Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Grand Opening SMHDM, Dealer Kedua Harley Davidson

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 10 Februari 2017 | 10:11 WIB
Photo
Photo
Resurgence The Grand Opening SMHDM, di Jalan S Parman No 95 Medan, Kamis (9/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Produsen sepedamotor asal Amerika, Harley-Davidson mengumumkan pembukaan dealer terbarunya, Sumatera Motor Harley-Davidson of Medan (SMHDM) pada Resurgence The Grand Opening SMHDM, di Jalan S Parman No 95 Medan, Kamis (9/2).


Dealer di Medan ini merupakan dealer resmi kedua Harley-Davidson di Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Sumatera Motor Indonesia.  Dealer baru ini menawarkan motor Harley Davidson model terbaru tahun 2017, yaitu Milwaukee-Eight dan Harley Davidson Street 500 yang menawarkan sebuah pengalaman otentik untuk bikers yang ingin mengenal Harley-Davidson.


Chief Executive Office (CEO)/Dealer Pricipal Sumatera SMHDM, Drs Musa Rajekshah alias Ijeck, mengatakan dengan keberadaan dealer baru ini Harley-Davidson ini berharap dapat mengakomodir kebutuhan para pecinta motor gede (moge) yang ada di Medan dan tak terlepas dari Pulau Sumatera umumnya.


“Kami bertujuan memberikan pelayanan terbaik di dealer dengan berfokus pada perawatan dan kustomisasi sepedamotor Harley Davidson. Saya berharap SMHDM bisa mengakomodir segala kebutuhan para bikers,” ungkap Ijeck pada press conference Resurgence The Grand Opening SMHDM, di Jalan S Parman No 95 Medan, Kamis (9/2).


Dia menerangkan, sebelumnya dealer motor Harley Davidson di Medan itu Mabua, namun secara resmi sudah tidak beroperasional lagi atas keputusan dari Harley Davidson Company. Dia menerangkan, kini dealer resmi motor Harley Davidson di Medan adalah SMHDM.


“Dan kami dipercaya oleh Harley Davidson Company untuk menjadi dealer resmi. Kami merupakan dealer resmi kedua di Indonesia. Tentunya untuk lingkup jual kami tidak sebatas di Pulau Sumatera saja tapi dari seluruh Indonesia. Jadi kepada pecinta motor Harley Davidson yang selama ini kesulitan semenjak tutupnya Mabua, akan kami akomodir kebutuhannya sebaik mungkin,” ungkap Ijeck.


Diterangkannya, di SMHDM pihaknya menyediakan penjualan suku cadang, servis tapi tak sebatas hal-hal mengenai onderdil motor Harley Davidson. “Di sini kita juga menjual merchandise mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu kita juga menjual apparel (pakaian berkendara,Red) bagi bikers, aksesoris ” paparnya.


Ijeck juga menerangkan soal pengambilan nama SMHDM dan gambar tower air PDAM Tirtanadi yang menjadi logo SMHDM. Secara moril, katanya, keberadaan dealer SMHDM juga disematkan upaya untuk mengenalkan Kota Medan dari segi pariwisatanya.


Menurutnya, saat pemilihan nama itu pihaknya mendapat penolakan dari Harley Davidson Company yang berada di Amerika. Penyematan nama Pulau Sumatera, dianggap tidak cocok lantaran dealer ini berada di Kota Medan.

Photo
Photo
Sepeda motor Harley Davidson

Bukan cuma itu, dijadikannya gambar tower air PDAM Tirtanadi dianggap tidak cocok dijadikan sebagai logo dealer moge ini.


“Namun kita bersikeras, kita terangkan bahaw tujuan kita menyematkan nama Sumatera karena kita juga ingin mempromosikan Pulau Sumatera, khususnya Sumut. Kemudian untuk pemilihan gambar tower air, karena kita juga ingin mempromosikan Kota Medan. Ditambah lagi secara filosofi air itu dibutuhkan. Ditambah lagi, tower air ini sangat ikonik dengan sebagai penanda Kota Medan. Akhirnya setelah sejumlah argument hal itu disetujui,” ungkap Ijeck.


Sementara itu, Chief Operating Office (COO)/Dealer Pricipal SMHDM Musa Idishah alias Doddy menerangkan, dibukanya SMHDM tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pecinta Motor Harley Davidson. Selain dari segi bisnis dealer ini, juga membentuk komunitas-komunitas pencinta Harley Davidson untuk juga mempromosikan wisata di Sumut dan Kota Medan.


“Kami berharap dapat menariK lebih banyak bikers dari seluruh wilayah Medan dan Sumut untuk melewati rute-rute yang indah seperti Danau Toba. Tujuan kita tentu untuk mempromosikan wisata yang ada,” ungkap Doddy.


Menurutnya, SMHDM mereka tidak menaruh target penjualan motor Harley Davidson secara berlebihan. Hal itu mengingat kondisi perekonomian yang memang dalam tren menurun.“Kita cukup menargetkan 30 motor terjual di tahun ini. Kita tahu kondisi perekonomian yang sedang tidak baik. Maka dari itu, SMHDM sebagai dealer tak hanya berpatokan pada penjualan saja, tapi juga ingin mengenalkan destinasi wisata kepada para bikers yang tergabung dalam komunitas pencinta motor Harley Davidson di bawah naungan SMHDM,” ungkap Doddy.


Doddy mengatakan, keberadaan SMHDM tak cuma mengakomodir kebutuhan pemilik sepedamotor Harley Davidson saja. Namun SMHDM juga melayani masyarakat yang ingin membeli merchandise dan aksesoris yang berkaitan dengan motor Harley Davidson.“Jadi tidak hanya pengguna, pecinta dan penggemar aksesori motor Harley Davidson juga kita layani. Kita harap pelayanan kita akan semakin maksimal dan memuaskan,” pungkas Doddy. (mag-1/ila)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#harley davidson #SMHDM #motor gede