Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Musisi Austria akan Bawakan Musik dan Lagu-lagu Batak

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 31 Juli 2018 | 09:14 WIB
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.
Photo
Photo
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.

SUMUTPOS.CO - Even Samosir Music Internasional 2018 akan kembali digelar di Kabupaten Samosir pada akhir Agustus mendatang. Pada even kali ini, sejumlah musisi Indonesia akan membawakan berbagai musik dan lagu Batak berkolaborasi dengan sejumlah musisi dari luar negeri, salah satunya yakni musisi Austria Herman Delago.


Tahun ini merupakan edisi ke-4 Samosir Music Internasional. Di mana edisi perdananya dimulai pada tahun 2014 dengan menghadirkan 90-an musisi orkestra dari Austria ke Samosir. “Sejak tahun 2014, event ini menjadi bagian dari agenda even tahunan Horas Samosir Fiesta," kata penggagas Samosir Music International, Herman Delago di Medan, Senin (30/7).


Herman mengatakan, inisiatif untuk menggelar kegiatan ini digagas bersama Henry Manik, sosok yang saat ini berdomisili di Belanda. Tujuannya yakni untuk mempromosikan Danau Toba melalui musik Batak kepada dunia sebagai daya tarik wisatawan Internasional ini. Sebagai langkah awal, Herman akan menggelar mini konser di Medan pada Sabtu, 18 Agustus 2018.


Dari tahun ke tahun, pengunjung event ini sangat banyak, bahkan menjadi salah satu even terbesar di sekitar Danau Toba, yang pengunjungnya terbanyak. Tentu ini adalah salah satu pencapaian yang sangat baik dan sebuah terobosan baru untuk sebuah event yang bertaraf internasional di Samosir. “Imbas positifnya bisa dirasakan langsung oleh Samosir Danau Toba sebagai daerah pariwisata yang sedang digalakkan," ungkap Herman.


Dia juga mengatakan, ‎Samosir Music International memiliki visi misi untuk membawa nama Samosir ke dunia yang lebih luas dengan menjadikan even ini, menjadi salah satu even bergengsi yang harus di ikuti oleh artis, baik tanah air maupun luar negeri . "Even seperti ini sangat dibutuhkan, sebagai penarik pengunjung ke daerah ini. Oleh karena itulah, Pemda Samosir melihat ini suatu event yang strategis, yang mampu mendatangkan banyak orang sehingga diagendakan menjadi event tahunan dan tetap  menjalin kerjasama yang baik dengan Henry Manik putra Samosir," tutur Herman.

Photo
Photo
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.

Festival musik ini menjadi berbeda dari semua festival musik yang sudah ada selama ini, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena  setiap artis dan musisi yang terlibat baik yang dari Eropa maupun Indonesia wajib harus bisa membawakan lagu lagu daerah Batak. "Sehingga setiap orang yang terlibat butuh persiapan lama, khusus dalam mempelajari lagu lagu Batak. Keunikan konsep ini merupakan salah satu nilai tarik buat banyak orang untuk hadir menyaksikan aksi panggung para artis ini," ujar Herman.


Even musik tahunan ini, kata Herman, akan diisi dengan penampilan ‎Viky Sianipar yang sudah sangat dikenal dengan arrangement musiknya yang jenius, dan sangat concern terhadap pengembangan musik lagu Batak, akan turut hadir di Samosir bersama Bandnya dan juga Alsant Nababan sebagai Vokalisnya. Untuk lebih meramaikan lagi, Louis Sitanggang yang merupakan vokalis dari Deredia, juga akan turut hadir.



"Persiapan akan event ini sudah tergolong rampung, hanya masih terus mencari dukungan ke banyak pihak, mengingat masih minimnya pendanaan yang bisa dikelola. Besar harapan even ini bisa mendapat perhatian yang lebih serius terutama dari pemerintah provinsi dan pusat, agar nantinya even ini bisa tetap digelar dan bisa semakin dikembangkan. Karena event ini sudah tiga kali membuktikan keberhasilannya untuk mendatangkan pengunjung ke Samosir dengan jumlah yang sangat banyak," harapnya.


Herman mengatakan, kegiatan musik Batak ini, juga sebagai wujud untuk mengenang peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, yang banyak menewaskan penumpangnya. Disaat pagelaran event ini akan diadakan moment tertentu untuk mengingat sekilas kejadian tersebut, sebagai bentuk penghormatan kepada semua korban.

"Dengan harapan, renungan ini nantinya bisa lebih menyadarkan semua pihak, untuk tetap sadar atas perlunya kenyamanan dan keselamatan semua orang, baik di danau, darat atau dimanapun.


Semoga pariwisata Samosir, makin maju, aman, nyaman dan makin populer keseluruh dunia," kata Herman.(gus) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#herman delago #musisi batak #Samosir Music Internasional