Sumutpos.jawapos.com-Cuaca panas membuat suasana rumah terasa gerah dan kurang nyaman. Terlebih, jika halaman rumah minim pepohonan sehingga paparan sinar matahari langsung menyentuh permukaan tanah dan bangunan.
Salah satu cara alami untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih sejuk adalah menanam pohon peneduh. Selain memberikan keteduhan, pepohonan juga membantu mengurangi paparan panas, memperbaiki kenyamanan lingkungan, serta menghadirkan suasana hijau yang menyegarkan.
Bagi pemilik rumah dengan halaman cukup luas, memilih pohon bertajuk lebar bisa menjadi investasi jangka panjang. Menariknya, beberapa jenis pohon peneduh juga menghasilkan buah yang dapat dinikmati.
Baca Juga: PSMS vs PERSIJA: Motivasi Berlipat Ganda
Dilansir dari radarmadiun.jawapos.com, berikut empat pilihan pohon yang bisa dipertimbangkan untuk membuat halaman rumah lebih rindang dan nyaman.
1. Pohon Mangga
Pohon mangga menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk ditanam di pekarangan rumah. Selain mudah ditemukan, pohon ini memiliki tajuk yang cukup lebar sehingga mampu memberikan keteduhan ketika tumbuh dengan baik.
Dalam kondisi tertentu, pohon mangga dapat tumbuh hingga sekitar 10 meter. Daunnya yang lebat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung ke area halaman.
Keuntungan lainnya, pohon ini menghasilkan buah yang bisa dipanen sendiri. Dengan perawatan yang tepat, pemilik rumah tidak hanya mendapatkan halaman yang lebih teduh, tetapi juga menikmati hasil buah dari pekarangan.
2. Pohon Kersen
Pohon kersen atau talok dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat dan mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis.
Tajuknya yang melebar dengan daun cukup rapat mampu membentuk naungan alami. Karena karakter tersebut, kersen kerap ditemukan tumbuh di pinggir jalan, halaman, maupun ruang terbuka.
Baca Juga: Rumah Kayu di Sidikalang Ludes Dilalap Api, Tak Ada Barang Berhasil Diselamatkan
Keistimewaan lainnya terletak pada buahnya yang berukuran kecil dan memiliki rasa manis. Buah kersen juga sering menjadi sumber makanan bagi burung liar sehingga kehadirannya dapat membuat suasana halaman terasa lebih hidup.
Namun, pertumbuhannya perlu dikendalikan melalui pemangkasan berkala agar tidak mengganggu area sekitar.
3. Pohon Cemara
Jika menginginkan tanaman peneduh dengan tampilan lebih dekoratif, pohon cemara bisa menjadi alternatif.
Bentuknya yang khas dengan daun menyerupai jarum membuat cemara banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penghias halaman maupun taman rumah.
Beberapa jenis cemara juga cukup tahan terhadap kondisi panas dan relatif mampu beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki ketersediaan air terbatas setelah tumbuh dengan baik.
Meski demikian, kemampuan memberikan keteduhan bergantung pada jenis cemara yang dipilih. Tidak semua varietas memiliki tajuk selebar pohon mangga atau beringin.
4. Pohon Beringin
Beringin dikenal sebagai salah satu pohon dengan kemampuan membentuk kanopi yang sangat luas. Tajuknya yang lebat dapat menghasilkan area teduh sehingga cocok untuk pekarangan berukuran besar.
Dalam kondisi pertumbuhan optimal, pohon beringin dapat mencapai ketinggian puluhan meter. Bentuk tajuknya yang melebar membuat suhu di bawah naungannya terasa lebih nyaman dibandingkan area yang terpapar matahari langsung.
Baca Juga: Kelas Menengah Indonesia: Satu Musibah Bisa Menyeret Keluarga ke Jurang Kemiskinan
Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum menanamnya. Sistem perakaran beringin dapat berkembang sangat luas sehingga berpotensi mengganggu fondasi bangunan, saluran air, maupun permukaan jalan.
Karena itu, pohon ini sebaiknya ditanam di lahan yang benar-benar luas dan memiliki jarak aman dari bangunan.
Pilih Pohon Sesuai Luas Halaman
Menanam pohon peneduh bukan sekadar mempercantik halaman, tetapi juga menjadi salah satu upaya menciptakan lingkungan rumah yang lebih nyaman di tengah cuaca panas.
Pohon mangga dan kersen cocok dipertimbangkan bagi yang menginginkan keteduhan sekaligus buah. Cemara dapat menjadi pilihan untuk memperindah taman, sedangkan beringin lebih sesuai untuk lahan luas yang memiliki ruang cukup bagi perkembangan akarnya.
Selain mempertimbangkan bentuk dan kerindangan tajuk, perhatikan pula karakter akar, kebutuhan air, serta jarak tanam dari bangunan. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan