Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Beras Plastik itu Hoax

Admin-1 Sumut Pos • Kamis, 7 September 2017 | 09:39 WIB
Foto: Parlindungan/Sumut Pos Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, mendatangi Rumah Makan Sederhana di Jalan Patimura, Rabu (6/9) pagi.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, mendatangi Rumah Makan Sederhana di Jalan Patimura, Rabu (6/9) pagi.
Photo
Photo
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, mendatangi Rumah Makan Sederhana di Jalan Patimura, Rabu (6/9) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, mendatangi Rumah Makan Sederhana di Jalan Patimura, Rabu (6/9) pagi.


Dalam kesempatan itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap serta Kepala BBPOM di Medan, Yulius Sacramento Tarigan itu, mengambil sampel beras dan nasi untuk diperiksa laboratorium. Pengambilan sampel itu, disaksikan Manajer Area Medan Rumah Makan Sederhana, Yon Hendri.


Kepala BBPOM di Medan Yulius Sacramento Tarigan saat diwawancarai usai pengambilan sampel mengatakan, dari seluruh pengawasan yang dilakukan pihaknya selama ini, bahkan sampai dengan saat ini, tidak ada yang namanya beras atau nasi plastik. Informasi yang menyebut beras plastik tersebut adalah hoax.


Sedangkan khusus untuk masalah yang menyebut Rumah Makan Sederhana menggunakan beras plastik, lanjutnya, hanya karena persepsi yang berbeda."Mungkin teman-teman berpikir kalau nasi itu membal dan kenyal berarti ada plastik. Saya katakan, itu indikasi yang keliru. Sehingga saya harap Ini menjadi pembelajaran untuk kita bersama. Nasi membal dan kenyal, karena pada nasi ada kandungan yang namya amilen dan pektin sehingga membuat nasi lembek dan seperti bergetah," ujar Sacramento.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan Muslim Harahap mengatakan, sudah 6 bulan pihaknya rutin melakukan pengawasan di pasar-pasar kota Medan. Namun, hingga kini, belum ada sekalipun menemukan beras plastik. Meski begitu, dengan adanya masalah ini, menjadi pembelajaran bagi pihaknya agar kiranya bila ada menemukan hal aneh pada makanan, dapat dilaporkan ke ahlinya agar tidak salah komunikasi."Kalau ada menemukan yang aneh dan zat berbahaya di makanan, silahkan menghubungi kami dan Balai POM. Supaya tidak liar, kasihan masyarakat kita, jadi takut mengkonsumsi beras, " ujar Muslim.

Muslim mengaku sudah menyiapkan mobil laboratorium keliling untuk pengawasan rutin. Nantinya pihaknya akan rutin melakukan pengawasan, dengan mengambil sampel, melihat dapur dan bagaimana cara memasak. “Kita akan bekerjasama dengan tim, dari MUI, BPOM dan Dinas terkait lainnya,” paparnya.


Sementara Manager Area Medan Rumah Makan Sederhana, Yon Hendra yang juga diwawancarai mengaku sangat menyayangkan adanya isu beras plastik yang ada di lingkungan RM Sederhana. Namun pihaknya juga menyadari, banyak konsumen belum terlalu memahami karakter beras yang dipakai pihaknya, sehingga menjadikan masalah itu sebaga pembelajaran."Manajemen akan membuat pernyataan tertulis atau penyuluhan pada khalayak ramai tentang beras yang kita pakai. Untuk ke depan, kami akan berbenah. Kita mengambil hikma saja dari kejadian ini. Permasalahan ini sepenuhnya diambil alih kantor pusat. Namun untuk dibawa ke ranah hukum, saya rasa belum sejauh itu, " ujarnya.


Hal yang sama dikatakan Manajer RM Sederhana Tritura dan Katamso, Arif Zamal, sampai saat ini belum memikirkan upaya hukum selanjutnya."Mendengar statemen dari kepala BPOM Kota Medan, bahwa sebenarnya tidak ada yang diuntungkan dari insiden ini. Secara prinsip, yang penting kita ikut hasil yang dikeluarkan dari BPOM saja. Di mana kepala BPOM katakan beras dan nasi Rumah Makan Sederhana aman dikonsumsi. Kami cuma minta klarifikasi dan tidak ingin melakukan upaya hukum," kata Arif Zamal, kepada wartawan, Rabu (6/9).


Meski mengalami penuruan omset paskapemberitaan ini mencuat, diakui Arif Zamal mengamini kalau respon pelanggan dan masyarakat masih positif terhadap kualitas rumah makan khas Padang tersebut."Kita gak tahu apakah penurunan omset ini memang akibat pemberitaan tersebut, atau memang faktor ekonomi konsumen yang sedang turun. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik insiden ini," ujarnya. (ain/prn/ila)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#beras plastik #bbpom medan #hoax