Sumutpos.jawapos.com-Kerak putih yang menempel di bagian dalam teko sering dianggap masalah sepele. Padahal, penumpukan kerak kapur dapat mengganggu proses pemanasan air dan membuat serpihannya ikut terbawa ke dalam teh atau kopi.
Kabar baiknya, kerak tersebut bisa dibersihkan menggunakan bahan sederhana, seperti cuka putih dan asam sitrat. Keduanya dapat membantu melarutkan endapan mineral tanpa harus menggosok permukaan teko dengan benda keras.
Namun, proses pembersihan tidak boleh dilakukan sembarangan. Setiap teko memiliki petunjuk perawatan berbeda, sehingga jenis bahan pembersih, takaran, dan waktu perendaman perlu disesuaikan dengan rekomendasi produsen.
Baca Juga: Galatasaray Vs Barcelona: Blaugrana Lagi Gacor, RAMS Park Terancam Jadi Lumbung Gol!
Dikutip dari RBC-Ukraine, berikut sejumlah cara membersihkan kerak pada teko agar kembali bersih dan nyaman digunakan.
1. Bersihkan Kerak dengan Asam Sitrat
Asam sitrat dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kerak kapur yang menempel di bagian dalam teko. Metode ini relatif sederhana, tetapi tetap harus mengikuti petunjuk penggunaan perangkat.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Isi teko dengan air hingga sekitar setengah kapasitas, kemudian didihkan.
-
Matikan teko, cabut steker dari stopkontak, lalu biarkan beberapa saat.
-
Tambahkan 1–2 sendok makan asam sitrat secara hati-hati jika takaran tersebut sesuai dengan petunjuk produsen.
- Baca Juga: Arsenal Vs Lille: Calvin Verdonk Ditantang Redam Bukayo Saka
-
Diamkan larutan selama 15–20 menit.
-
Setelah teko cukup dingin, buang larutan dan bilas bagian dalamnya beberapa kali menggunakan air bersih.
Jika kerak masih tersisa, periksa kembali petunjuk perawatan sebelum mengulangi proses. Hindari penggunaan asam sitrat apabila produsen tidak merekomendasikannya untuk model teko tersebut.
2. Gunakan Cuka Putih untuk Meluruhkan Kerak
Selain asam sitrat, cuka putih juga dapat membantu menghilangkan endapan mineral. Namun, konsentrasi asam dan cara penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis teko.
Sebagai contoh, Tefal merekomendasikan metode tanpa pemanasan untuk teko model KO3308KR menggunakan cuka putih dengan tingkat keasaman 8 persen.
Cara penggunaannya sebagai berikut:
-
Tuangkan 500 mililiter cuka putih dengan keasaman 8 persen ke dalam teko.
-
Diamkan selama satu jam tanpa menyalakan perangkat.
-
Buang cuka setelah proses perendaman selesai.
-
Bilas bagian dalam teko menggunakan air bersih sebanyak lima hingga enam kali.
Perlu diperhatikan, takaran tersebut merupakan petunjuk untuk model tertentu, bukan aturan universal bagi semua teko. Periksa buku manual sebelum mencoba metode yang sama.
Baca Juga: Polres Batu Bara Sambangi Tiga Sekolah, Pelajar Diingatkan Bijak Bermedsos
Jangan menggunakan asam asetat pekat sebagai pengganti cuka rumah tangga. Selain itu, jangan mencampurkan cuka dengan bahan pembersih lain, terutama pemutih berbahan klorin, karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
3. Bagaimana Jika Memakai Cairan Pembersih Khusus?
Jika kerak cukup tebal atau metode rumahan tidak sesuai dengan petunjuk perangkat, cairan pembersih kerak khusus dapat menjadi alternatif.
Pilih produk yang memang dirancang untuk teko atau ketel pemanas air. Perhatikan takaran, suhu air, dan durasi pemakaian pada kemasan.
Setelah proses pembersihan selesai, bilas teko secara menyeluruh. Jika petunjuk produk mengharuskan air bersih dididihkan setelah pembersihan, lakukan sesuai instruksi, kemudian buang air tersebut.
Jangan menggunakan cairan pembersih sembarangan karena kandungannya belum tentu cocok untuk permukaan yang bersentuhan dengan air minum.
4. Kerak Membandel Jangan Dikikis dengan Benda Tajam
Kerak yang belum hilang setelah satu kali pembersihan memang bisa mengganggu. Namun, mengikisnya menggunakan pisau, sikat logam, atau benda abrasif bukan solusi yang disarankan.
Cara tersebut berisiko menggores permukaan teko dan merusak bagian pemanas.
Lebih baik ulangi proses pembersihan menggunakan metode yang diizinkan produsen. Jika endapan tetap sulit dihilangkan, periksa petunjuk perawatan atau hubungi layanan resmi perangkat.
Saat membersihkan teko listrik, pastikan steker sudah dicabut dan perangkat dalam keadaan dingin. Jangan pernah merendam badan teko listrik maupun dudukan pemanasnya di dalam air.
5. Jangan Lupakan Filter Teko
Sebagian teko dilengkapi filter yang berfungsi menahan serpihan kerak agar tidak ikut tertuang ke dalam gelas. Karena itu, bagian ini juga perlu dibersihkan secara berkala.
Jika filter dapat dilepas, keluarkan sesuai petunjuk penggunaan. Bersihkan dengan metode yang direkomendasikan produsen dan pastikan filter terpasang kembali dengan benar sebelum teko digunakan.
Baca Juga: Bawa Indonesia Menang 5-0 atas Singapura, Pemain Timnas Putri U-17 Asal Batu Bara Dijemput Polisi
Pada model KO3308KR, Tefal merekomendasikan perendaman filter menggunakan cuka putih atau larutan asam sitrat yang diencerkan. Namun, metode tersebut tidak otomatis berlaku untuk semua jenis filter.
6. Seberapa Sering Teko Harus Dibersihkan?
Sebagai panduan umum, pembersihan kerak sekitar satu bulan sekali dapat dijadikan titik awal. Namun, frekuensinya bergantung pada tingkat kesadahan air dan seberapa cepat endapan terbentuk.
Jika air di rumah mengandung banyak mineral, kerak mungkin muncul lebih cepat sehingga teko perlu dibersihkan lebih sering. Sebaliknya, jika endapan masih sedikit, jadwal pembersihan dapat mengikuti rekomendasi dalam buku manual.
Memeriksa bagian dalam teko secara rutin juga membantu mengetahui kapan pembersihan diperlukan, sebelum kerak menumpuk terlalu tebal.
Pada akhirnya, menjaga teko tetap bersih bukan hanya soal penampilan. Perawatan yang tepat membantu mengurangi penumpukan mineral, menjaga perangkat tetap berfungsi dengan baik, dan mencegah serpihan kerak terbawa ke minuman.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan