Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Siapapun Wali Kotanya, UHC Wajib Dilanjutkan dan Ditingkatkan

Admin SP • Minggu, 26 Mei 2024 | 00:01 WIB
Photo
Photo

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sejak diberlakukan program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution pada 1 Desember 2022, banyak warga Kota Medan yang telah merasakan manfaatnya. Karenanya, Anggota DPRD Medan Parlindungan Sipahutar berharap, siapapun Wali Kota Medan yang akan terpilih pada Pilkada November mendatang, wajib melanjutkan program tersebut.

"Bukan hanya dilanjutkan, tapi juga harus ditingkatkan kualitasnya. Pelayanan kesehatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Medan," kata Parlindungan ketika menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah V Tahun 2024 Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan HM Yamin Gang Ketoprak, Kelurahan Sei Kera Hilir 2, Medan Perjuangan, Sabtu (25/5/2024).

Menurut politisi senior Partai Demokrat Kota Medan ini, kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Untuk itu, lanjut Parlindungan, DPRD bersama Pemko Medan bersepakat meluncurkan program UHC untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. "Alhamdulillah saat ini sudah hampir seluruh masyarakat Kota Medan sudah terpenuhi hak pelayanan kesehatannya melalui program UHC ini," kata anggota DPRD Medan dari daerah pemilihan 3 meliputi Kecamatan Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Timur ini.

"Makanya kita berharap, siapapun nanti yang terpilih menjadi wali kota pada Pilkada Medan, program ini harus dipertahankan dan harus ditingkatkan," imbuhnya.

Dia pun berharap ke depan, di setiap kelurahan ada minimal satu fasilitas kesehatan, apakah itu Puskesmas atau Puskesmas Pembantu. Dan puskesmas yang ada saat ini juga harus terus ditingkatkan pelayanan dan fasilitasnya.

"Misalnya, ada pelayanan untuk Lansia. Jika ada lansia yang tidak bisa berobat ke Puskesmas, pihak Puskesmas yang memberi pelayanan ke rumah lansia tersebut. Selain itu, pelayanan USG juga harus dilengkapi di Puskesmas agar ibu hamil bisa terbantu, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk USG di rumah sakit," bebernya.

Menurutnya, semua itu bisa dilakukan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan. Pasalnya, anggaran yang dialokasikan dari APBD Medan cukup besar untuk pelayanan kesehatan itu. "Ya, anggarannya sangat besar, berkisar 2,7 triliun," ungkapnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini berkeyakinan, jika pelayanan, fasilitas, dan SDM kesehatan terpenuhi, masyarakat Kota Medan tak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar negeri. "Saya pernah lihat di RSUD dr Pirngadi Medan, fasilitas yang ada di rumah sakit itu sudah cukup canggih. Sayangnya, fasilitas-fasilitas itu tidak termanfaatkan secara maksimal karena banyak masyarakat yang belum tau. Termasuk juga fasilitas ambulans gratis, di RSUD dr Pirngadi juga ada," ungkapnya.

Sementara, Gibson Girsang mewakili Dirut RSUD dr Pirngadi Medan menyampaikan, garda terdepan dalam pelayanan kesehatan adalah Puskesmas. Puskesmas berperan dalam mencegah agar masyarakat tidak sakit. Sedangkan rumah sakit berperan mengobati masyarakat yang sedang sakit. "Jadi, bagi warga yang tidak dapat ditangani lagi di Puskesmas maka dirujuk ke rumah sakit," bebernya.

Untuk itu, Gibson mengimbau masyarakat untuk tidak takut untuk berobat. "Bagi masyarakat yang sakit, jangan ragu untuk datang ke Puskesmas maupun rumah sakit. Cukup bawa KTP sudah bisa berobat. Walau dalam kondisi emergency bisa langsung ke IGD dr Pirngadi Medan," terangnya.

Diapun mengungkapkan, RSUD dr Pirngadi Medan terus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan di rumah sakit milik Pemko Medan itu. Dia juga membeberkan sejumlah pelayanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis. "Seperti yang disampaikan Pak Parlindungan tadi, ada layanan ambulans gratis. Bisa menghubungi kontak person di bagian ambulans," ungkapnya.

"Kami juga melayani pasien cuci darah. Pasien bisa kami jemput dan antar. Obatnya juga bisa diantar ke rumah. Ada juga pelayanan fisioterapi bagi lansia. Ada juga pelayanan medical checkup, tapi khusus ini masih berbayar tidak gratis," bebernya lagi.

Dia juga mengungkapkan, RSUD dr Pirngadi Medan juga sangat membutuhkan persediaan darah. "Bagi masyarakat yang yg mau mendonorkan darahnya, kami sangat membutuhkan sekali," pungkasnya.

Hadir dalam sosialisasi itu mewakili Camat Medan Perjuangan Kasi Trantib Saut M Samosir, Luran Sei Kera Hilir 2 Anto Syahputra, dari Dinas Sosial Dedi Irwanto Pardede, dan ratusan masyarakat dari Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung, dan Medan Timur. (adz)

Editor : Redaksi
#uhc