MEDAN, SUMUT POS - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan rencana pembangunan tiga kolam retensi dan tanggul di sekitar Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi banjir rob dan banjir kiriman yang kerap melanda wilayah tersebut.
Dody menyampaikan, dari total sekitar 3 kilometer tanggul yang dibutuhkan, hingga saat ini baru 1,3 kilometer yang telah rampung dikerjakan pada tahun 2024.
Sisanya, sepanjang 1,7 kilometer, direncanakan akan dibangun mulai tahun 2026.
“Dari penjelasan Kepala Balai tadi, kita tahu sebagian pekerjaan untuk mengurangi bencana rutin di daerah ini karena rob dan banjir kiriman sudah dikerjakan. Dari sekitar 3 kilometer tanggul yang diperlukan, 1,3 kilometer sudah kita selesaikan di tahun 2024. Sisanya akan kita lanjutkan mulai 2026,” ujar Dody saat meninjau lokasi Danau Siombak, Sabtu (8/11/2025), Sore.
Ia menambahkan, proyek revitalisasi Danau Siombak ini akan menelan anggaran sekitar Rp 268 miliar yang dialokasikan secara bertahap mulai tahun 2024 hingga 2028. Pada tahun 2026, pemerintah akan membangun dua kolam retensi, disusul penyelesaian tanggul sepanjang 1,7 kilometer di tahun 2027, dan satu kolam retensi tambahan pada tahun 2028.
“Selain tanggul, karena muka air di Danau Siombak ini cukup tinggi, air dari banjir tidak bisa langsung dipompa keluar ke danau. Jadi perlu ditahan dulu melalui tiga kolam retensi yang akan dibangun,” jelas Dody.
Namun, lanjutnya, pembangunan tanggul dan kolam retensi tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas. Untuk itu, Dody meminta dukungan dari Wali Kota Medan, Rico Waas, agar membantu proses pembebasan lahan dengan melobi dan meyakinkan masyarakat.
“Bicara soal sosial tentu ada tantangan, karena kita butuh lahan untuk kolam retensi dan 1,7 kilometer tanggul tambahan. Pendanaan bisa kita siapkan, tapi kami mohon bantuan Pemerintah Kota agar pembebasan lahannya bisa diselesaikan,” tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa kelancaran proyek revitalisasi ini sangat bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan.
“Kalau lahan bisa dibereskan oleh Pak Wali Kota dan jajaran, maka pembangunan tiga kolam retensi dan tanggul 1,7 kilometer bisa segera kita mulai,” pungkasnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe