SUMUTPOS.CO - Pasien luka bakar asal Siantar meninggal setelah diduga lambat diberi rujukan oleh Rumah Sakit Bina Kasih di Jalan TB Simatupang, Medan pada Minggu pagi (22/7).
Ceritanya, dua pasien asal Siantar, Rani Saragih dan Sadrwana, korban kebakaran di Siantar harus menjalani operasi di Medan karena luka bakar sekira 90 persen. Sebelum dirujuk ke rumah sakit Bina Kasih, keduanya sempat mendapat perawatan medis di RS Colombia, Medan.
Menurut keluarga pasien, Gideon, keduanya dirawat ke RS Bina Kasih dengan status pasien umum sejak Jumat (20/7).Namun, lantaran biaya yang cukup besar sampai puluhan juta setelah dirawat di RS Bina Kasih, pihak keluarga kemudian ingin mengalihkan status pasien umum ke pasien peserta BPJS Kesehatan. Pengalihatn status ini lantaran pemilik usaha tempat kedua korban tak mampu menanggung biaya perawatan umum.
Akhirnya, keluarga pasien bersama RS Bina Kasih sepakat untuk pengalihan itu, namun dengan syarat harus dirujuk ke rumah sakit lain. Keluarga pun memilih rumah sakit RSUP H Adam Malik. Namun, menurut keterangan dari RS Bina Kasih, tidak ada kamar untuk keduanya di RSUP H Adam Malik.
“Inilah kami mau pindah ke rumah sakit lain, tapi udah dihubungi sama Bina Kasih, katanya tidak ada kamar di Adam Malik. Rencananya mau didaftarkan ke RSUD Pirngadi lah, makanya ini mau dicarikan dulu (kamarnya),” terang Gideon pada Sabtu (21/7) malam.
Saat tak ada kamar di rumah sakit pemerintah, selanjutnya keluarga pasien meminta RS Bina Kasih menghubungi rumah sakit provider BPJS Kesehatan untuk proses operasi plastik di tubuh kedua pasien. “Tapi kata mereka rumah sakit lainnya juga sudah penuh,” aku Gideon.
Kata Gideon, mereka tidak mau melakukan operasi plastik di RS Bina Kasih karena bakal dikenakan biaya sebagai pasien umum, akhirnya itulah yang mengharuskan kedua pasien dirujuk ke rumahsakit lain.
“Tapi inilah bang, kalau di sini lagi besar sekali biayanya. Ini saja untuk biaya sejak masuk kemarin sudah sampai puluhan juta. Makanya biar jadi pasien BPJS Kesehatan harus dirujuk ke rumahsakit lain,” terangnya.
Belakangan tersiar kabar, pasien atas nama Rani Saragih, meninggal dunia di rumah sakit Bina Kasih Minggu (22/7) pagi sebelum berhasil dirujuk ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi plastik dengan status pasien peserta BPJS Kesehatan.
Keluarga merasa kecewa karena RS Bina Kasih tidak cepat melakukan perujukan ke rumah sakit lain untuk peralihan status pembayaran kedua pasien itu.
Menjawab hal itu, Humas RS Bina Kasih, Robet Sitepu membantah pihaknya menelantarkan kedua pasien. Menurutnya, kedua pasien merupakan rujukan dari rumahsakit Colombia sebagai pasien umum.
“Jadi ceritanya kedua pasien dirujuk dari RS Colombia. Mereka korban kebakaran salah satu restoran di Siantar. Nah, keduanya datang ke sini dibiayai oleh pemilik usaha. Memang mereka punya BPJS Kesehatan, tapi karena pemilik usaha siap bertanggungjawab membiayai biaya perobatan makanya mereka awalnya keluarga setuju mendaftar sebagai pasien umum,” ungkapnya.
Belakangan, saat hendak dilakukan operasi, kata Robet, keluarga kedua pasien terkejut dengan biaya perobatan yang cukup besar. Akhirnya ada kesepatan dari keluarga dan pengusaha untuk mengubah status pembayaran pasien.
“Jadi karena cukup besar biayanya, pengusaha tadi bilang alihkan saja statusnya menjadi peserta BPJS. Rencananya, uang untuk biaya perawatan sejak masuk sebagian mau diberikan untuk santunan. Nah, caranya kan harus dirujuk, karena mereka dari awal sudah pasien umum,” terangnya.
Kenapa harus dirujuk, lanjujtnya, karena sistem pembayaran di BPJS Kesehatan itu per periode perawatan. “Jadi gak mungkin dalam satu periode perawatan dua status, dari umum tiba-tiba ke BPJS. Makanya harus rujuk. Kita bukan tidak mau mengoperasi, tapi kalau dilakukan operasi pasien itu terdaftar umum. Kan keluarga mau pasien dioperasi dengan status pembayaran dari BPJS Kesehatan jadi harus dirujuk,” bebernya lagi.
Kemudiaan, ketika ditanya soal kematian itu karena lambannya RS Bina Kasih mencarikan rumah sakit rujukan, dia membantah. “Kita sudah upayakan, pasien yang satunya lagi (Sadarwana) sudah dirujuk ke RS Pirngadi tadi siang. Kita sudah coba upayakan tadi siang. Ini tinggal lagi pembayaran yang harus dilunasi sama pihak pengusaha mereka mau minta diskon,” pungkasnya. (dvs/ila)
Editor : Admin-1 Sumut Pos