BELAWAN, sumutpos.Jawapos.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang diakibatkan oleh tingginya aktifitas pasang surut air laut yang terjadi pada 24-30 Mei 2025.
Hal itu dikatakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Sugiyono, ketika memberikan keterangannya, Kamis (22/5/2025).
Sugiyono mengatakan, banjir rob setinggi 2,7 meter itu akan terjadi di beberapa wilayah pesisir pada siang hari dimulai pada pukul 11.00 - 16.00 WIB.
"Banjir rob diprediksi akan terjadi di wilayah pesisir, khususnya di Belawan, Medan Labuhan, kemudian di Medan Marelan yang mengalami pasang maksimal selama 6 hari terhitung mulai 24 sampai 30 Mei," ucapnya.
Kemudian, Sugiyono mengatakan banjir Rob mengganggu beberapa jalur transportasi di sekitar Pelabuhan Belawan dan aktifitas masyarakat.
"Transportasi akan sedikit terganggu, kemudian kegiatan di pelabuhan juga khususnya kapal-kapal penumpang yang akan bersandar, dan kapal barang yang akan melakukan bongkar muat," ucapnya.
Dengan pasang setinggi 2,7 meter tersebut, Sugiyono mengimbau kepada masyarakat di sekitar pesisir untuk mewaspadai dan patuh terhadap setiap peringatan dini yang disalurkan oleh BMKG Belawan dan diteruskan kepala semua lintas daerah.
"Semua sudah kita informasi ke Wilayah Belawan, dan Medan Utara, dan pihak Kecamatan juga sudah mengeluarkan edaran ataupun himbauan yang akan diteruskan juga oleh aparat dibawahnya," ucap Sugiyono.
Sugiyono mengatakan, jika edaran tersebut bukan untuk membuat trauma masyarakat, tapi untuk mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir pasang tersebut.
"Edaran ini bukan untuk membuat rasa trauma, tapi sebagai bentuk himbauan dari BMKG Belawan, agar lebih waspada, karena beberapa waktu lama wilayah Belawan banjir rob yang cukup besar" ucapnya.
Sugiyono juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, karena banjir terjadi pada siang hari.
"Aktifitas masyarakat pastinya akan terganggu, dan diimbau untuk selalu mengantisipasi dan membersihkan lingkungan, terutama saluran pembuangan air, apabila terjadi pasang akan mudah surut kembali dan turun ke laut, jadi harus tertib terdapat pembuangan sampai,"pungkasnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan