Sumutpos.jawapos.com-Praktis, ringan, dan mudah ditemukan. Wadah plastik sudah menjadi pilihan banyak orang untuk menyimpan makanan sehari-hari. Namun, tidak semua wadah cocok digunakan untuk setiap jenis makanan. Faktor suhu, kandungan lemak, tingkat keasaman, hingga kondisi penyimpanan perlu menjadi pertimbangan.
Penggunaan wadah yang tidak sesuai berpotensi memengaruhi kualitas makanan. Dalam kondisi tertentu, seperti paparan suhu tinggi atau penggunaan plastik yang tidak dirancang untuk kontak dengan pangan, perpindahan zat kimia dari kemasan ke makanan juga dapat meningkat.
Karena itu, memilih wadah penyimpanan bukan sekadar soal kepraktisan. Keamanan bahan, kebersihan, dan cara penyimpanan turut menentukan kualitas makanan hingga saat dikonsumsi.
Baca Juga: Masjid Apung An-Nur Diresmikan, Jadi Ikon Wisata Religi Baru Jakarta
Wadah kaca bisa menjadi alternatif karena relatif mudah dibersihkan, tidak mudah menyerap bau, dan cocok untuk berbagai jenis makanan. Dikutip dari English Jagran, berikut lima jenis makanan yang perlu mendapat perhatian khusus saat disimpan dalam wadah plastik.
1. Makanan Panas
Kebiasaan memasukkan makanan yang baru matang ke dalam wadah plastik perlu diperhatikan. Tidak semua plastik dirancang untuk menahan suhu tinggi. Paparan panas berlebih dapat membuat wadah berubah bentuk dan meningkatkan kemungkinan perpindahan zat dari kemasan ke makanan.
Untuk menghindari risiko tersebut, gunakan wadah yang secara jelas dinyatakan aman untuk makanan panas. Wadah kaca tahan panas atau wadah stainless steel khusus pangan dapat menjadi pilihan alternatif.
Baca Juga: Resmikan STAI Darul Husna, Bupati Labusel Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Kepedulian Sosial
Jika makanan hendak disimpan sebagai persediaan, jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Bagi makanan dalam porsi yang lebih kecil, gunakan wadah yang sesuai, lalu simpan di lemari pendingin sesegera mungkin agar pertumbuhan mikroorganisme dapat dikendalikan.
2. Daging Mentah dan Makanan Laut
Daging mentah, unggas, serta makanan laut membutuhkan penanganan yang lebih cermat karena berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit. Cairan dari bahan pangan tersebut juga bisa mencemari makanan lain apabila wadah bocor atau penyimpanannya tidak tepat.
Wadah plastik sebenarnya tetap dapat digunakan selama memang diperuntukkan bagi makanan, kondisinya baik, dan mampu menampung bahan pangan tanpa kebocoran. Pastikan wadah tertutup rapat serta ditempatkan terpisah dari makanan matang maupun bahan yang siap dikonsumsi.
Wadah kaca juga dapat digunakan sebagai alternatif, terutama jika memiliki tutup yang rapat dan mudah dibersihkan. Namun, yang paling penting bukan semata-mata jenis bahannya, melainkan kemampuan wadah mencegah kebocoran dan kontaminasi silang.
Daging mentah sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin atau freezer sesuai lama penyimpanan yang direncanakan. Letakkan di bagian yang tidak memungkinkan cairannya menetes ke makanan lain.
3. Buah-Buahan Asam
Tomat, jeruk, dan buah beri memiliki tingkat keasaman yang perlu dipertimbangkan saat memilih wadah penyimpanan. Meski demikian, buah asam tidak otomatis berbahaya jika disimpan dalam plastik.
Risiko lebih bergantung pada jenis bahan kemasan, kualitas wadah, suhu, serta lamanya makanan bersentuhan dengan permukaan kemasan. Plastik yang tidak dirancang untuk kontak dengan pangan tertentu tentu tidak bisa disamakan dengan wadah yang telah memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Saluran Air dalam Rumah yang Alami Kebocoran, Perhatikanlah!
Untuk menyimpan buah yang sudah dipotong, wadah kaca bersih bisa menjadi alternatif praktis. Selain mudah dicuci, kaca relatif tidak menyerap bau dan tidak mudah berubah akibat kontak dengan makanan asam.
Pastikan buah disimpan pada suhu yang sesuai, terutama setelah dipotong. Hindari membiarkannya terlalu lama dalam kondisi terbuka agar kesegaran dan kualitasnya tetap terjaga.
4. Makanan Fermentasi
Kimchi, acar, dan berbagai makanan fermentasi juga membutuhkan wadah yang sesuai. Pada proses fermentasi yang masih aktif, gas dapat terbentuk dan meningkatkan tekanan di dalam wadah.
Jika menggunakan wadah yang tidak dirancang untuk menampung tekanan tersebut, tutup berpotensi terlepas, wadah menggembung, atau cairan merembes keluar. Karena itu, pemilihan wadah perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan tahap fermentasinya.
Stoples kaca atau wadah khusus fermentasi dapat menjadi pilihan, asalkan digunakan sesuai petunjuk. Untuk fermentasi aktif, jangan sembarangan menutup wadah secara kedap tanpa mekanisme pelepasan gas yang sesuai.
Kebersihan wadah juga tidak boleh diabaikan. Gunakan peralatan bersih dan ikuti petunjuk penyimpanan produk agar proses fermentasi berlangsung dengan baik serta risiko kontaminasi dapat diminimalkan.
5. Makanan Berminyak atau Berlemak
Makanan dengan kandungan lemak tinggi, seperti mentega, keju, selai kacang, dan saus berminyak, juga perlu disimpan dalam wadah yang tepat.
Komponen lemak dapat memengaruhi interaksi antara makanan dan bahan kemasan tertentu. Besarnya risiko bergantung pada jenis plastik, suhu, durasi kontak, serta kesesuaian wadah untuk makanan tersebut.
Karena itu, pilih wadah plastik yang memiliki keterangan aman untuk pangan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Hindari menggunakan wadah sekali pakai secara berulang apabila tidak dirancang untuk penggunaan tersebut, terlebih jika sudah berubah bentuk, retak, atau rusak.
Baca Juga: Ini Perbedaan Nutrisi pada Pisang sesuai Warna dan Kematangannya
Wadah kaca bertutup rapat bisa menjadi alternatif karena mudah dibersihkan dan relatif tidak menyerap bau maupun warna makanan. Untuk produk berbahan susu dan makanan lain yang mudah rusak, tetap utamakan penyimpanan dalam lemari pendingin sesuai petunjuk pada kemasan.
Pilih Wadah Sesuai Jenis Makanan
Mengganti semua wadah plastik dengan kaca bukan satu-satunya cara menjaga keamanan makanan. Wadah plastik yang memang dirancang untuk kontak dengan pangan tetap dapat digunakan secara aman apabila mengikuti petunjuk pemakaian, termasuk batas suhu dan ketentuan penggunaan dalam microwave.
Sebaliknya, wadah kaca pun harus digunakan sesuai fungsinya. Tidak semua kaca tahan terhadap perubahan suhu mendadak, sehingga wadah biasa tidak boleh langsung digunakan untuk makanan sangat panas apabila tidak dirancang untuk kondisi tersebut.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan