Sumutpos.jawapos.com-Bersin berulang kali, hidung meler, atau mata terasa gatal saat berada di rumah kerap dianggap sebagai gejala flu biasa. Padahal, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan alergen yang menumpuk di lingkungan tempat tinggal.
Debu, bulu hewan peliharaan, tungau, hingga spora jamur dapat memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. Tanpa disadari, sejumlah benda dan bagian rumah yang digunakan setiap hari bisa menjadi tempat berkumpulnya partikel pemicu alergi.
Karena itu, menjaga kebersihan rumah bukan sekadar urusan kenyamanan. Kebersihan juga berperan dalam membantu mengurangi paparan alergen dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Baca Juga: Manchester City vs Brighton: The Citizens Bidik Tiket Perempat Final, Laga Berpotensi Banjir Gol
Melansir Real Simple, ada empat area rumah yang perlu mendapat perhatian lebih agar penumpukan kotoran dan alergen dapat dikendalikan.
1. Wastafel Dapur
Wastafel dapur menjadi salah satu area yang rentan terkontaminasi karena sering bersentuhan dengan sisa makanan, air, dan berbagai peralatan masak.
Sisa bahan makanan yang tertinggal serta kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian yang dikutip dalam laporan tersebut menemukan bakteri koliform pada 45 persen wastafel dapur yang diuji. Kelompok bakteri ini mencakup mikroorganisme yang dapat menjadi indikator kontaminasi, termasuk E. coli dan beberapa jenis Salmonella.
Meski bakteri tidak secara langsung menjadi penyebab utama alergi pernapasan, kebersihan wastafel tetap penting untuk menjaga sanitasi rumah dan mencegah kontaminasi silang.
Bersihkan wastafel secara rutin menggunakan sabun atau produk pembersih yang sesuai dengan materialnya. Jika menggunakan disinfektan, ikuti petunjuk pemakaian pada label dan jangan mencampur produk pembersih yang berbeda.
Perhatikan pula spons, lap, dan sikat pencuci piring karena benda-benda tersebut mudah menyimpan sisa makanan dan kelembapan.
2. Sistem Pemanas, Ventilasi, dan Pendingin Udara
Sistem ventilasi dan pendingin udara turut memengaruhi kualitas udara di dalam rumah. Apabila filter dan saluran udara tidak dirawat dengan baik, debu serta partikel lain dapat menumpuk dan mengganggu sirkulasi udara.
Bagi orang yang sensitif, paparan alergen seperti debu, bulu hewan, dan spora jamur dapat memicu bersin, hidung tersumbat, mata gatal, atau memperburuk gejala asma.
Karena itu, filter pendingin udara perlu diperiksa dan dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk produsen. Jadwal perawatan juga sebaiknya disesuaikan dengan intensitas penggunaan, kondisi lingkungan, serta jenis perangkat yang digunakan.
Baca Juga: Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers Lolos Lewat Adu Penalti, Rekor Tandang The Eagles Terhenti?
Pastikan pula area ventilasi tidak tertutup debu dan tidak terdapat kebocoran yang memicu kelembapan berlebih. Jika tercium bau apek atau terlihat pertumbuhan jamur, cari sumber kelembapan dan tangani penyebabnya.
Udara dalam ruangan yang lebih bersih dapat membantu mengurangi paparan sejumlah pemicu alergi, meski tidak menjamin seluruh keluhan kesehatan akan hilang.
3. Tirai dan Gorden
Tirai dan gorden kerap luput dari rutinitas membersihkan rumah. Padahal, permukaan kain dapat menampung debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan partikel lain yang terbawa udara.
Ketika gorden digerakkan atau jendela dibuka, sebagian partikel yang menempel dapat kembali beterbangan di dalam ruangan. Pada orang yang memiliki alergi, kondisi ini berpotensi memicu bersin dan gangguan pernapasan.
Untuk mengurangi penumpukan debu, bersihkan gorden secara berkala menggunakan penyedot debu dengan kepala sikat khusus kain atau furnitur. Lakukan perlahan dari bagian atas ke bawah agar debu terangkat tanpa merusak bahan.
Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan kondisi rumah. Gorden di dekat jendela yang sering dibuka, misalnya, mungkin membutuhkan perhatian lebih sering dibandingkan gorden di ruangan yang jarang digunakan.
Jika memungkinkan, cuci gorden sesuai petunjuk perawatan pada label. Langkah ini membantu mengurangi kotoran dan alergen yang menempel pada serat kain.
4. Kasur
Kasur menjadi salah satu bagian rumah yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sering bersin saat bangun tidur atau mengalami hidung tersumbat pada malam hari.
Seiring waktu, kasur dapat menampung serpihan kulit, debu, dan alergen. Kondisi hangat serta kelembapan juga dapat mendukung keberadaan tungau debu rumah, organisme mikroskopis yang menjadi pemicu alergi bagi sebagian orang.
Mengganti seprai setiap minggu merupakan kebiasaan baik, tetapi perawatan tidak seharusnya berhenti pada perlengkapan tidur saja.
Bersihkan permukaan kasur menggunakan penyedot debu sesuai petunjuk perawatan produk. Gunakan pelindung kasur yang dirancang untuk membantu mengurangi paparan tungau dan cuci seprai serta sarung bantal secara rutin.
Jika bahan memungkinkan, pencucian dengan air panas sesuai petunjuk pada label dapat membantu mengurangi tungau debu dan alergen. Hindari membasahi kasur secara berlebihan karena kelembapan yang tertinggal justru dapat memicu pertumbuhan jamur.
Selain itu, jaga sirkulasi udara kamar tidur dan segera perbaiki sumber kebocoran atau kelembapan yang berlebihan.
Jangan Abaikan Bersin yang Terus Berulang
Bersin yang sering muncul saat berada di rumah bisa menjadi petunjuk adanya paparan alergen, terutama jika disertai hidung gatal, mata berair, atau hidung meler. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh iritasi, infeksi, maupun kondisi kesehatan lainnya.
Membersihkan wastafel, merawat sistem ventilasi dan pendingin udara, menyedot debu pada gorden, serta menjaga kebersihan kasur merupakan langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Jika keluhan terus berulang, mengganggu tidur, atau disertai sesak napas, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya dan memperoleh penanganan yang tepat.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan