Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dewan: Siapkan Anggaran Khusus Semi Bencana

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 11 Juli 2018 | 09:58 WIB
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANJIR_Warga menggunakan kendaraan menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, Senin (9/7). Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu (8/7) malam ditambah meluapnya aliran anak Sungai Batuan menyebabkan puluhan rumah da
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANJIR_Warga menggunakan kendaraan menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, Senin (9/7). Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu (8/7) malam ditambah meluapnya aliran anak Sungai Batuan menyebabkan puluhan rumah da
Photo
Photo
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANJIR_Warga menggunakan kendaraan menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, Senin (9/7). Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu (8/7) malam ditambah meluapnya aliran anak Sungai Batuan menyebabkan puluhan rumah dan juga akses jalan di kawasan itu terendam banjir.

SUMUTPOS.CO - Cuaca ekstrem yang tejadi Minggu (8/7) hingga menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan di Kota Medan, membuat anggota dewan Kota Medan angkat biacara. Mereka meminta Pemko Medan menyiapkan anggaran khusus untuk menampung soal banjir, tetapi juga bencana yang disebabkan oleh alam.


Anggota DPRD Medan Salman Alfarisi mengatakan, anggaran khusus yang disiapkan untuk persoalan bencana nantinya dialokasikan untuk mengantisipasi banjir dan bencana lain.


"Akhir-akhir ini curah hujan di Kota Medan cukup tinggi. Oleh karenanya, kepada Pemko Medan diharapkan sigap atau siaga semi bencana, seperti banjir, pohon tumbang dan puting beliung. Untuk itu, dapat mengalokasikan anggaran khusus," kata Salman kepada Sumut Pos, Selasa (10/7)

Diutarakan Salman, organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Medan harus siap siaga semi bencana terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Meski sudah ada lembaga terkait yang menangani bencana yaitu BPBD, bukan berarti OPD melimpahkan sepenuhnya kepada lembaga itu. "Koordinasi lintas OPD perlu ditingkatkan, baik dalam bentuk anggaran maupun lainnya," tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Medan ini.


Salman menyebutkan, banjir yang terjadi di Medan tidak bisa dipungkiri akibat buruknya sistem drainase saat ini. Namun demikian, ada beberapa drainase yang sedang dalam perbaikan sehingga terjadi penyumbatan aliran air. Apalagi, hujan yang terjadi belakangan ini intensitasnya cukup deras. "Sebagian pengerjaan drainase tahun lalu belum tuntas pada tahun ini, sehingga kemungkinan hal itu salah satu penyebabnya dan terjadi penyumbatan," kata dia.


Selain itu, perlu juga dianggarkan dalam APBD soal anggaran terhadap korban bencana alam. Namun, tergantung APBD apakah mencukupi atau tidak. "Kalau memang bisa diatur dalam peraturan wali kota (perwal), saya rasa sudah bisa dan tidak perlu dari perda," pungkasnya.


Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli menyebutkan, banjir yang terjadi di kawasan Jalan Dr Mansyur karena telah terjadi penyempitan sungai. Kata dia, debit air yang begitu besar tidak mampu ditampung oleh sungai sehingga pada akhirnya turun ke badan jalan.


Politikus Partai Golkar itu mengakui kewenangan untuk menormalisasi sungai berada di Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. Sedangkan, normalisasi drainase merupakan kewenangan Pemko Medan atau dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.


"Percuma kalau drainse di normalisasi kalau sungainya tetap seperti itu. Banjir tetap akan terjadi kalau debet air tinggi. Harusnya Pemko Medan dan BWSS II saling kordinasi dan mencari cara untuk mengatasi banjir. Tapi, sejauh ini kita lihat kordinasi keduanya lemah. Akibatnya terjadi seperti ini," ujarnya.


Anggota DPRD Medan yang akrab dipanggil Nanda ini menyatakan, kalau kordinasi baik, maka saat normalisasi drainase di Jalan Dr Mansyur dan sekitarnya berjalan, maka normalisasi Sungai Babura yang ada di dekatnya juga berjalan. Namun, kenyataannya tidak.


"Banjir atau genangan air akan membuat aspal jalan menjadi cepat rusak. Kalau tidak segera diatasi kejadian seperti ini akan terulang kembali," imbuhnya.

Photo
Photo
Salah satu rumah warga yang diterjang puting beliung.

Warga Medan Aman dari Sakit

Meski terjadi banjir di ruas jalan, beruntung banjir tidak merendam rumah warga di Kota Medan. Hal ini pula menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, tak ada dampak gangguan kesehatan yang cukup berarti di masyarakat.


Data yang masuk ke Dinkes dari sejumlah Puskesmas yang tersebar di Medan, tak ada ledakan jumlah masyarakat yang mengalami penyakit pascabanjir.


“Sejauh ini data yang masuk soal jumlah masyarakat yang mengeluhkan sakit akibat banjir, masih biasa-biasa saja. Tidak ada jumlah yang cukup serius soal penyakit yang biasa muncul akibat banjir," ungkap Kadinkes Medan Usma Polita melalui Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P), Pocut Fatimah Fitri, Selasa (10/7).


Menurutnya banjir bisa berdampak pada timbulnya penyakit lantaran sanitasi yang buruk. Lamanya surut debit air itu yang menimbulkan sanitasi menjadi buruk. "Itulah yang bisa menimbulkan penyakit diare, tifus. Karena air tidak segera surut jadi sanitasi nya tidak baik. Tapi sejauh ini tak ada masalah soal itu. Sejauh ini laporan ke kita masih biasa, ya," paparnya.


Begitupun pihaknya sesuai arahan dari Kadinkes Medan terus memantau bagaimana kesehatan warga. Puskesmas-puskesmas di Kota Medan ditegaskan untuk terus aktif melakukan penyeluhan-penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat.


PLN Siapkan Petugas 24 Jam

Sementara itu, PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara menjamin kesiagaan petugas PLN di lapangan apabila terjadi gangguan listrik seperti tiang listrik tumbang maupun gangguan listrik akibat cuaca ekstrem."Ganguan berat, kami PLN Siap dan siaga 24 jam," ungkap GM PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Prihanto kepada wartawan, usai menghadiri kerjasama atau MoU antara PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara bersama dengan DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (10/7) siang.


Meski demikian, bila ada masalah ganggun listrik, Feby mengimbau warga agar segera melaporkan ke nomor Call Center 123 dan melalui website PLN. “Selama 24 jam petugas bekerja. Hal-hal ini, diminalisir dengan modernisasi dengan kualitas sisitem pelistrikan kita," tutur Feby.


Diberitakan sebelumnya, hujan mengguyur sejumlah kawasan Kota Medan,  Minggu (8/7) malam. Sekira kurang lebih pukul 18.00 WIB, hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Setidaknya, hujan baru benar-benar sudah reda sekira pukul 11.30 WIB malam. Alhasil, Senin (9/7) pagi Kota Medan menerima dampaknya. sejumlah kawasan tergenang dan puluhan rumah rusak dihantam angin kencang.


Data yang dihimpun dari Pusat Pengedalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Medan setidaknya ada tiga kecamatan yang paling terdampak kerusakan akibat angin puting beliung kemarin.


Akibat angin puting beliung di Kecamatan Medan Marelan, 27 unit rumah rusak di Kelurahan Tanah 600, 13 unit rumah di Kelurahan Rengas Pulau. Selanjutnya Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Besar sebanyak 6 unit rumah. Kemudian di Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Titi Papan 15 unit rumah, Kelurahan Gedung Johor 2 unit rumah. Total Keseluruhan ada 63 unit rumah yang rusak diterjang puting beliung. (ris/dvs/gus) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#banjir di medan #puting beliung #cuaca ekstrem #rumah diterjang puting beliung