Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kapal Kayu Bawa TKI Karam Dihantam Ombak, 2 Hilang dan 1 Tewas

Admin SP • Selasa, 30 Juli 2024 | 14:38 WIB
EVAKUASI: Kapal Basarnas 01 Medan dan Ditpolairud Polda Sumatera Utara mengevakuasi tujuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setelah empat hari terapung di perairan Selat Malaka. (IKHSAN/SUMUT POS)
EVAKUASI: Kapal Basarnas 01 Medan dan Ditpolairud Polda Sumatera Utara mengevakuasi tujuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setelah empat hari terapung di perairan Selat Malaka. (IKHSAN/SUMUT POS)

BELAWAN, SUMUTPOS.CO - Kapal Basarnas 01 Medan dan Ditpolairud Polda Sumatera Utara mengevakuasi tujuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setelah empat hari terapung di perairan Selat Malaka. Kapal kayu yang mereka ditumpangi karam setelah dihantam ombak besar, dan tiba di Pelabuhan Belawan Selasa (30/7/2024) pagi.

Dalam peristiwa itu, dari sembilan orang TKI, tujuh berhasil dievakuasi, satu diantara nya meninggal dunia, dan dua orang dinyatakan hilang.

Ada pun korban yang selamat yakni Mujar Samosir (37) warga Desa Rambutan Tanjung Balai Asahan, Darmayani (28) warga Sei Rampah Serdang Bedagai, Dimas Afrizal (31) warga Pasar VII Patumbak, Syafrizal Manurung (36) warga Titi Bening Pulau Simardan Tanjung Balai Asahan, Edwin (40) warga Titi bening Pulau Simardan Tanjung Balai Asahan dan Aldian (41) warga Titi bening Pulau Simardan Tanjung Balai Asahan.

Sedangkan data korban yang meninggal dunia, dan dua orang yang hilang belum diketahui identitasnya.

Menurut Edwin salah seorang korban yang selamat menyebutkan, ia sengaja menumpang kapal kayu bertolak dari Malaysia dengan tujuan Tebingtnggi. Namun di pertengahan jalan, persisnya di perairan Selat Malaka,. Kapal kayu yang mereka tumpangi dihantam ombak dan tengelam.

"Kami berangkat dari Malaysia Kamis malam, dan Jumat siang kapal kami tengelam dihantam obak. Ombaknya sangat besar," ucap Edwin.

Untuk bertahan hidup, kata Edwin, mereka mengunakan jerigen terapung-apung di laut selamat empat hari. Dan pada Senin (29/7/2024) sore, mereka ditolong oleh kapal Tanker berbendera Panama yang saat itu sedang melintas, dan tidak jauh dari lokasi kapal kayu mereka tenggelam.

Setelah memberikan pertolongan. Kapal Tanker itu memberitahukan kepada Basarnas dan Ditpolairud Polda Sumatera Utara.

Hari itu juga Kapal Basarnas 01 Medan bersama Ditpolairud Polda Sumatera Utara melakukan evakuasi, dan Selasa (30/7/2024) pagi tiba di Pelabuhan Belawan.

Selanjutnya pihak Ditpolairud Polda Sumatera membawa jenazah korban yang meninggal ke rumah sakit Bhayakara Medan. Sedangkan keenam TKI lainnya di bawa ke rumah sakit PHC Belawan.(san/han)

Editor : Redaksi
#kapal kayu