Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Zakiyuddin Harahap Tampung Aspirasi Warga Medan Kota

Admin SP • Minggu, 25 Agustus 2024 | 19:32 WIB
Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap disambut antusias warga Kecamatan Medan Kota saat temu ramah di Jalan Pintu Air Gg. Selamat, Sudirejo II, Medan Kota, Sabtu (24/8/2024)
Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap disambut antusias warga Kecamatan Medan Kota saat temu ramah di Jalan Pintu Air Gg. Selamat, Sudirejo II, Medan Kota, Sabtu (24/8/2024)

MEDAN, SUMUT POS - Kehadiran Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, disambut antusias warga Kecamatan Medan Kota. Salah satunya ditandai dengan banyaknya aspirasi yang mereka sampaikan langsung ke sosok calon pemimpin Kota Medan tersebut.

Dalam tajuk temu ramah di Jalan Pintu Air Gg. Selamat, Sudirejo II, Medan Kota, Sabtu (24/8/2024) itu, beragam persoalan disampaikan warga kepada Zakiyuddin Harahap. Antara lain mengenai lampu penerangan jalan umum, pembukaan akses jalan ke lingkungan, keamanan, air PDAM yang sering mati hingga bantuan sosial lewat Program Keluarga Harapan atau PKH.

RN Matondang selaku tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa momen bertemu langsung calon pemimpin mereka sayang untuk dilewatkan apabila tidak menyampaikan aspirasi yang selama ini dirasakan warga.

"Pertama-tama kami mendoakan Bapak Zakiyuddin memenangkan kontestasi nantinya. Supaya bisa membenahi Kota Medan secara keseluruhan, terkhusus di lorong kami ini soal LPJU. Di sini Pak Zaki, sudah banyak lampu mercury yang warnanya merah, ada yang sudah kabur bahkan mati. Tolong kalau bisa setelah pertemuan ini, bapak langsung penuhi keinginan kami ini," ujarnya yang disambut senyum hangat Bang Zaki, sapaan akrab Zakiyuddin Harahap.

"Sudah dilaporkan ke pemko melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kadang-kadang dijawab kadang-kadang tidak dijawab. Pernah juga turun kemari mobilnya, diperbaiki dan setelah pergi mobilnya mati lagi lampunya, pak," kata Matondang yang disambut tawa seluruh audiens.

"Kedua pak, ini soal pembukaan akses jalan dari Jalan Sisingamangaraja kemari. Sudah lama itu ditutup jalannya yang pas di depan Rumah Sakit Estomihi. Jauh kali kami mau mutar aja, pak. Bayangkan bapak kalau pas bawa orang sedang sekarat ke RS itu, harus mutar jauh kali begitu, belum sampai (mutar) sudah mati orangnya," katanya.

Merespon hal ini, Bang Zaki mengatakan dirinya perlu mencari tahu terlebih dahulu ke instansi terkait alasan akses jalan tersebut sampai ditutup.

"Karena tak mungkin ditutup jika alasannya tidak kuat dan jelas. Ini segera saya cari tahu karena setahu saya Jalan SM Raja adalah otoritas pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional," kata wakil ketua DPD Gerindra Sumut itu. "Tapi idealnya, kalau jalan yang aksesnya dekat dengan rumah sakit, itu tidak boleh untuk ditutup sebab itu menyangkut nyawa manusia. Hal ini akan kami tindaklanjuti segera," sambung dia.

Menjawab soal keamanan, diakui Bang Zaki bahwa sejak hilangnya program Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling, banyak lingkungan di Kota Medan menjadi tidak aman dari tindak kejahatan.

"Jangankan aksi begal di jalanan, pernah lagi saya tahu bahwa jam dua pagi ada orang menggotong pagar rumah. Kan tak mungkin dia lagi kerja di jam segitu, ya tentulah itu lagi maling," katanya yang disambut tawa audiens.

"Ini pun menjadi atensi kami ke depan. Kalau dulu Medan ini aman karena ada Siskamling, selalu ada pos ronda. Budaya gotong royong dulu sangat kental. Juga dulu saat malam hari, polisi sangat aktif patroli. Sekarang keluar malam di Medan, takut kita," ujarnya.

Mengenai air yang sering mati, diakui Bang Zaki, akan coba didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak Perumda Tirtanadi Sumut.

"Itu wewenang pemerintah provinsi, pemko sifatnya bermohon dan berkoordinasi. Begitupun karena pelanggan PDAM Tirtanadi mayoritas warga Kota Medan, tentulah akan kita dorong supaya persoalan ini cepat tertangani. Karena memang setahu saya, pipa-pipa air kita itu sudah banyak yang berusia tua. Kami segera cari solusinya ya, bapak dan ibu," ucapnya.

Terakhir soal bantuan PKH yang kerap tak tepat sasaran, menurut Bang Zaki, telah menjadi hal yang klasik. Perlu ada perbaikan data penerima yang dilakukan oleh aparatur mulai tingkat kepala lingkungan, lurah, camat hingga dinas terkait yang menangani hal tersebut.

"Kita punya 21 camat, 151 lurah, dan 2.001 kepling di Medan ini, nantinya ini kami minta untuk mendata ulang warga penerima manfaat PKH. Per lingkungan akan kita data ulang lagi. Di sisi lain, ini juga soal moralitas. Kenapa, karena selama ini banyak orang mampu dapat bantuan PKH," tegasnya.

Bang Zaki dalam kesempatan itu memohon doa dan dukungan dari 300-an warga yang berhadir. Tanpa mandat atau kepercayaan yang diberikan masyarakat, dirinya dan Bacalon Wali Kota Medan, Rico Waas, tidak akan mungkin bisa merealisasikan aspirasi tersebut.

"Pilih dululah kami bapak dan ibu. Tanpa suara yang nantinya diberikan untuk pasangan Rico - Zaki, kami tidak akan punya wewenang membenahi Kota Medan ini. Saya secara pribadi Insyaallah siap menjalankan amanah besar ini, karena pesan almarhum ayahanda saya bahwa kita hidup di dunia mesti bermanfaat bagi banyak orang," pungkas anak kelima Bupati Tapanuli Selatan 2000-2005, Alm. Muhammad Saleh Harahap tersebut.

Temu ramah itu selain diisi tanya jawab dan penyampaian program kerja oleh Zakiyuddin, juga turut dimeriahkan dengan kuis. Di ujung acara, warga menyatakan tekad untuk memenangkan pasangan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap pada 27 November 2024 nanti.
(map/tri)

Editor : Redaksi
#Zakiyuddin harahap