Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Solidaritas Aksi Mahasiswa Medan Gelar Demo

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 10 Mei 2017 | 11:44 WIB
Photo
Photo
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO MAHASISWA_Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Institut Teknik Medan (ITM) Jalan Gedung Arca Medan, Selasa (9/5) Mahasiswa menuntut pihak kepolisian segera membebaskan rekan mereka yang di tahan saat aksi damai tanggal (2/5) lalu, dalam aksinya mahasiswa juga menahan mobil dinas perhubungan yang lewat di jalan tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Pasca penahanan dilakukan kepada rekannya, puluhan massa dari Solidaritas Aksi Mahasiswa Medan menggelar aksi di depan kampus ITM Jalan Gedung Arca, Selasa (9/5).


Mereka mengecam tindakan brutal kepolisian yang terus mengintimidasi gerakan pro demokrasi dan menahan anggota lembaga pers mahasiswa. "Kami mengecam sikap kepolisian yang menangkap rekan kami dari lembaga pers kampus. Padahal pada saat aksi, mereka bertugas meliput demonstrasi memperingati Hardiknas," ujar Koordinator Aksi Kiki Rizky Ananda dalam orasinya.


Menurut mereka, penangkapan dan penahanan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi aksi mahasiswa yang selalu dijadikan pelampiasan. Padahal kondisi yang terjadi, menurut mereka berbeda dengan apa yang dituduhkan pihak kepolisian. Termasuk dengan menangkap mahasiswa yang meliput aksi.


"Jika hal seperti ini terus dibiarkan, maka tindakan brutal aparat keamanan akan terus mengancam aktifitas berorganisasi mahasiswa serta demokrasi di Indonesia. Apalagi sampai menggeledah sekretariat organisasi mahasiswa yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan penangkapan," tegasnya.


Atas dasar itu, mereka juga mendesak Rektor ITM untuk mengambil langkah tegas dengan meminta kepolisian segera membebaskan rekannya yang masih ditahan kepolisian. Sebab mahasiswa dimaksud, adalah anggota organisasi LPM ITM yang merupakan lembaga kegiatan mahasiswa yang dilindungi oleh aturan kampus.


"Kami meminta Rektor jangan cuci tangan. Yang ditangkap adalah mahasiswanya, dari lembaga internal kampus," katanya.


Sebelumnya polisi kembali menggrebek sekretariat mahasiswa. Kali giliran sekretariat Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi (Gemaprodem) di Jalan Rebab, Pasar 2, Padang Bulan, Medan. Sebanyak enam orang mahasiswa dibawa dibawa sekitar pukul 03.30 WIB.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, keenam mahasiswa tersebut ialah Markus Napitupulu, Fajar Panjaitan, Josua Manalu, Ganda Hutagalung, Ricki Sipahutar, dan Kurnia Saragih yang kesemuanya mahasiswa USU.

Photo
Photo
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO MAHASISWA_Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Institut Teknik Medan (ITM) Jalan Gedung Arca Medan, Selasa (9/5) Mahasiswa menuntut pihak kepolisian segera membebaskan rekan mereka yang di tahan saat aksi damai tanggal (2/5) lalu, dalam aksinya mahasiswa juga menahan mobil dinas perhubungan yang lewat di jalan tersebut.

Salah seorang saksi mata, Daud mengatakan, sekitar 15 orang polisi berpakaian preman tiba-tiba masuk ke sekretariat tersebut dan menyuruh semuanya untuk berjongkok. Saat itu di dalam Sekretariat terdapat 8 orang, dan 1 diantaranya adalah rekan mereka dari Siantar yang menumpang beristirahat."Selanjutnya cekcok antara mahasiswa dan polisi terjadi. Salah seorang mahasiswa bernama Ganda Hutagalung yang mencoba menanyakan surat resmi, malah dipukul," ungkapnya.


Daud mengatakan, penangkapan itu oleh kepolisian hanya berdasarkan foto yang dimiliki kepolisian saja. Tak hanya di situ, polisi juga melakukan penggeledahan dengan mengambil sebuah buku, daftar diskusi, dan sebuah kaos. "Polisi juga merekam dan memfoto semua berkas di setiap sudut ruangan. Selain itu menyita dan mengutak-atik seluler salah seorang mahasiswa," jelasnya.


Usai menggeledah, sambung Daud, polisi lalu memborgol enam orang mahasiswa dan langsung membawanya masuk ke dalam mobil. "Saat ditanyakan, katanya dibawa ke Polrestabes," akunya.


Sementara satu orang aktivis mahasiswa, Sier Mensen Siahaan yang saat ini masih ditahan polisi, mengalami muntah darah karena pukulan keras aparat kepolisian. Dirinya terpaksa dibawa ke RS Bhayangkara Medan.


Tumpal Sitorus, senior Mensen Siahaan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU mengungkapkan, mereka baru mengetahui kalau Mensen dibantarkan ke RS ketika ia bersama teman-temannya hendak membesuk Mensen dan para tersangka demo yang ditahan di Polrestabes Medan. "Kami tahu hari Selasa adalah hari besuk makanya kami datang.Ternyata, dari kawan kami dikasitahu kalau Mensen dibantarkan ke RS karena muntah darah tadi malam," kata Mensen di RS Bhayangkara, Selasa (9/5) sore. (bal/ila)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#demo mahasiswa #Solidaritas Aksi Mahasiswa Medan #Lembaga Pers Mahasiswa