Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rico Waas Optimis Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan Berjalan Baik

Johan Panjaitan • Rabu, 8 Oktober 2025 | 10:20 WIB

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku optimis dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Medan, baik tingkat SMP yang sudah berjalan sejak Juli 2025 maupun tingkat SD dan SMA yang baru dimulai sejak 30 September 2025.

"Kemarin saya baru saja meninjau SR Terintegrasi 30 Medan, yakni Sekolah Rakyat tingkat SD dan SMA. Kita optimis program Sekolah Rakyat ini berjalan sukses di Kota Medan," ucap Rico Waas kepada Sumut Pos, Rabu (8/10/2025).

Dikatakan Rico Waas, meskipun pelaksanaan SR Terintegrasi 30 Medan di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Medan baru berjalan sejak 30 September atau sekitar dua bulan lebih lama dibandingkan Sekolah Rakyat tingkat SMP di gedung Sentra Bahagia yang sudah berjalan sejak pertengahan Juli 2025, namun Sekolah Rakyat tingkat SD dan SMA di Kota Medan tetap akan berjalan seperti yang diharapkan.

"Sekolah Rakyat ini kan multi entry, multi exit, jadi kita keluarnya ini kan tergantung dengan capaian yang harus kita raih dengan baik oleh anak-anak ini, karena Sekolah Rakyat ini kan memang khusus sekali. Tidak ada masalah Sekolah Rakyat tingkat SD dan SMA ini baru berjalan per 30 September," ujarnya.

Rico Waas mengakui, pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Kota Medan memang belum berjalan sempurna. Namun kedepan, Pemko Medan akan terus melakukan koordinasi agar semua kekurangan yanh ada dapat disempurnakan.

"Ini kan masih awal-awal, masih penyesuaian, jadi ini sambil merapikan. Saya rasa diawali yang paling penting niat baiknya adalah kita menyiapkan sekolah rakyat ini agar benar-benar bisa berjalan di Kota Medan," katanya.

Kemudian, Rico Waas juga menegaskan bahwa saat Sekolah Rakyat memiliki konsep yang berbeda dengan sekolah-sekolah reguler pada umumnya. Mengingat, para siswa Sekolah Rakyat diwajibkan untuk mengikuti program boarding school atau tinggal di lingkungan sekolah.

"Sekolah Rakyat ini kan boarding school, mereka dipersiapkan untuk secara teknisnya itu memang berbeda dengan sekolah reguler negeri maupun swasta. Jadi konsepnya berbeda, ini yang perlu kita pahami," tuturnya.

Rico Waas mencontohkan, di Sekolah Rakyat, para siswa akan digali tentang DNA Talenta yang dimiliki setiap anak. Sekolah Rakyat bukan hanya mengajar tentang pelajaran umum yang ada di sekolah-sekolah reguler, tetapi Sekolah Rakyat juga akan mengarahkan setiap siswa untuk mengembangkan talenta masing-masing yang dimiliki.

"Kemudian dari tingkat disiplinnya dan lain-lain pasti punya teknis yang berbeda dalam pengelolaan sekolah. Para siswa juga akan diberikan asupan gizi yang baik setiap harinya untuk mendukung sistem pembelajaran khusus di Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Rico Waas menilai, program Sekolah Rakyat benar-benar akan menjadi program yang bisa menyentuh masyarakat secara langsung, khususnya masyarakat kurang mampu yang masuk ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Pogram Sekolah Rakyat merupakan program Pemerintah Pusat yang harus kita dukung, karena kalau kita lihat anak-anak ini memang anak-anak yang butuh perhatian. Terkhusus dari segi finansialnya, mereka sangat butuh perhatian pemerintah dan mereka ini harapan kita," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Kota Medan telah berjalan sejak 30 September 2025.

"Mulai berjalan sejak 30 September, saat ini para siswa SD dan SMA disana sedang menjalani MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah). MPLS ini masih akan berlangsung sampai minggu depan," kata Khoiruddin Rangkuti kepada Sumut Pos, Rabu (8/10/2025).

Khoiruddin meyakini, tidak ada kendala yang berarti meskipun pelaksanaan belajar mengajar pada Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan baru dimulai pada 30 September 2025.

"Sekolah Rakyat ini kan boarding school, mereka (siswa) tinggal disana. Kondisi ini membuat sekolah tidak akan sulit untuk mengejar ketertinggalan pelajaran, tidak ada kendala yang berarti," ungkapnya.

Khoiruddin mengakui bahwa saat ini masih ada kekurangan tenaga guru agama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan, baik guru agama Islam maupun guru agama Kristen.

"Kemarin kondisi itu juga disampaikan secara langsung kepada Pak Wali, hal ini pun akan segera dikomunikasikan. Untuk sementara, nantinya tenaga pengajar guru agama tersebut akan diisi oleh tenaga yang disiapkan dari Kemensos," pungkasnya.
(map)

Editor : Johan Panjaitan
#wali kota medan #Sekolah Rakyat #Optimis