tetap perhatikan jadwal makan. Apabila benar-benar lapar, tidak perlu memaksakan diri menahan lapar. Pilih makanan ringan dengan komposisi gizi yang baik dan porsi sesuai kebutuhan.

Jangan Abaikan Sinyal Lapar dari Tubuh

Rasa lapar tengah malam tidak selalu menjadi pertanda buruk. Jika asupan makanan sepanjang hari kurang mencukupi atau aktivitas meningkat, tubuh memang bisa membutuhkan tambahan energi.

Yang perlu diperhatikan adalah pola yang melatarbelakanginya. Apabila keinginan makan terus muncul, evaluasi kecukupan nutrisi, jadwal makan, asupan cairan, serta kebiasaan tidur.

Empat langkah tersebut dapat menjadi awal untuk mengelola rasa lapar secara lebih bijak tanpa harus menjalani pembatasan makan yang berlebihan.

Baca Juga: Pesawat Komersial Cenderung Gunakan Warna Putih, Ini Alasan Ilmiahnya

Jika rasa lapar berlebihan berlangsung terus-menerus, terutama disertai rasa haus yang tidak biasa, sering buang air kecil, atau perubahan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, kunci mengurangi kebiasaan ngemil tengah malam bukan sekadar menahan keinginan makan, melainkan membangun pola hidup yang seimbang agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi dan waktu istirahat lebih berkualitas.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
ngemil instan rasa lapar pola makan