SUMUTPOS.CO - H Anif dan Prof DR H Kadirun Yahya bersama 98 tokoh Melayu nusantara jadi inspirasi. Tokoh Melayu nusantara lainnya antara lain Raja Ali Haji, Tengku Amir Hamzah, Achmad Tahir, Sultan Ma'mon Al-Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tengku Luckman Sinar.
Kisah dan sejarah 100 tokoh Melayu nusantara ini didokumentasikan dalam sebuah buku yang disusun Guru Besar Unimed Prof Dr Phil Ichwan Azhari MS dan Guru Besar USU Prof Pujiati, Gubsu ke-17 Dr H Tengku Erry Nuradi MSi, Guru Besar USU Prof Dr Ilmi MSc dan Ketua STIM Sukma Dr Wardayani MSi.
Buku 100 Tokoh Melayu Nusantara setebal 172 halaman yang diterbitkan UMSU Press ini diluncurkan Ahad (19/1) di Gedung Pancasila Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut.
Peluncuran buku ini mewarnai kegiatan Musyawarah Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (Mubes ISMI). Mubes ini memilih secara aklamasi Datuk Seri Kesuma Setia Negeri Nizhamul SE MM sebagai ketua PB ISMI periode 2025-2030 menggantikan Dr H Tengku Erry Nuradi MSi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani MAP mengemukakan bahwa 100 tokoh dengan beragam profesi tetap menjunjung tinggi agama, berbahasa santun dan beradat istiadat.
''Buku ini memperlihatkan dokumentasi bahwa takkan Melayu hilang di bumi karena banyaknya tokoh yang dapat dijadikan inspirasi untuk menjadikan bumi ini bertuah,'' kata rektor.
Dato' Seri Prof Dr Djohar Arifin Husin mengatakan pemuda dan pemudi Melayu memerlukan bimbingan dan contoh keteladanan agar bisa berbuat lebih besar untuk bangsa. Hal ini agar mereka menyadari bahwa para tokoh Melayu nusantara sungguh luar biasa jasa dan karirnya dalam membangun Indonesia.
Dalam buku ini diungkapkan sosok H Anif, orangtua Dr H Musa Rajekshah MHum dikenal sangat konsisten dalam menjaga adat istiadat Melayu. Ia juga dikenal sebagai pebisnis sukses yang memiliki kedermawanan dipadukan kepedulian terhadap dunia pendidikan antara lain dengan membangun gedung pembelajaran di Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Sedangkan Prof DR H Kadirun Yahya yang menjadi rektor Universitas Pembangunan Panca Budi dan kordinator Perguruan Panca Budi pada tahun 1961-1998 adalah ulama besar bidang ilmu tasawuf, guru besar metafisika, mursyid, cendikiawan dan tokoh pendidikan. (dmp)
Editor : Redaksi