Keluarga menangisi jenazah Marpaung, istri, dan putrinya, pasca kebakaran di rumah pensiunan polisi di Siantar, Selasa (7/3).
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Api menghanguskan rumah Purnawirawan Brimob Sub Den IIB Pematangsiantar, Togu Marpaung (60), Selasa (7/3) sekira Pukul: 01.00 wib. Togu dan istrinya, Elprida Br Butarbutar (58) dan mereka, Ceba Asima Rohana Br Marpaung (34) tewas terbakar.
Saat kejadian korban tidur di lantai dua rumah. Peristiwa ini pun menghebohkan warga sekitar Jalan Serumput Bawah, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara.
Api diduga berasal dari hubungan pendek listrik membakar rumah gedung dekat penggir sungai itu. Api baru padam setelah 3 unit mobil pemadam dari Pemko Pematangsiantar dibantu 2 unit pemadam lebakaran PT STTC turun ke TKP.
Ketika dilakukan evakuasi, ketiga jenazah korban terlihat menghitam dan tampak tulang-tulangnya. Seluruh sisa tubuh korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Informasi yang kita dengar dan melihat kondisi rumah, semua korban diduga sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun bagian lantai ambruk, amblas dan korban diperkirakan jatuh. Kemudian terkepung api,” kata Lurah Suka Dame, Hendra Simamora.
Menurut sejumlah warga, Toga sempat terdengar meminta tolong sekitar pukul 3:30 wib. Warga bergegas berusaha memberikan pertolongan, namun usaha itu sia-sia lantaran api berkobar cepat. Sementara pintu rumah yang terbuat dari papan dan besi itu masih terkunci.
“Kita dengar teriakan meminta tolong, tetapi pintunya masih terkunci. Korban (Togu) masih sempat mencari kunci tetapi tidak ketemu. Mungkin kalau kunci dapat, mereka masih bisa terselamatkan,” kata jiran bermarga Simangunsong.
Sebelum ditemukan terbakar, warga sempat melihat Togu mencari cara untuk keluar. Tetapi karena pintu dan jendela dilapisi besi, menjadi penghalang untuk keluar. Disisi lain asap terus mengepul.
“Sempat mengulurkan tangan, tapi karena asap tebal sudah membungbung membuat warga sulit membantu karena takut masuk untuk mendobrak pintu. Karena asap tebal itu, korban jatuh mungkin karena susah bernafas dan akhirnya dia (Togu) terbakar. Jatuhnya ke belakang dekat pintu” kata warga.
“Warga lain masih sempat berusaha menolong. Mungkin karena kebingungan, tidak satupun mendobrak jendela atau pintu. Ada juga sempat membuka jendela tetapi asap langsung keluar. Makanya makin takut warga. Mobil masih sempat diselamatkan karena ada kuncinya tertinggal. Kereta juga diangkut rame-rame,” ucap seorang perempuan.
Penuturan sejumlah saksi, istri Togu yakni Frida boru Butar-butar yang merupakan guru SD 122374 dan putrinya terbakar di kamar.
“Kan api datang dari bagian belakang bangunan yang lantainya terbuat dari papan. Mungkin karena kepanasan dan susah bernafaslah orang itu (ketiga korban) baru tahu ada kebakaran. Jadi sudah kebakaran dulu beberapa bagian baru sadar,” kata Togar Pangaribuan, tetangga.
Berdasarkan data dikumpulkan, Togu dan Frida dikaruniai 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Mereka tersebar di beberapa tempat perantauan. Diantaranya, Medan, Jakarta dan Kalimantan. Sementara anak perempuan bernama Asima yang ikut menjadi korban kebakaran rencananya akan berangkat ke Kalimantan bersama suaminya bermarga Sitohang.
Namun saat kejadian, Sitohang bersama anaknya Daniel Sitohang berusia 4 tahun, sedang berangkat ke daerah Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Asima dengan suaminya berencana ke Kalimantan menjumpai adiknya. Disana mereka mau bekerja. Sebelum berangkat ke Kalimantan, Pak Daniel dengan anaknya ke Parlilitan mau pamit sama orangtuanya. Tapi yang ada malah terjadi kebakaran,” kata seorang kerabat bermarga Panjaitan. (pam/ms/ras) Editor : Admin-1 Sumut Pos