Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ribuan Driver Ojol Geruduk Mapolda Sumut, Tuntut Permintaan Maaf atas Meninggalnya Affan Kurniawan

Johan Panjaitan • Senin, 1 September 2025 | 20:05 WIB
Aksi Unras driver ojol yang diterima Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan, di depan Mapolda Sumut, Senin (1/9) sore. (Sumut Pos/Dewi Syahruni Lubis)
Aksi Unras driver ojol yang diterima Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan, di depan Mapolda Sumut, Senin (1/9) sore. (Sumut Pos/Dewi Syahruni Lubis)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Ribuan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Markas Polda Sumatera Utara (Polda Sumut), Senin (1/9/2025) sore. Aksi ini berlangsung tak lama setelah massa Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengakhiri demonstrasi mereka di lokasi yang sama.

Massa ojol menuntut permintaan maaf resmi dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan, yang dikabarkan menjadi korban kekerasan saat aksi demo di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyatakan bahwa kematian Affan adalah luka mendalam bagi seluruh komunitas ojol di Indonesia.

“Kami meminta Kapolda Sumut untuk meminta maaf atas nama Polri atas meninggalnya rekan kami, Affan Kurniawan,” ujar Agam penuh emosi.

Selain itu, mereka juga menuntut agar aparat yang bertindak represif terhadap massa aksi diberi sanksi tegas. Meski begitu, Agam menegaskan bahwa Godams tidak menuntut pencopotan Kapolda Sumut, karena situasi di wilayah Sumut selama ini dinilai masih bisa dikendalikan.

“Kami tidak minta Kapolda diganti. Tapi kami minta beliau menindak anggotanya yang bertindak di luar batas saat mengamankan demo,” ujarnya.

Godams juga menyuarakan aspirasi terkait kemudahan pengurusan administrasi bagi driver ojol, seperti pembuatan dan perpanjangan SIM, serta dukungan hukum dan perlindungan kerja yang lebih baik.

Menyikapi aksi tersebut, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan, turun langsung menemui massa dan menyampaikan ungkapan duka serta permintaan maaf secara terbuka.

“Atas nama Kepolisian Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita serta memohon maaf atas meninggalnya rekan kita, Affan Kurniawan,” ucapnya.

Dalam momen penuh haru, Kapolda Whisnu menyerahkan karangan bunga kepada Ketua Godams, Agam Zubir, sebagai bentuk solidaritas. Sebagai balasan, Agam menyerahkan foto almarhum Affan Kurniawan untuk dipajang di ruang kerja Kapolda Sumut sebagai simbol komitmen atas tragedi tersebut.

Kapolda juga menegaskan komitmennya untuk mengakomodasi semua tuntutan dari komunitas ojol.

“Saya akan melaksanakan apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan ojol,” tegas Whisnu, sambil menerima map berisi tuntutan resmi dari massa aksi.

Setelah penyampaian aspirasi dan dialog dengan Kapolda berlangsung kondusif, aksi pun diakhiri secara damai. Sebelum membubarkan diri, Kapolda Whisnu menyempatkan diri berfoto bersama dengan para driver ojol sebagai bentuk penghormatan dan dukungan.

Aksi unjuk rasa hari ini menjadi momen penting solidaritas antar elemen masyarakat sipil, sekaligus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus tetap menghormati hak asasi manusia dan keselamatan rakyat.(dwi/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ojol #Geruduk #polda sumut