Direktur Operasi Lion Air, Daniel Putut
SUMUTPOS.CO - Direktur Operasi Lion Air, Daniel Putut tak akan melupakan kejadian pada Rabu (18/2) lalu. Saat itu, Daniel disandera para penumpang Lion Air yang telantar karena maskapai tersebut mengalami delay berantai.
Padahal, niat Daniel saat itu sangat mulia. Dia ingin menangani delay maskapai tempatnya bekerja. Sayangnya, dia malah terkepung di tengah ribuan penumpang yang sudah dikuasai amarah.
Emosi para penumpang itu tersulut karena tak mendapatkan kepastian tentang jadwal penerbangan. Ketika Daniel datang, mereka langsung mengepungnya. Para penumpang sudah tahu jika Daniel adalah petinggi di maskapai milik Rusdi Kirana tersebut.
"Saat itu, saya masih di kantor jam 8 malam dan kemarahan penumpang sudah akumulasi," terang Daniel.
Daniel sudah melakukan berbagai cara untuk meredam emosi para penumpang. Salah satunya ialah berjanji bakal memberikan kompensasi pada para penumpang ketika sudah sampai di Medan.
Sayangnya, usaha Daniel jauh panggang dari api. Para penumpang yang telantar itu tak mau mendengarkan janji-janji utopis Daniel. Alhasil, Daniel dibawa ke Medan sebagai jaminan agar para penumpang mendapat uang kompensasi.
"Itu Kamis pagi jam 3, saya dibawa ke Medan. Saya disandera penumpang, untuk dibawa terbang menjamin bahwa di Medan akan diberikan uangnya. Sudah saya bilang pas sampai di sana nanti dapat uang pengganti, tapi mereka nggak percaya," tambah Daniel.
Celakanya, Daniel tak sempat memberi kabar pada sejawatnya di maskapai berlogo Singa Merah tersebut. Pasalnya, telepon selulernya tertinggal di kantor.
"Handphone, sedang saya charger di kantor, karena kerusuhan ini saya harus ke lapangan. Saya dibawa penumpang, handphone bunyi terus, tapi saya tidak pegang handphone, banyak yang hubungi saya. Tapi saat itu saya nggak ikut terbangin pesawat," tambah Daniel.
Drama penyanderaan yang dialami Daniel juga berlangsung sangat lama. Pria bertubuh tambun itu baru dilepaskan setelah seluruh penumpang mendapatkan dana kompensasi.
"Balik lagi jam 2 siang Kamis ke sini (Bandara Soekarno Hatta). Pengalamanlah," kata Daniel seraya melempar senyum. (chi/jpnn) Editor : Admin-1 Sumut Pos