Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Waspadai Banjir dan Longsor

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 29 November 2017 | 09:25 WIB
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Pengendara sepeda motor melintas di bawah guyuran hujan deras di jalan Sudirman Medan, Selasa (10/3). Kota Medan kembali turun hujan setelah cuaca panas beberapa hari kemarin.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Pengendara sepeda motor melintas di bawah guyuran hujan deras di jalan Sudirman Medan, Selasa (10/3). Kota Medan kembali turun hujan setelah cuaca panas beberapa hari kemarin.
Photo
Photo
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Pengendara sepeda motor melintas di bawah guyuran hujan deras di jalan Sudirman Medan, beberapa waktu lalu. Kota Medan kembali turun hujan setelah cuaca panas beberapa hari kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Balai Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprediksi Kota Medan akan dilanda hujan hingga akhir pekan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada terjadinya banjir.


Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengungkapkan, secara umum potensi hujan di Medan memang masih tinggi. Hujan yang akan terjadi pada pagi, siang, sore, malam dan dini hari.


"Hingga beberapa hari ke depan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, hujan kali ini diprediksi tidak disertai petir atau kilat," ujar Syahnan, Selasa (28/11).


Disebutkannya, hujan diperkirakan dengan suhu 23-31 derajat celcius dan kelembapan 70-95 persen. Untuk kecepatan angin mencapai 20 km per jam."Tak hanya Medan, hujan juga melanda di seluruh wilayah Sumut. Kondisi ini disebabkan adanya gangguan cuaca di Laut Samudera Hindia Barat Sumatera dan Cina Selatan, sehingga membentuk belokan angin di Sumut. Oleh karenanya, meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif," terang Syahnan.


Syahnan melanjutkan, hujan yang akan terjadi di luar Medan daerah Sumut berpotensi disertai kilat atau petir. Beberapa daerah itu di antaranya, Stabat, Kisaran, Rantau Prapat, Lima Puluh, Tanjung Balai, Binjai, Kota Pinang dan Aek Kanopan.


Syahnan juga mengimbau, waspadai bencana longsor juga berpotensi terjadi, terutama yang tinggal di daerah lereng gunung. Longsor yang akan terjadi dengan tiga potensi, yakni rendah, sedang dan tinggi.


"Longsor dengan potensi rendah diperkirakan dapat terjadi di Taput (Sipoholon), Asahan (Bandar Pulau dan Pulau Rakyat, Labuhan Batu (Kualuh dan Bilah Hulu). Longsor potensi sedang, Taput (Groga dan Tarutung), Toba Samosir (Bàlige, Lumban Julu, Habinsaran, Muara)

Tapteng, Tapsel, Pakpak Barat, Simalungun, Deli Serdang, Langkat, Nias (Gunung Sitoli, Mandrehe, Hiliduho) dan Nias Selatan (Teluk Dalam, Lahusa, Lalowu, Gomo).


Sedangkan potensi tinggi, Taput (Pahae Jae, Pahae Julu, Siborong-borong, Adian Koting), Karo (Simoang Emapat, Merek, Barus Jaè, Mardinding, Payung, Munthe), Humbang Hasundutan (Lintong Nihuta, Onan Ganjang) Toba Samosir (Onan Runggu, Palipi) Tapteng (Barus, Tapian Nauli, Lumut) Tapsel (Batang Angkola) dan Madina (Batang Natal, Natal, Batahan, Penyabungan , Kotanopan, Muara Sipongi)," pungkas.


Curah hujan yang tinggi diselingi panas yang terjadi di kota Medan juga membuat perkembang biakan nyamuk aedes aegipty lebih cepat. Dengan begitu resiko Demam Berdarah Dengue (DBD), meningkat. Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Tropis, dr Umar Zein ketika diwawancarai Sumut Pos, Selasa (28/11) siang.


"Cuaca hujan diselingi panas, biasanya akan banyak kontainer tempat nyamuk aedes. Perkembangan telurnya lebih cepat dan lebih mudah menetas. Biasa kondisi seperti ini meningkat memang, " ujar Umar Zein.


Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Usma Polita mengatakan, saat ini eranya jentik menjadi nyamuk. Untuk itu, Usma mengingatkan untuk masyarakat terus melakukan 3 M, Menguras, Menutup dan juga Mengubur. Ditegaskan Usma, 3 M bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan saja."Untuk foging kalau ada kasus. Jadi bila ada kasus, laporkan ke Dinas. Pasti akan langsung kita foging," ujar Usma.


Usma mengklaim, kasus DBD menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu kasus DBD di Medan mencapai sekitar 1.700 dan tahun ini kasus DBD sekitar 900. Begitu juga dengan jumlah penderita DBD meninggal dunia, menurun dibanding tahun lalu, dimana tahun lalu berjumlah sekitar 11. Sementara tahun ini sekitar 8. (ris/ain/ila) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#hujan di medan #BBMKG Wilayah I Medan #potensi hujan di Medan