Sumutpos.jawapos.com-Memasuki usia 60 tahun ke atas, menjaga kebugaran tubuh bukan lagi sekadar soal pola makan dan aktivitas fisik. Kecukupan nutrisi juga memegang peranan penting untuk mempertahankan kekuatan tulang, fungsi saraf, daya tahan tubuh, hingga kemampuan berpikir.
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis. Kemampuan menyerap nutrisi tertentu dapat menurun, sementara kebutuhan untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan organ tubuh tetap harus terpenuhi.
Karena itu, lansia perlu memperhatikan asupan gizi sehari-hari agar tetap sehat, mandiri, dan aktif menjalani rutinitas.
Baca Juga: Diduga Manipulasi Takaran BBM, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Jadi Tersangka
Sejumlah vitamin dan nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Mengutip EatingWell, berikut lima nutrisi yang patut diperhatikan setelah memasuki usia 60 tahun.
1. Vitamin D, Penopang Kesehatan Tulang dan Imunitas
Vitamin D menjadi salah satu nutrisi penting bagi lansia, terutama untuk menjaga kesehatan tulang dan membantu tubuh menyerap kalsium.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit memproduksi vitamin D melalui paparan sinar matahari dapat berkurang. Akibatnya, sebagian lansia lebih berisiko mengalami kekurangan nutrisi ini.
Vitamin D juga berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan otot. Jika kadarnya tidak mencukupi, kesehatan tulang dapat terganggu dan risiko jatuh akibat kelemahan otot perlu menjadi perhatian.
Selain melalui paparan sinar matahari yang aman, vitamin D bisa diperoleh dari ikan berlemak, telur, serta makanan yang telah difortifikasi.
Baca Juga: Sidang PNBP KSOP Belawan Memanas, Kuasa Hukum Sebut Saksi Pelindo Akui Pembayaran Jasa Pandu
Suplemen dapat dipertimbangkan apabila asupan makanan tidak mencukupi atau terdapat risiko kekurangan. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
2. Vitamin B12, Penting untuk Saraf dan Daya Ingat
Vitamin B12 memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan sistem saraf, membantu pembentukan sel darah merah, serta mendukung fungsi otak.
Sayangnya, kemampuan tubuh menyerap vitamin B12 dari makanan dapat menurun seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya produksi asam lambung yang diperlukan untuk melepaskan vitamin tersebut dari makanan.
Kekurangan vitamin B12 dapat memicu kelelahan, anemia, kesemutan, gangguan keseimbangan, hingga masalah kognitif. Jika berlangsung lama tanpa penanganan, kekurangan ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan saraf.
Sumber vitamin B12 antara lain ikan, daging, telur, susu, dan produk olahannya. Lansia yang mengalami gangguan penyerapan atau menjalani pola makan tertentu mungkin memerlukan pemeriksaan dan suplementasi.
Penting untuk diingat, keluhan mudah lelah atau gangguan ingatan tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Omega-3, Mendukung Kesehatan Otak dan Jantung
Selain vitamin, asam lemak omega-3 juga layak mendapat perhatian dalam pola makan lansia.
Dua jenis omega-3 yang banyak diteliti adalah EPA dan DHA. Keduanya berperan dalam fungsi sel tubuh dan mendukung kesehatan jantung, sementara DHA juga merupakan komponen penting jaringan otak.
Baca Juga: Latihan Renang Demi Jadi Prajurit, Pemuda 18 Tahun Hanyut di Sungai Begumit Langkat
Asupan omega-3 dapat diperoleh melalui ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan makarel. Mengonsumsi ikan secara teratur sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.
Omega-3 juga tersedia dalam bentuk suplemen minyak ikan. Namun, manfaat suplemen terhadap daya ingat dan pencegahan penurunan kognitif belum dapat dipastikan untuk semua orang.
Karena itu, suplemen omega-3 tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti pola makan sehat atau sebagai cara yang terbukti mencegah demensia.
4. Vitamin C, Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Kulit
Vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Bagi lansia, vitamin ini juga penting dalam pembentukan kolagen, protein yang membantu menjaga struktur kulit, pembuluh darah, dan jaringan ikat.
Selain itu, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi ini juga membantu penyerapan zat besi dari sumber pangan nabati.
Kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi melalui buah dan sayuran, seperti jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, brokoli, dan paprika.
Mengonsumsi beragam buah dan sayuran setiap hari merupakan langkah sederhana untuk menjaga kecukupan vitamin C.
Suplemen umumnya tidak diperlukan apabila kebutuhan sudah terpenuhi melalui makanan. Konsumsi dosis tinggi tanpa alasan medis juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek samping, termasuk gangguan pencernaan.
5. Kalsium, Menjaga Tulang Tetap Kuat
Kesehatan tulang menjadi salah satu perhatian utama ketika memasuki usia lanjut. Penurunan massa tulang dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang, terutama jika disertai kelemahan otot atau gangguan keseimbangan.
Kalsium berperan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang. Mineral ini juga dibutuhkan untuk fungsi otot, penghantaran sinyal saraf, dan pembekuan darah.
Sumber kalsium antara lain susu dan produk olahannya, ikan yang dapat dimakan bersama tulangnya, tahu yang dibuat dengan kalsium, serta sayuran tertentu.
Baca Juga: Truk Fuso Hantam Colt Diesel Mogok di Jalinsum Tanjung Morawa, Tiga Orang Luka-luka
Kebutuhan kalsium pada lansia perlu dipenuhi melalui kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, dan asupan vitamin D yang memadai.
Jika kebutuhan belum tercukupi dari makanan, suplemen kalsium dapat menjadi pilihan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penggunaan dosis berlebihan tidak dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu atau mengonsumsi obat rutin.
Jangan Asal Mengonsumsi Suplemen
Memenuhi kebutuhan nutrisi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan pada usia lanjut. Namun, mengonsumsi banyak vitamin sekaligus tidak otomatis membuat tubuh lebih sehat atau memperlambat proses penuaan.
Kebutuhan setiap orang berbeda, bergantung pada pola makan, kondisi kesehatan, penggunaan obat, dan ada tidaknya gangguan penyerapan nutrisi.
Karena itu, utamakan makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Suplemen sebaiknya digunakan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan jenis dan dosis yang tepat, sekaligus mencegah interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan